Halal Center Monas Perkuat Pendampingan Sertifikasi Halal bagi UMKM, Guna..

@Halal Center Monas Perkuat Pendampingan Sertifikasi Halal bagi UMKM, Dorong Pemanfaatan Kuota Gratis Nasional, (istimewa)

JAKARTA|| — Halal Center Monas yang berlokasi di wilayah Pondok Labu, Jakarta Selatan, sebagai Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H), menegaskan komitmennya dalam mempercepat sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Komitmen ini sejalan dengan masih besarnya kuota sertifikasi halal gratis yang disediakan pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal.

Berdasarkan informasi resmi BPJPH, dari total kuota 1 juta sertifikasi halal gratis, baru sekitar 40 persen yang terserap. Artinya, masih tersedia sekitar 60 persen kuota yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelaku usaha di seluruh Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, tokoh masyarakat sekaligus penggerak Halal Center Monas, Suhari, menegaskan bahwa peran pendampingan menjadi kunci utama agar UMKM tidak hanya mengetahui program, tetapi benar-benar mampu mengakses proses sertifikasi halal secara tepat, mudah, dan cepat.

“Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pelaku usaha. Halal Center Monas hadir untuk memastikan masyarakat tidak berjalan sendiri, melainkan mendapatkan pendampingan menyeluruh hingga terbitnya sertifikat halal,” ujarnya di sela kegiatan Halal Bihalal di Pondok Labu, Jakarta Selatan (28/4).

Ia juga menegaskan bahwa gerakan Halal Center Monas tidak hanya berfokus di wilayah DKI Jakarta, melainkan telah bergerak dan menjangkau berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem halal nasional.

Lebih lanjut, Ust. Suhari Monas mengaitkan langkah ini dengan sinergi yang telah terbangun bersama Kementerian Agama Republik Indonesia wilayah DKI Jakarta. Dalam kegiatan silaturahmi strategis bersama Kepala Kantor Wilayah Kemenag DKI Jakarta, KH. Adib, ia menekankan pentingnya edukasi langsung di tingkat pasar.

“Penguatan melalui penyuluh agama di tiap pasar membuat gerakan kita semakin efektif di lapangan, termasuk dalam pendampingan sertifikasi halal bagi para pedagang,” ungkapnya.

Melalui pendekatan kolaboratif antara komunitas pedagang, pemerintah, dan lembaga pendamping, Halal Center Monas optimistis percepatan sertifikasi halal akan berdampak langsung pada peningkatan daya saing produk UMKM, sekaligus memperkuat ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat nasional.

Halal Center Monas juga mengajak seluruh pelaku usaha, khususnya di sektor pasar tradisional dan UMKM, untuk segera memanfaatkan fasilitas sertifikasi halal gratis sebelum kuota terpenuhi, dengan dukungan pendampingan profesional yang tersedia dari awal hingga akhir proses.

(Red/Bar D.S)

Tercium Aroma Dugaan Persengkokolan Jahat Majelis Hakim PN Labuan Bajo dan Erwin Bebek Merampas Tanah Negara

Foto : Istimewa

Manggarai Barat – Kawasan Labuan Bajo memanas, iklim investasi diduga kuat tercoreng oleh ulah terduga jaringan mafia tanah. Protes mulai menguat dari publik Labuan Bajo.

Sekitar 500 massa publik akan turun ke jalan, demo 3 hari, mulai 7 hingga 9 April 2026. Dimana sasaran demonstran akan ditujukan ke Pengadilan Negeri, BPN, dan Kejaksaan Negeri Labuan Bajo.

Hal ini gara-gara masalah aktivitas busuk terduga mafia tanah yang sudah lama membungkus ‘tanah Negara’, jadi milik pribadi. Ini serius.

