Kemandirian Desa Jadi Benteng Ekonomi Nasional,

Kemandirian Desa Jadi Benteng Ekonomi Nasional, Prof. Kun Nurachadijat Bedah Visi Presiden Prabowo Subianto

JAKARTA — Pengamat ekonomi dan akademisi, Prof. Dr. Kun Nurachadijat, menilai pernyataan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengenai “rakyat desa ga pake Dolar” merupakan refleksi dari realitas ekonomi akar rumput Indonesia yang memiliki daya tahan kuat terhadap gejolak global. Menurutnya, pernyataan sederhana tersebut justru mengandung makna strategis tentang ketahanan struktural ekonomi nasional yang bertumpu pada desa dan masyarakat pesisir.

Dalam keterangannya, Prof. Kun menjelaskan bahwa ekonomi desa di Indonesia pada dasarnya bergerak dalam ekosistem yang mandiri. Aktivitas produksi, distribusi, hingga konsumsi masyarakat desa sebagian besar berlangsung di dalam rantai pasok lokal dan menggunakan mata uang Rupiah. Karena itu, fluktuasi nilai tukar Dolar AS tidak secara langsung mengguncang kehidupan ekonomi masyarakat desa sebagaimana yang terjadi di sektor perkotaan yang sangat bergantung pada barang impor, industri berbahan baku luar negeri, maupun pola konsumsi modern.

“Presiden Prabowo Subianto sedang mengingatkan bangsa ini bahwa fondasi ekonomi Indonesia yang sesungguhnya berada di desa. Ketahanan pangan, pasar tradisional, hasil bumi, serta aktivitas ekonomi rakyat menjadi jangkar nasional di tengah badai ekonomi global,” ujar Prof. Kun Nurachadijat.

Lebih lanjut, ia menilai berbagai program strategis pemerintahan Presiden Prabowo bukan sekadar agenda sosial, melainkan desain besar penguatan ekonomi nasional berbasis kerakyatan. Program Makan Bergizi Gratis, misalnya, dipandang sebagai stimulus ekonomi sirkular yang mampu menciptakan pasar tetap bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM desa. Kebutuhan pangan program tersebut diserap langsung dari produksi lokal sehingga perputaran uang tetap berada di dalam negeri dan tidak terpengaruh volatilitas mata uang asing.

Selain itu, penguatan kelembagaan melalui Koperasi Desa Merah Putih disebut menjadi instrumen penting untuk menjaga agar nilai tambah ekonomi tidak keluar dari daerah. Koperasi didorong menjadi pusat distribusi, konsolidasi hasil panen, sekaligus tulang punggung rantai pasok nasional berbasis desa. Pendekatan serupa juga diperkuat melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui akses infrastruktur, distribusi, dan pasar yang lebih terintegrasi.

Menurut Prof. Kun, kolaborasi antara program pangan nasional, koperasi desa, dan penguatan kawasan pesisir akan melahirkan ekosistem ekonomi yang resilien dan berdaulat. “Ketika uang berputar di desa, produksi pangan berasal dari rakyat sendiri, dan konsumsi dipenuhi dari hasil bumi nasional, maka Indonesia memiliki kekuatan ekonomi yang jauh lebih kokoh dibanding sekadar bergantung pada dinamika pasar global,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pemerintah tetap harus menjaga stabilitas makroekonomi melalui peran Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan. Namun di saat yang sama, masyarakat perlu membangun optimisme bahwa Indonesia memiliki kekuatan domestik yang besar apabila desa, koperasi, dan sektor pangan terus diperkuat secara serius dan berkelanjutan.
“Jika desa dan kampung nelayan kita kuat, maka Indonesia akan tetap berdiri tegak menghadapi tekanan ekonomi global apa pun. Inilah esensi kemandirian ekonomi nasional yang sedang dibangun Presiden Prabowo Subianto,” tutup Prof. Kun Nurachadijat.(Red)

Harapan Jakarta Social Impact Tentang Program Sekolah Swasta Gratis

Harapan Jakarta Social Impact atas Keberlanjutan dan Pengawasan Program Sekolah Swasta Gratis di Jakarta

Jakarta – Ketua Jakarta Social Impact (JSI), Ferdiansyah Hermawan, menyampaikan catatan konstruktif terkait keberlanjutan program Sekolah Swasta Gratis yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

JSI menyambut baik inisiatif tersebut sebagai salah satu terobosan sosial paling progresif dalam satu dekade terakhir. Namun demikian, Ferdiansyah menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada pengawasan yang ketat di lapangan serta jaminan keberlanjutan anggaran (fiscal sustainability) dalam jangka panjang.