“Publik tak bisa berdiam diri lagi setelah adanya putusan perkara perdata tertanggal 10 Maret 2026 dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Labuan Bajo. Dimana putusan tersebut dinilai mengabaikan fakta keberadaan Tanah Negara, yang justru dianggap melegitimasi kepemilikan pribadi atas tanah aset negara itu,” kata Florianus Surion salah satu pemilik tanah di Kerangan, Labuan Bajo kepada media, Jumat (27/3/2025) di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Ia menduga Majelis Hakim ada main mata dengan Santosa Kadiman, broker tanah Hotel bintang 5, The St Regis Labuan Bajo. Dimana sampai-sampai ada putusan perdata bahwa Tanah Negara “sah tanah milik perseorangan”.

Dari info yang beredar, dugaan perampasan Tanah Negara itu berawal sejak 29 Januari 2015 ketika Santosa Kadiman sebagai pembeli dalam akta PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) tanah seluas +- 40 ha. Yang mana obyek tanahnya masih sengketa, inklud di dalamnya ternyata ada Tanah Negara.

“Publik Labuan Bajo skeptis ketika Pemimpin mereka, Bupati dan DPRD diam saja selama 16 tahun sampai detik ini,” ujar Fery Adu sapaan akrab Florianus Surion.

Kata dia, kuat dugaan Santosa Kadiman dan Beatrix Seran Nggebu (istri Nikolaus Naput) menggelapkan atau merampas tanah Negara itu. Seperti publik ketahui, bahwa di lokasi Tanah Negara tersebut terdapat juga jalan raya Pemda selebar 8 m ( delapan meter) menuju sempadan pantai.

“Akan tetapi saat kini ditutup gerbang besi, akses jalan raya dan tanah negara tersebut diduduki begitu saja oleh Santosa Kadiman dan Menantu Beatrix Seran Nggebu (istri dari Nikolaus Naput,” ucap Fery ada menyesalkan kejafian ini.

Bagi publik Labuan Bajo, sikap “diam” Pemda ini mengecewakan. Putusan PN juga bukan sekadar kekeliruan administratif. Mereka melihatnya sebagai indikasi serius adanya dugaan persengkokolan jahat pelayan publik yang tidak berintegritas dan tidak profesional dalam proses perampasan Tanah Negara.

“Pelayan publik ini ibarat pakai kacamata kuda, ia bersikap dan mengambil keputusan tanpa menggali substansi kebenaran adanya Tanah Negara,” tegas Fery Adu.

Dimana lokasi Tanah Negara itu?

Di Bukit Kerangan, tidak jauh dari kawasan 30 hektar milik Pemerintah Daerah. Keberadaan Tanah Negara di lokasi itu sebenarnya bukan hal baru. Hal ini tercatat dalam dokumen lama, termasuk surat alas hak atas nama Nasar Bin Haji Supu tertanggal 10 Maret 1990, serta surat jual beli tanggal 2 Mei 1990, antara Nasar Bin Haji Supu dan Nikolaus Naput.

“Dalam kedua dokumen tersebut, batas sebelah timur secara jelas disebut sebagai Tanah Negara. Fakta ini semakin kuat karena pada 3 Maret 2010, Lurah Labuan Bajo sebagai wakil Pemerintah turut menandatangani dan mengakui dokumen tersebut,” jelasnya.

Namun kata Fery Adu, kondisi di lapangan justru berbanding terbalik. Tanah yang disebut sebagai Tanah Negara itu kini diduduki dan dikuasai oleh perorangan.

“Nama yang disebut antara lain Rosyina Yulti Mantuh dan Albertus Alviano Ganti, yang merupakan menantu dari Nikolaus Naput dan Beatrix Seran Nggebu. Lebih jauh lagi, tanah tersebut diketahui telah masuk dalam transaksi melalui akta PPJB Notaris Billy Yohanes Ginta tertanggal 29 Januari 2014, yang melibatkan Santosa Kadiman alias Erwin Bebek, broker tanah proyek hotel bintang lima St. Regis di Labuan Bajo sebagai pembeli,” katanya panjang lebar.

Florianus Surion, atau yang akrab disapa Fery Adu, menyampaikan sikap tegas kelompoknya. Yang mana katanya, situasi saat ini memicu kemarahan publik.