“Kami mendukung penuh program ini. Namun perlu diingat, dampaknya baru akan terlihat dalam jangka panjang—setidaknya dalam satu hingga dua siklus pendidikan. Oleh karena itu, pengawasan harus dilakukan secara ketat oleh aparat, DPRD, dan masyarakat sipil agar tidak terjadi penyimpangan,” ujarnya.

Ia mengingatkan potensi risiko praktik-praktik yang dapat merusak integritas program, seperti jual-beli kursi, pungutan liar, maupun biaya tambahan yang tidak semestinya. Menurutnya, hal tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.

Lebih lanjut, Ferdiansyah menyoroti pentingnya optimalisasi sistem pengawasan berbasis data melalui Data Pokok Peserta Didik (Dapodik) yang telah diinisiasi oleh Dinas Pendidikan. Ia menilai, sistem tersebut perlu diperkuat dengan mekanisme pelaporan cepat berbasis masyarakat, seperti aplikasi pengaduan maupun pembentukan posko aduan di tingkat kecamatan.

Selain itu, JSI juga mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk terus meningkatkan alokasi anggaran pendidikan di tahun-tahun mendatang. Hal ini penting guna mengantisipasi kenaikan inflasi serta kebutuhan operasional sekolah, sekaligus memperluas cakupan program agar dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah dengan angka putus sekolah yang masih tinggi.

“Keberlanjutan adalah kunci. Program ini tidak boleh berhenti sebagai janji politik musiman, melainkan harus menjadi kebijakan berkelanjutan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Ferdiansyah.

KOWANI Galang Kekuatan Organisasi Perempuan Nasional untuk Kawal “Kebaya Goes to UNESCO”

KOWANI Galang Kekuatan Organisasi Perempuan Nasional untuk Kawal “Kebaya Goes to UNESCO”

Jakarta – Tepat Peringatan Hari Kartini 21 April 2026, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) mengukuhkan posisi strategisnya sebagai lokomotif diplomasi budaya. Dimana menyelenggarakan perhelatan akbar bertajuk “KOWANI Goes to UNESCO”.

Acara yang diselenggarakan secara masif di jantung ibu kota ini menjadi sangat bersejarah. Karena berhasil menghimpun kehadiran para pemimpin dan perwakilan dari 111 organisasi perempuan di seluruh Indonesia.

“Kehadiran seratus sebelas organisasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan pernyataan sikap kolektif bahwa perempuan Indonesia berdiri solid di belakang satu misi besar: memastikan kebaya diakui oleh dunia sebagai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage) dari Indonesia,” kata Ketua Umum KOWANI, Ibu Nannie Hadi Tjahjanto, melalui rilis media, Rabu (29/4/2026) di Jakarta.

Sebelumnya Ibu Nannie dalam orasi kebudayaannya yang menggugah, menegaskan bahwa momentum Hari Kartini 21 April 2026 harus menjadi titik balik bagi kedaulatan budaya bangsa. Beliau memaparkan bahwa kebaya adalah benang merah yang menjahit keberagaman nusantara, sebuah busana yang melampaui sekat-sekat etnisitas dan strata sosial.

Ibu Nannie Hadi Tjahjanto juga menekankan, langkah “Goes to UNESCO” ini adalah bentuk penghormatan tertinggi kepada perjuangan RA Kartini yang dahulu menggunakan kebaya sebagai simbol perlawanan dan martabat intelektual.

“Dengan hadirnya 111 organisasi keperempuanan, KOWANI ingin menunjukkan kepada komunitas internasional, bahwa dukungan untuk kebaya bersifat inklusif dan mengakar kuat. Termasuk didukung penuh oleh seluruh elemen masyarakat dari berbagai latar belakang profesi, agama, dan daerah,” ucapnya.