“Kami mendesak Kejaksaan dan BPN agar segera amankan aset Tanah Negara di Kerangan, Kel. Labuan Bajo, yang diduga dikuasai oleh terduga mafia tanah. Kami usulkan agar Kejaksaan dan BPN segera pasang plang permanen ‘Tanah Negara’ di lokasi yang diduduki oleh Santosa Kadiman,” ucap Fery Adu.

Kata dia, saat ini anahnya sudah di-GU (Gambar Ukur) ke atas nama kedua Menantu Beatrix Seran & Nikolaus Naput. Kami juga menyerukan kepada Pengadilan Negeri Labuan Bajo agar dalam memutuskan perkara harus cermat meneliti kebenaran.

“Ini, yang kami lihat, justru seperti mengesahkan perampasan Tanah Negara oleh perorangan. Sungguh tidak berintegritas dan tidak profesional,” kata Fery Adu

Dirinya tidak hanya menyampaikan tuntutan, tetapi juga memaparkan rangkaian fakta yang menurutnya menunjukkan adanya pola penguasaan ilegal yang berlangsung lama. Fakta-fakta itu juga telah dituangkan dalam surat pemberitahuan aksi kepada Kapolres Manggarai Barat.

Ia menjelaskan, penguasaan Tanah Negara di Kerangan diduga telah berlangsung sejak 21 Oktober 1991 oleh ahli waris Beatrix Seran Nggebu bersama pihak keluarga. Selain itu, terdapat transaksi jual beli antar perorangan atas tanah yang diduga sebagai Tanah Negara melalui akta PPJB di Notaris Billy Yohanes Ginta pada 29 Januari 2014.

Tidak berhenti di situ, Fery juga menyoroti adanya pengesahan penguasaan tersebut melalui putusan perdata Pengadilan Negeri Labuan Bajo. Ia menilai hal ini semakin memperkuat dugaan adanya pembiaran, bahkan kemungkinan keterlibatan institusi dalam persoalan tersebut.

Pertama, Fakta adanya penguasaan & diduga perampasan Tanah Negara di Kerangan, Kel. Labuan Bajo sejak 21 Oktober 1991 sampai hari ini oleh ahli waris Beatrix Seran Nggebu beserta Menantunya.

Kedua, fakta adanya jual beli tanah Negara antar perorangan di Kerangan, Kel.Labuan Bajo, melalui akta PPJB ( Perjanjian Pengikatan Jual Beli) di Notaris Billy Ginta no.5 tanggal 29 Januari 2014.

Ketiga, Fakta adanya pengesahan penguasaan perorangan atas Tanah Negara oleh Pengadilan Negeri Labuan Bajo melalui Putusan Perkara Perdata obyek tanah di Kerangan, Kel.Labuan Bajo.

Keempat, fakta bahwa Kejaksaan merupakan Lembaga Penegak Hukum yang berotoritas & berwibawa untuk membela kepentingan Negara, antara lain mengamankan asset Tanah Negara demi kepentingan umum.

Lebih lanjut, Fery Adu menekankan bahwa indikasi perampasan terlihat jelas dari dokumen batas tanahz yang menyebutkan keberadaan Tanah Negara di sisi timur. Ia juga menyoroti penerbitan Gambar Ukur oleh BPN atas nama pihak perorangan sebagai bentuk dugaan pelanggaran.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Irjen Pol (Purn) Drs. I Wayan Sukawinaya. Ia menilai BPN seharusnya konsisten terhadap data yang telah diterbitkan sebelumnya.

“Tanah Negara tidak diperkenankan dikuasai perorangan begitu saja. Jika BPN sudah terbitkan SHM di baratnya itu dimana batas timurnya adalah Tanah Negara, maka dia harus konsisten. Tidak boleh melanggar dengan buat lagi pengukuran dengan surat alas hak perorangan di situ. Harusnya BPN menolak ketika ada perorangan mengajukan permohonan SHM dong ! Dengan BPN meladeni klaim perorangan itu, maka BPN pada saat itu patut diduga ikut merampas tanah Negara,” tegas I Wayan.