Rangkaian acara ini diisi dengan prosesi penandatanganan “Komitmen Ibu Bangsa” oleh seluruh ketua umum dari 111 organisasi yang hadir. Dokumen komitmen ini akan menjadi bukti otentik partisipasi masyarakat (community involvement) yang merupakan syarat krusial dalam penilaian dosir oleh komite UNESCO di Paris.

“KOWANI secara sadar mengambil peran sebagai fasilitator utama yang memastikan bahwa setiap organisasi perempuan di tanah air, dari Sabang sampai Merauke, memiliki rasa kepemilikan yang sama terhadap proses pengajuan ini,” tukas Ibu Nannie.

Kata dia, sinergi ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa pelestarian budaya hanya menjadi beban pemerintah. Melainkan menjadi tanggung jawab moral setiap individu yang bernaung di bawah panji-panji organisasi kewanitaan.

Selain aspek administratif, KOWANI juga meluncurkan kampanye literasi budaya yang bertujuan untuk mengedukasi generasi muda mengenai ragam dan filosofi kebaya nusantara.

Ibu Nannie Hadi Tjahjanto mengingatkan, pengakuan UNESCO hanyalah sebuah awal; tugas yang lebih berat adalah menjaga agar kebaya tetap menjadi “warisan yang hidup” atau living heritage.

“Oleh karena itu, melalui kekuatan jejaring 111 organisasi yang menyentuh jutaan anggota di seluruh pelosok negeri, KOWANI berkomitmen untuk memasyarakatkan kembali penggunaan kebaya dalam berbagai ruang publik, menjadikannya busana, yang adaptif terhadap zaman tanpa harus menanggalkan pakem dan identitas aslinya,” ungkap Ibu Nannie.

Perayaan Hari Kartini 2026 ini pun diakhiri dengan parade visual yang memukau, di mana ribuan perempuan dari 111 delegasi. Para organisasi tampil dengan identitas kebaya khas daerah masing-masing, menciptakan mozaik budaya yang luar biasa di hadapan publik.

Langkah ini adalah sinyal kuat bagi dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang kaya dan sangat menjaga akar tradisinya. KOWANI yang memegang status konsultatif di ECOSOC Perserikatan Bangsa-Bangsa berjanji akan terus mengawal proses diplomasi, sehingga kebaya resmi ditetapkan sebagai milik Indonesia di mata dunia,” tambah Ibu Nannie.

Terakhir katanya, bagi masyarakat yang ingin memberikan dukungan atau mengetahui lebih lanjut mengenai perkembangan pendaftaran ini, dapat menghubungi sekretariat humas di Gedung KOWANI Jakarta. (red)

Indonesia Akan Keluar Dari ‘Kutukan’ Pertumbuhan 5% On The Way 6% 

Oleh : Syafrudin Budiman, SIP || Ketua Umum DPP Perhimpuan UKM Indonesia.

JAKARTA — Selama ini dari 12 Tahun, pertumbuhan ekonomi Republik Indonesia (RI) berkutat atau stagnan di kisaran 5 persen. Dimulai dari 2014 jaman awal pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla, kemudian periode kedua Joko Widodo – KH. Ma’ruf Amin dan 1 tahun pemerintahan Presiden Praboowo Subianto – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka 2025-2026.

Diberitakan kompas.id, 15 Februari 2025 pertumbuhan ekonomi Indonesia secara konsisten berada di kisaran 5 persen (sering disebut 5 percent growth trap) terutama sejak tahun 2014. Tren ini berlanjut selama satu dekade terakhir, termasuk pasca-pandemi, dengan capaian 5,31 persen pada 2022, 5,05 persen pada 2023, dan berlanjut ekonomi Indonesia tumbuh 5,03% pada 2024, dan tumbuh 5,11% pada 2025.

Sementara Ekonomi Indonesia tahun 2026 diprediksi  pertumbuhan berada di kisaran 4,9%–5,7% yoy. Pertumbuhan ini ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, konsumsi rumah tangga, investasi, serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Sektor hilirisasi SDA dan belanja pemerintah menjadi pendorong utama, dengan potensi pertumbuhan kuartal I-2026 mencapai 5,5%–6%. (Rilis Kemenkue, 27 Januari 2026).