Selain itu pihaknya juga mendesak langkah tegas dari aparat penegak hukum. Dan ketika saat ini tersingkap fakta adanya Tanah Negara duduki perseorangan, maka Kejaksaan harus dan wajib menyita tanah tersebut untuk aset Negara tersebut.

“Supaya perampasan tanah Negara oleh para mafia tanah tidak terus berlangsung. Kejaksaan dan Bareskrim harus tegas dan usut tuntas. Termasuk di PPJB 40 ha Santosa Kadiman yang di dalamnya ada Tanah Negara,” harap I Wayan. (red)

Jejak Sejarah Dinasti Ponto-Pontoh

Jejak Sejarah Dinasti Ponto-Pontoh, Pilar Adat dan Peradaban di Sulawesi Utara

SULUT — Dinasti Ponto-Pontoh merupakan salah satu garis keturunan bangsawan yang memiliki jejak historis kuat dalam perkembangan adat, budaya, dan sistem pemerintahan tradisional di wilayah Bolaang Mongondow Utara.

Berasal dari kawasan Bolaangitang, dinasti ini memainkan peran penting sejak era kerajaan hingga masa kolonial di Sulawesi Utara.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa penggunaan nama “Ponto” pertama kali muncul melalui sosok Pangeran Bolaangitang, Class Ponto, yang tercatat dalam surat kepada penguasa VOC di Ternate pada tahun 1727.

Perkembangan selanjutnya ditandai dengan kepemimpinan Raja Bolaangitang, Salmon Muda Ponto juga dikenal sebagai Salomon Ponto dalam dokumen resmi yang secara tradisi dinobatkan sebagai raja pertama pada tahun 1793 dan kemudian diakui dalam administrasi kolonial Inggris sekitar tahun 1811.

Sejak masa tersebut, penggunaan marga Ponto-Pontoh menjadi identitas yang melekat pada para raja Bolaangitang hingga terbentuknya Kerajaan Kaidipang Besar pada tahun 1912, hasil penyatuan Kerajaan Bolaangitang dan Kaidipang. Dalam fase ini, Ram Suit Pontoh tercatat sebagai raja pertama sekaligus terakhir dari kerajaan gabungan tersebut.

Pengaruh Dinasti Ponto-Pontoh juga meluas ke wilayah kepulauan di Sulawesi Utara. Di Tahuna, tercatat Raja Soleman Ponto dan Christian Ponto; di Siau, tercatat Raja Nicholaas Ponto dan Jacob Ponto yang merupakan pangeran dari Kerajaan Bolaangitang yang diangkat menjadi raja; sementara di Manganitu, tercatat Lambert Ponto sebagai Presiden Pengganti Raja. Penyebutan nama-nama ini menegaskan luasnya peran dan pengaruh dinasti dalam sejarah pemerintahan tradisional di kawasan tersebut.

Hingga kini, garis keturunan tersebut tetap terhimpun dalam wadah Ikatan Keluarga Ponto-Pontoh (IKPP) yang anggotanya tersebar di berbagai penjuru Nusantara. Salah satu perwakilan generasi penerus, Iftiqar SA Ponto cicit dari Presiden Raja Bolaangitang Sinjo Ponto mengajak seluruh keluarga besar Ponto-Pontoh untuk terus berperan aktif dalam menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat serta kebudayaan, khususnya di Sulawesi Utara.

“Dinasti Ponto-Pontoh bukan sekadar garis keturunan, tetapi juga bagian penting dari identitas sejarah dan kebudayaan daerah yang harus dijaga bersama sebagai warisan untuk generasi mendatang,” ujarnya.(Red)

Halal Bihalal Keluarga Besar Ponto-Pontoh

Halal Bihalal Keluarga Besar Ponto-Pontoh: Mempererat Silaturahmi, Menjaga Warisan Leluhur Bolangitang‘ (Foto:istimewa/dok.google)

JABODETABEK — Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan pada momentum Idul Fitri 1447 H / 2026, keluarga besar Ponto-Pontoh yang berdomisili di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya kembali menggelar kegiatan Halal Bihalal sebagai bagian dari tradisi tahunan yang sarat nilai kekeluargaan dan pelestarian budaya.