Disampaikan, Kemenkeu pada triwulan IV 2025, Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur berada di zona ekspansi berdasarkan survei S&P Global, penjualan ritel tumbuh positif, dan neraca perdagangan mencatat surplus.

Pertumbuhan uang primer (M0) di Desember 2025 tercatat tinggi sebesar 11,4% yoy dipengaruhi oleh koordinasi pelonggaran kebijakan fiskal dan moneter sejalan dengan stimulus fiskal Pemerintah di akhir tahun dan ekspansi likuiditas bank sentral. Penempatan kas negara di perbankan turut meningkatkan pertumbuhan M0 dan menurunkan biaya dana perbankan.

Sementara itu, pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 tercatat sebesar 9,6% yoy, antara lain dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2025 diprakirakan berada di sekitar 5,2%.

Purbaya Optimis Ekonomi Kuartal I/2026 Tumbuh 6%

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa secara optimistis memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh 6% kuartal I/2026, didukung belanja APBN Rp809 triliun, melampaui prediksi sebelumnya 5,6%. Ia juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2026 yakni mencapai 6%.

Pada acara Indonesia Economic Outlook 2026, Purbaya memperkirakan momentum pertumbuhan ekonomi Tanah Air pada 2025 akan berlanjut sampai dengan tahun ini. Pada tahun lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,11% dan khusus pada kuartal IV/2025 sebesar 5,39%.

“Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat tahun 2025 akan terus berlanjut hingga tahun 2026. Prediksi kami di triwulan pertama, di triwulan pertama ekonomi kita bisa tumbuh antara 5,5% sampai dengan 6%,” terangnya di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Prediksi ini lebih tinggi dari yang sebelumnya sudah disampaikan oleh Purbaya maupun jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sebelumnya, dengan bantuan stimulus ekonomi Idulfitri 2026, otoritas fiskal memprediksi pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama tahun ini mencapai 5,6%.

Menurut Purbaya, apabila target pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026 sebesar 6% tercapai, maka Indonesia bisa keluar dari ‘kutukan’ pertumbuhan 5%. Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu mengatakan, dorongan pencapaian target pertumbuhan ekonomi awal 2026 itu turut berasal dari belanja APBN yang ditargetkan Rp809 triliun.

“Belanja negara di Q1 2026 ini akan mencapai Rp809 triliun. Kami juga melakukan dorongan investasi, dorongan konsumsi, percepatan MBG Rp62 triliun, ada belanja lain-lain serta paket stimulus Rp13 triliun. Jadi kami keluarkan semua belanja di triwulan pertama untuk memastikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi masih akan berkelanjutan,” terangnya.

Adapun sepanjang tahun Purbaya memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai kisaran 5,4% sebagaimana ditargetkan APBN, hingga 6%. Prediksi pertumbuhan ekonomi ini melebihi yang diperkirakan Kemenko Perekonomian.

Menko Airlangga Hartarto Prediksi Tumbuh 5,4% sampai 5,6%

Pada acara yang sama, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memprediksi ekonomi Indonesia bisa tumbuh dalam rentang target 5,4% sampai dengan 5,6% pada 2026.

“Pertumbuhan ekonomi ditargetkan di tahun 2026 5,4% dengan potensi hingga 5,6%,” terang Airlangga kepada Presiden Prabowo Subianto di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026), sebagaiman dilansir dari bisnis.com, Jumat (15/2/2026).

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Optimis 6%

Ekonomi Indonesia tahun 2026 diprediksi menguat dengan pertumbuhan di kisaran 4,9%–5,7% yoy. Pertumbuhan ini ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, konsumsi rumah tangga, investasi, serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Sektor hilirisasi SDA dan belanja pemerintah menjadi pendorong utama, dengan potensi pertumbuhan kuartal I-2026 mencapai 5,5%–6%. (Kementerian Keuangan RI, Januari 2026).

Poin-Poin Utama Prediksi Ekonomi Indonesia 2026:

Proyeksi Pertumbuhan: Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan di angka 4,9%–5,7%, sementara lembaga lain seperti Permata Bank memprediksi 5,1%–5,2%, dan APINDO memperkirakan 5%–5,4%.