Acara yang diselenggarakan di salah satu kediaman anggota keluarga Ponto-Pontoh ini berlangsung khidmat namun penuh keakraban, dihadiri oleh lintas generasi mulai dari para sesepuh, tokoh keluarga, hingga generasi muda dan anak-anak.

Keluarga besar Ponto-Pontoh dikenal sebagai bagian dari garis keturunan bangsawan yang memiliki akar sejarah kuat sebagai dinasti yang pernah berperan dalam struktur pemerintahan kerajaan di wilayah Bolangitang, Sulawesi Utara. Oleh karena itu, kegiatan Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting untuk merawat ingatan kolektif tentang sejarah, silsilah, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Selain tradisi saling bermaafan sebagai inti dari perayaan Idul Fitri, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi ringan namun bermakna terkait perkembangan keluarga, penguatan identitas kultural, hingga isu-isu aktual yang berkaitan dengan daerah asal, khususnya Bolangitang dan wilayah Bolaang Mongondow Utara secara umum.

Salah satu perwakilan generasi muda, Iftiqar SA Ponto, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar kegiatan silaturahmi ini tidak hanya berhenti sebagai tradisi seremonial, melainkan mampu menjadi ruang konsolidasi ide dan gagasan.

“Melalui momentum seperti ini, kami sebagai generasi muda berharap dapat terus menjaga hubungan kekeluargaan sekaligus berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah asal leluhur kami, khususnya Bolangitang dan Bolaang Mongondow Utara,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai budaya sekaligus menjawab tantangan zaman, sehingga identitas keluarga besar Ponto-Pontoh tetap relevan dan berdaya dalam konteks sosial yang lebih luas.

Kegiatan Halal Bihalal ini pun menjadi simbol kuat bahwa di tengah dinamika kehidupan modern, nilai-nilai kekeluargaan, adat, dan sejarah tetap menjadi fondasi penting dalam membangun kebersamaan dan arah masa depan.(Red)

Penuh Khidmat, Upacara Adat Dhudhus Keraton Parupuh Tandai..

Penuh Khidmat, Upacara Adat Dhudhus Keraton Parupuh Tandai Tahapan Spiritual Menuju Penobatan Raja, (istimewa)

MADURA — Rangkaian kegiatan adat dan spiritual Keraton Parupuh Aryo Menak Senoyo Madura terus berlanjut dengan penuh kekhidmatan dan sarat makna. Setelah melalui tahapan sebelumnya, yakni Ritual Sakral Nyello’ Aing 7 Sumur Keraton yang dilanjutkan dengan Tadarus Al-Qur’an selama 40 malam, kini prosesi memasuki tahapan penting berikutnya, yaitu Upacara Adat Dhudhus sebagai ritual penyucian calon pemimpin adat.

Upacara Dhudhus merupakan prosesi sakral berupa siraman suci kepada calon Raja Keraton Parupuh. Prosesi ini menggunakan air dari tujuh sumur keraton yang dipadukan dengan satu sumber air dari Jolotundo, lereng Gunung Penanggungan, Mojokerto, serta bunga tujuh rupa dari tujuh taman. Ritual ini melambangkan penyucian lahir dan batin, mencakup dimensi spiritual yang dikenal sebagai penyempurnaan “Taretan Kaempa’ (Sedulur Papat)”, badan, sukma, nyawa, ilmu, hingga mencapai kesempurnaan melalui doa tauhid Lailahaillallah Muhammadur Rasulullah.