Motor Penggerak Utama: Konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap menjadi penyumbang terbesar (sekitar 53% PDB) karena daya beli yang stabil dan inflasi yang terkendali.

Investasi dan Hilirisasi: Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi akan meningkat, didukung oleh hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) dan proyek strategis.

Dukungan Pemerintah: Belanja APBN yang dipercepat dan stimulus seperti Tunjangan Hari Raya (THR) diprediksi mendorong konsumsi pada kuartal I-2026.

Tantangan Eksternal: Meskipun optimis, ekonomi tetap dihadapkan pada risiko global, perlunya reformasi struktural, dan kesinambungan investasi. (CNBC Indonesia, 31 Desember 2025).

Secara keseluruhan, prospek ekonomi 2026 dinilai cerah dan menunjukkan tren positif pasca-2025.

Apa Kata Pengamat Ekonomi

Memasuki tahun baru 2026, delapan ekonom tanah air memperkirakan kondisi perekonomian Indonesia akan mengalami perbaikan, dengan laju pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dari 2025.

Mereka menganggap konsumsi rumah tangga yang menjadi pendorong utama pertumbuhan, dengan porsi sekitar 53% terhadap produk domestik bruto (PDB) akan mengalami perbaikan. Ditopang oleh kebijakan pemerintah yang tengah fokus memperbaiki daya beli masyarakat melalui berbagai kebijakan insentif, baik dari sisi fiskal maupun moneter.

Di sisi lain, komponen kedua terbesar, yakni pembentukan modal tetap bruto (PMTB) juga akan mengalami penguatan, didukung sinyal makin gencarnya investasi yang porsinya 29,15% terhadap PDB. Lalu, kinerja ekspor yang memiliki porsi 22,18% PDB juga masih berpotensi terjaga dengan prospek iklim perdagangan dunia yang makin kondusif.

Percepatan Pertumbuhan

Delapan ekonom yang berasal dari institusi lembaga jasa keuangan hingga think tank kompak memperkirakan ekonomi Indonesia mampu mengalami percepatan pertumbuhan pada 2026, bila dibandingkan 2025.

Namun, mereka menganggap, laju pertumbuhannya tak akan secepat target pemerintah dalam UU APBN 2026 sebesar 5,4%. Bahkan, di antaranya mematok proyeksi pertumbuhan di kisaran bawah target pertumbuhan ekonomi pemerintah untuk 2025 yang sebesar 5,2%.

Tim ekonom BCA misalnya, di bawah kepemimpinan Kepala Ekonom BCA David Sumual memperkirakan, laju pertumbuhan PDB riil pada 2026 hanya akan tumbuh di kisaran 5,1%, sedikit lebih tinggi dari prospek pertumbuhan keseluruhan tahun ini sebesar 5%.

Daya dorongnya terletak pada stimulus fiskal dan moneter yang gencar didorong pemerintah dan Bank Indonesia pada tahun itu, sehingga akan mendongkrak investasi dan konsumsi masyarakat. Namun, ada faktor penghambat pertumbuhan yang masih tak kunjung membaik dan menjadi masalah struktur, yakni lambatnya pertumbuhan pendapatan masyarakat.

“Prospek makroekonomi Indonesia diperkirakan akan mengalami perbaikan moderat pada 2026, didukung oleh kebijakan fiskal ekspansif untuk meningkatkan konsumsi dan suku bunga pinjaman yang lebih rendah untuk merangsang investasi, meskipun masalah struktural di sektor rumah tangga akan terus membatasi momentum tersebut,” dikutip dari BCA 2026 Indonesia Economic Outlook, Selasa (30/12/2025).

Prospek pertumbuhan 5,1% juga dikeluarkan oleh Ekonom CGS International Sekuritas Indonesia Wisnu Trihatmojo. Terutama karena tekanan PHK telah mereda hingga mampu mendorong daya beli masyarakat meski tingkat pendapatan masih rendah. Selain itu, laju investasi juga akan mampu terdorong oleh BPI Danantara.