Calon raja dimandikan oleh tujuh kerabat laki-laki dan tujuh kerabat perempuan sebagai simbol keseimbangan dan kesempurnaan. Prosesi ini juga melambangkan kesiapan untuk menaiki “tujuh tangga kahiyangan jagat buana”, yang dimaknai sebagai tanggung jawab kepemimpinan dalam tujuh dimensi, yakni: pemimpin agama, masyarakat adat, keraton, keluarga, kerabat dan kesatria, makhluk hidup, serta santri dan kawula.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Pemangku Adat Yayasan Bujuk Gayam “Aryo Menak Senoyo”, yang telah berbadan hukum dengan Nomor AHU-0006644.AH.01.12 Tahun 2018, dan berpusat di Keraton Parupuh, Jamburingin, Desa Proppo, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura.

Dalam rangkaian yang sama, sejumlah ketua wilayah adat juga resmi dikukuhkan oleh para tokoh pemangku adat. Pengukuhan ini menjadi simbol penguatan struktur kelembagaan adat sekaligus legitimasi kepemimpinan berbasis kearifan lokal.

Acara tersebut turut dihadiri oleh unsur pemerintah dan aparat, antara lain Kapolsek Kecamatan Proppo, Danramil Kecamatan Proppo, Camat Proppo, Kepala Desa Proppo, serta para tokoh dan pimpinan adat wilayah setempat.

Tokoh adat penerus Keraton Parupuh, Kyai Raden Miftahussurur Fatah, S.E., menegaskan bahwa seluruh rangkaian ini merupakan satu kesatuan proses spiritual yang telah dirancang secara berkesinambungan.

“Setelah Ritual Sakral Nyello’ Aing 7 Sumur Keraton selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Tadarus Al-Qur’an selama 40 hari yang kemudian bersambung dengan tadarus di bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tadarus Al-Qur’anul Karim tersebut berlangsung sejak 20 Januari 2026 hingga 28 Februari 2026, dan dilanjutkan sepanjang bulan Ramadhan hingga mencapai puncaknya pada 28 Ramadhan melalui Khatmil Qur’an sehari penuh. Rangkaian spiritual ini kemudian ditutup dengan prosesi Dhudhus sebagai bentuk penyucian diri sebelum memasuki tahapan penobatan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari syiar serta penyambutan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman yang terintegrasi dalam tradisi adat.

Sebelumnya, komitmen atas rangkaian kegiatan ini telah disampaikan dalam Forum Komunikasi Majelis Adat Indonesia (MAI) pada 22 Januari 2026, yang dihadiri oleh para Raja, Sultan, Datuk, Ratu, serta tokoh adat dari berbagai wilayah Nusantara.

Selanjutnya, rangkaian Upacara Adat Song-Osong Keraton Parupuh Aryo Menak Senoyo Madura akan berlanjut pada agenda utama, yaitu:

  • Sidang Adat Badan Musyawarah Adat Keraton
  • Sidang Adat Majelis Adat Indonesia (MAI)
  • Ritual Sakral Penobatan Raja Keraton Parupuh Aryo Menak Senoyo Madura

Keseluruhan rangkaian ini menegaskan eksistensi Keraton Parupuh sebagai entitas adat yang menjaga harmoni antara warisan leluhur, nilai-nilai spiritual Islam, dan tatanan adat Nusantara.

Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi simbol kesinambungan budaya, spiritualitas, dan kepemimpinan adat yang bermartabat di tengah dinamika zaman.
“Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutup Kyai Raden Miftahussurur Fatah, S.E. (Red/MAI)

Bali Timbungan Royal Heritage: Kala Tradisi Bertemu Kecanggihan Fine Dining

Bali Timbungan Royal Heritage: Kala Tradisi Bertemu Kecanggihan Fine Dining

    Bali, 15 March 2026,

    Secret Garden Spring resmi memperkenalkan dirinya kepada publik melalui rangkaian Soft Opening pada 15 Maret 2026, menghadirkan sebuah destinasi gaya hidup baru di kawasan Sunset Road, Kuta – Bali. Dirancang sebagai Bali’s Next Lifestyle Hub, Secret Garden Spring memadukan pengalaman retail, wellness spa, dining, transit lounge, dan social space dalam satu kawasan yang menghadirkan cara baru menikmati waktu di Bali.

    Dikembangkan oleh Secret Garden Village Group (SGV), proyek ini merupakan bagian dari visi untuk
    menciptakan sebuah ruang yang tidak hanya menjadi tempat berkunjung, tetapi juga menghadirkan pengalaman, koneksi, serta aktivitas lifestyle bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang datang ke
    Bali.

    Berlokasi strategis di Sunset Road, Secret Garden Spring berada hanya beberapa menit dari berbagai
    destinasi utama Bali, termasuk Seminyak, Kuta Beach, dan Bandara Internasional Ngurah Rai. Posisi ini
    menjadikannya tempat yang ideal untuk bersantai, menikmati kuliner, atau merawat diri sebelum
    melanjutkan perjalanan.
    Melalui konsep Spring Transit Club, Secret Garden Spring juga menghadirkan pengalaman singgah
    yang lebih bermakna bagi para traveler yang memiliki waktu sebelum atau setelah penerbangan. Alih-alih menunggu di bandara, pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas lifestyle yang tersedia di kawasan ini.

    A Curated Lifestyle Destination
    Secret Garden Spring dirancang sebagai sebuah ekosistem lifestyle yang menggabungkan berbagai
    pengalaman dalam satu tempat. Kawasan ini menghadirkan berbagai fasilitas utama, termasuk Secret Garden retail experience, wellness spa, immersive dining, serta ruang sosial dan event space yang dapat menjadi titik pertemuan komunitas dan aktivitas kreatif.

    Dengan potensi pariwisata Bali yang terus berkembang, Secret Garden Spring menargetkan untuk
    menjadi salah satu destinasi lifestyle baru yang dapat menarik hingga 600.000 pengunjung setiap
    tahunnya, menjadikannya bagian dari ekosistem pariwisata dan kreativitas Bali yang dinamis.

    Secret Garden Experience Store – Experiential Beauty Space

    Sebagai bagian dari pengalaman retail di Secret Garden Spring, Secret Garden Experience Store
    menghadirkan berbagai koleksi body care, fragrance, dan home living dari Secret Garden.

    Konsep store ini dirancang sebagai experiential beauty space, di mana pengunjung dapat mengeksplorasi berbagai aroma, tekstur, dan produk yang terinspirasi dari keindahan alam serta bahan-bahan alami.

    Selama periode soft opening, para tamu juga dapat menikmati personalized perfume experience,
    sebuah aktivasi khusus yang memungkinkan pengunjung menciptakan aroma signature mereka sendiri sebagai bagian dari pengalaman di Secret Garden.

    Secret Garden Spa – House of Wellness

    Melengkapi pengalaman di Secret Garden Spring, Secret Garden Spa menghadirkan berbagai
    treatment yang dirancang untuk membantu tubuh kembali segar dan rileks.

    Salah satu treatment yang menjadi highlight adalah Jet Lag Recovery Treatment, sebuah perawatan
    yang dirancang khusus untuk membantu meredakan kelelahan setelah perjalanan udara,
    meningkatkan sirkulasi tubuh, serta memberikan sensasi relaksasi yang menyegarkan.

    Selain itu, Secret Garden Spa juga menghadirkan berbagai treatment signature seperti Royal Balinese
    Herbs Massage, pijatan tradisional Bali yang dipadukan dengan herbal compress untuk membantu
    meredakan ketegangan otot serta meningkatkan keseimbangan tubuh.

    Pengalaman wellness ini juga dilengkapi dengan layanan manicure, pedicure, dan gel nail treatment, memberikan pengalaman self-care yang lengkap bagi para tamu yang ingin tampil segar sebelum melanjutkan perjalanan atau menikmati waktu di Bali.

    Bali Timbungan – Royal Heritage Immersive Dining

    Bali Timbungan, yang sekarang bertranformasi menjadi Bali Timbungan Royal Heritage, resmi
    memperkenalkan konsep Royal Heritage Immersive Dining di Secret Garden Spring, sebuah terobosan yang menggabungkan kemewahan fine dining dengan kecanggihan teknologi visual masa depan.