Sementara itu Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 akan mampu ke atas level kisaran 5,1%-5,2% setelah laju pertumbuhan pada 2025 akan berada di kisaran 5%-5,1%.

Sedikit lebih cepatnya proyeksi laju pertumbuhan itu, kata Josua, disebabkan makin besarnya ruang penurunan suku bunga acuan BI yang berpotensi mendorong lebih cepat konsumsi dan investasi, terutama karena terus terjaganya tekanan inflasi di kisaran bawah 3% sepanjang tahun ini.

“Konsumsi membaik seiring dukungan kebijakan pemerintah dan biaya pinjaman yang lebih ringan, sementara investasi didorong proyek bangunan serta ekspansi dunia usaha yang mulai pulih ketika suku bunga menurun,” tegas Josua.

Sama halnya dengan Ekonom Maybank Myrdal Gunarto yang turut memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi pada 2026 memang bisa mencapai ke titik 5,21% akibat faktor kondusifnya situasi ekonomi domestik. Ekonom UOB Kay Hian Surya Wijaksana bahkan lebih percaya diri lagi, laju pertumbuhan bisa menembus ke level 5,3% pada 2026 karena adanya indikator perbaikan daya beli kelas menengah dan kelas atas.

Proyeksi 5,3% juga disampaikan oleh Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian dari prospek pertumbuhan pada 2026 yang ia sebut hanya akan di kisaran 5,06%. Terutama karena arah kebijakan pemerintah dan bank sentral yang sangat tegas pro pertumbuhan.

Sementara itu, dari lembaga think tank, seperti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memperkirakan, laju pertumbuhan pada 2026 hanya akan berada pada kisaran 4,9%-5,1%. Strategic Research Manager CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menitikberatkan pada tekanan upah riil masyarakat yang berpotensi menahan laju pertumbuhan.

“Konsumsi diperkirakan belum pulih secara signifikan, tercermin dari tekanan pada upah riil di sejumlah sektor utama dan lambatnya transmisi stimulus ke daya beli masyarakat,” ucap Rendy.

Sedangkan Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P Sasmita memperkirakan, pertumbuhan ekonomi tanah air pada tahun depan hanya akan berada pada kisaran 5%-5,4%.

“Konsumsi rumah tangga, saya meyakini akan tetap tumbuh, tetapi agak melambat secara struktural, seiring tekanan biaya hidup dan perubahan pola belanja kelas menengah,” katanya dilansir dari CNBC Indonesia “8 Ekonom Bicara Prospek Ekonomi RI pada 2026, Simak!”

Keluar Dari Kutukan Pertumbuhan 5%

Proyeksi penulis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melesat sampai 6% ke atas sebagaimana cita-cita harapan Presiden Prabowo Subianto sebesar 6-8%. Hal ini sangatlah rasional mengingat diprediksi kwartal I akan tumbuh sekitar 6 persen, dimana Januari-Maret terjadi kosumsi masyarakat yang tinggi di liburan bulan Januari dan perputaran keuangan bulan puasa Februari-Maret 2026.

Jika kita melihat arah kiblat ekonomi politik Presiden Prabowo Subianto baik dari sisi Visi-Misi, teori ekonomi politik dan landasan ekonomi politik nasional. Prabowo Subianto lebih mengarah kepada kiblat kemandirian politik nasional dengan isu-isu ekonomi kerakyatan dan negara kesejahteraan.

Prabowo Subianto selalu membahas berbagai isu penting dan strategis di tingkat global, yang berdampak pada kehidupan bangsa Indonesia, mulai dari isu ketahanan pangan, krisis energi, ancaman krisis keuangan di berbagai negara lain, serta sejumlah tantangan yang sedang dihadapi masyarakat dunia.

Prabowo Subianto juga membahas tentang strategi dan sinergi antar kementerian untuk menghadapi situasi dunia yang tidak menentu dan penuh dengan ketidakpastian, seperti tantangan krisis pangan, energi dan keuangan, sebagai dampak dari konflik Rusia-Ukraina, konflik Israek-Palestina, perang dagan AS-Cina, serta recovery paska pandemi Covid-19.

Salah satu contohnya yakni tentang teknis terkait isu ketahanan pangan dan sumber daya energi (SDE), melalui peningkatan produktivitas dan hilirisasi di dalam negeri, serta mengurangi ketergantungan impor pangan.

Karena itu penulis optimis perekonomian Indonesia akan terus tumbuh melesat on the way (otw) 6% dan menuju 8%. Karena itu penulis yakin di bawah pmerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, kutukan 5% persen nilai pertumbuhan ekonomi selama 12 tahun sejak 2014 bisa terpecahkan. (*)

Jakarta, 24 Februari 2026

Ketua KPTIK Dukung Arah Presiden Lakukan Efisiensi Lewat WFH, Melalui Warung Digital dan Maestro Teacher

Foto: istimewa

Jakarta – Menanggapi arahan Presiden Prabowo Subianto terkait langkah efisiensi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui skema Work From Home (WFH), Ketua Umum Komite Penyelarasan Teknologi Informasi dan Komunikasi (KPTIK), Dedi Yudianto, MBA, menyatakan dukungan penuh atas kebijakan strategis pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian global.

Dedi sapaan akrabnya menyatakan, efisiensi energi ini dapat berjalan selaras dengan peningkatan produktivitas masyarakat hingga ke pelosok desa. Dimana dirinya menciptakan program digital melalui optimalisasi ekosistem Warkop Digital.

“Program Warkop Digital ini sebagai solusi konkret dan juga menjadi pusat kegiatan ekonomi dan kerja jarak jauh, yang terintegrasi di tingkat Kelurahan dan Desa. Kehadiran fasilitas ini memungkinkan masyarakat tetap bekerja dan berbisnis tanpa harus melakukan mobilitas harian, yang memakan biaya transportasi dan BBM tinggi,” kata Dedi Yudianto di Jakarta, Senin (16/3/2026) melalui siaran persnya.

Menurutnya, arahan Bapak Presiden Prabowo untuk melakukan efisiensi BBM melalui WFH adalah langkah yang sangat adaptif. Namun, efisiensi ini tidak boleh membuat kita berhenti bergerak.

“Melalui optimalisasi Warkop Digital di klaster-klaster Kelurahan dan Desa, masyarakat bisa tetap produktif mencetak nilai ekonomi langsung dari wilayah tempat tinggalnya,” tegas Dedi Yudianto.

Saat ini, program Warkop Digital telah terbukti berjalan nyata dengan terbentuknya 50 titik lokasi strategis yang tersebar dari ujung ke ujung Nusantara. mulai dari Miangas hingga Pulau Rote, serta dari Aceh hingga Papua. Penyebaran yang merata ini memastikan bahwa fasilitas WFH dan akses ekonomi digital tidak lagi dimonopoli oleh masyarakat di kota besar.

Sehingga kata Dedi, untuk semakin menggenjot produktivitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di desa, KPTIK mengumumkan terobosan baru bernama program Maestro Teacher. Melalui kolaborasi strategis dengan Cybers Academy, program ini akan menghadirkan para pemimpin dan praktisi top dari industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk turun tangan mendidik talenta daerah.

“Infrastruktur kita sudah siap di 50 lokasi. Kini, melalui kolaborasi dengan Cybers Academy dalam program Maestro Teacher, para pemimpin industri TIK akan membagikan ilmunya secara hybrid langsung ke outlet-outlet Warkop Digital,” tambah Dedi.

Ia menjelaskan lebih lanjut, “Dengan sistem hybrid ini, pemuda dan masyarakat di desa tidak hanya bisa bekerja dari lingkungannya sendiri, tetapi juga mendapatkan transfer knowledge dan pelatihan keterampilan digital bertaraf industri tanpa harus merantau ke kota. Efisiensi BBM tercapai, namun roda ekonomi dan lapangan kerja berbasis digital di desa justru semakin berlari kencang.”

Ke depan, KPTIK berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan Warkop Digital dan Cybers Academy, menjadikannya tulang punggung bagi pemerataan ekonomi digital sekaligus pendukung utama program-program strategis pemerintah pusat. (red)

Optimalkan Penjualan Bisnis dengan CRM dan Tim Sales

Menjelaskan bagaimana CRM bantu tim sales bekerja lebih efektif dan tingkatkan penjualan dengan lebih terstruktur dan efisien.

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, kamu pasti setuju kalau menjual produk saja nggak cukup. Sekarang, pelanggan lebih memilih brand yang bisa kasih pengalaman menyenangkan, cepat tanggap, dan tahu apa yang mereka butuhkan. Nah, di sinilah peran CRM dan tim sales adalah kunci suksesnya.

Kalau kamu masih mengandalkan metode lama buat kelola data pelanggan atau kerja tim sales belum terstruktur, yuk kita bahas kenapa dua hal ini penting banget buat kamu perhatikan.

Kenapa CRM Penting untuk Pertumbuhan Bisnismu?

Banyak pelaku bisnis yang masih belum sadar kalau kehilangan data pelanggan bisa berarti kehilangan peluang besar. CRM atau Customer Relationship Management bukan cuma soal simpan kontak pelanggan. Lebih dari itu, CRM bantu kamu memahami perilaku mereka, mencatat interaksi, hingga mengatur strategi follow-up yang tepat sasaran.

Dengan CRM, kamu bisa:

1. Pantau histori interaksi pelanggan. Jadi, kamu tahu kapan harus follow-up atau kasih penawaran baru.

2. Segmentasi pelanggan otomatis. Biar kamu bisa fokus pada target yang paling berpotensi.

3. Bantu tim sales kerja lebih cepat dan efisien.

Intinya, CRM bantu kamu “menghafal” ribuan pelanggan tanpa perlu repot mencatat satu-satu.

Sales Adalah Ujung Tombak Bisnis, Tapi Perlu Dukungan Data

Kalau kita ngomongin soal penjualan, tentu nggak bisa lepas dari yang namanya tim sales. Tapi sekarang, sales adalah bukan cuma tentang menawarkan produk. Mereka harus jadi konsultan buat pelanggan, tahu kapan waktu yang tepat buat pitching, dan paham kebutuhan klien sebelum mereka bicara.

Nah, bagaimana caranya tim sales bisa bekerja seefisien itu? Jawabannya: data. Dan di sinilah CRM sangat membantu.

Beberapa manfaat yang dirasakan tim sales saat menggunakan CRM:

1. Tahu status setiap prospek. Mana yang baru tanya-tanya, mana yang sudah hampir closing.

2. Bisa atur jadwal follow-up otomatis.

3. Nggak perlu tanya tim marketing soal riwayat klien, semua data bisa diakses langsung.

Kolaborasi antara CRM dan tim sales bikin proses penjualan jadi lebih cepat, akurat, dan yang pasti—lebih profesional.

Tips Praktis Menggabungkan CRM dan Strategi Penjualan

Buat kamu yang baru mulai atau masih ragu pakai CRM, coba mulai dari langkah kecil dulu. Ini beberapa tips yang bisa kamu terapkan:

1. Pilih CRM yang sesuai kebutuhan tim sales. Jangan terlalu kompleks, yang penting user-friendly.

2. Latih tim sales untuk pakai CRM setiap hari. Semakin sering digunakan, semakin maksimal hasilnya.

3. Gunakan fitur analitik untuk evaluasi performa. Lihat laporan mingguan untuk tahu strategi mana yang efektif.

4. Integrasikan CRM dengan channel komunikasi utama. Misalnya WhatsApp, email, atau media sosial.

Dengan langkah-langkah ini, kerja tim sales kamu bakal lebih ringan dan hasilnya pun bisa lebih maksimal.

Penutup

Jadi, kalau kamu ingin bisnis terus berkembang, saatnya berhenti kerja manual dan mulai pakai sistem yang bantu semua jadi lebih rapi. CRM bukan cuma alat, tapi partner terbaik buat bantu tim sales kamu closing lebih banyak.

Ingat, penjualan itu soal membangun hubungan, bukan sekadar jualan cepat. Dan untuk bangun hubungan itu, kamu butuh data, strategi, dan tentu saja—alat bantu yang tepat.

Semoga artikel ini bisa kasih kamu insight baru ya. Selamat mencoba dan semoga penjualanmu terus naik! Untuk informasi lebih lanjut kunjungi Barantum dan coba produk secara gratis selama 7 hari!