    Bukan sekadar jamuan makan, Bali Timbungan menghadirkan evolusi dari warisan kuliner Bali melalui
    interaksi Video Mapping canggih. Teknologi ini mengubah ruang makan menjadi panggung narasi yang hidup, di mana gerakan tamu dan sajian hidangan memicu proyeksi visual interaktif yang menceritakan filosofi Basa Gede serta sejarah adiluhung Pulau Dewata.

    Transformasi ini membawa tradisi ke dimensi baru yang memukau. Di sini, tamu tidak hanya mencicipi
    rasa, tetapi “masuk” ke dalam cerita di balik setiap rempah melalui sinkronisasi cahaya, cerita dan rasa
    yang presisi. Setiap elemen visual dirancang untuk memperkaya pengalaman kuliner tamu,
    menciptakan dialog antara teknologi digital dan warisan budaya yang tak terlupakan.

    Highlight Pengalaman:

    Video 360°: Proyeksi visual dinamis mendukung cerita dan pengalaman kuliner dan interaksi tamu
    secara real-time di ruang makan.

    Modernisasi Megibung: Menghidupkan filosofi kebersamaan Bali dalam balutan seni digital kontemporer yang elegan.

    Gastronomi Warisan: Menu bebek timbungan legendaris yang dipresentasikan dengan standar fine dining kelas dunia

    A Hub for Lifestyle, Community, and Experiences

    Lebih dari sekadar destinasi retail dan kuliner, Secret Garden Spring juga dirancang sebagai ruang yang
    hidup bagi berbagai aktivitas lifestyle dan komunitas.

    Dengan hadirnya transit lounge, wellness spa, F&B experiences, serta event spaces seperti function
    ballroom, kawasan ini membuka berbagai kemungkinan kolaborasi, mulai dari gathering komunitas,
    event kreatif, hingga berbagai pengalaman lifestyle yang mempertemukan masyarakat lokal dan wisatawan global.

    Soft Opening ini menjadi langkah awal perjalanan Secret Garden Spring dalam menghadirkan berbagai program, kolaborasi, dan event yang akan terus memperkaya lanskap lifestyle destination di Bali.

    Secret Garden Spring diharapkan dapat menjadi sebuah destinasi yang tidak hanya dikunjungi, tetapi
    juga dirasakan dan diingat oleh setiap orang yang datang.

    About Secret Garden Spring

    Secret Garden Spring adalah sebuah lifestyle destination yang memadukan beauty, wellness, dining, transit lounge, dan social experience dalam satu kawasan yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman gaya hidup yang inspiratif.

    Berlokasi di Sunset Road – Kuta, Bali, Secret Garden Spring hadir sebagai ruang yang menghubungkan
    budaya, kreativitas, dan lifestyle modern, menjadikannya salah satu destinasi baru yang menarik bagi
    masyarakat Bali maupun wisatawan internasional.

    Operational hour: 10.00 – 22.00 WITA.

    BRI Branch Office Bekasi Fasilitasi Ratusan Pemudik, Hadirkan Perjalanan Aman Jelang Lebaran

    BRI Branch Office Bekasi Fasilitasi Ratusan Pemudik, Hadirkan Perjalanan Aman Jelang Lebaran

    Bekasi, Poskotapetir.com

    Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terasa kental dalam kegiatan mudik gratis yang diselenggarakan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office Bekasi, Sabtu (16/3/2026) dengan tujuan Jakarta – Wonogiri.

    Diikuti sekitar 100 peserta yang didominasi keluarga berkumpul sejak sore hari di halaman parkir BRI Branch Office Bekasi, siap merayakan lebaran bersama di kampung halaman.

    Dengan tema “Mudik Nyaman Bersama”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BRI Branch Office Bekasi dalam mendukung mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya.

    Prosesi pelepasan dilakukan secara simbolis dengan pengibaran bendera oleh perwakilan BRI, menandai dimulainya perjalanan. Bus yang disiapkan untuk mengantarkan para pemudik, mengusung pesan kemudahan transaksi dan layanan digital melalui BRImo yang turut mendukung perjalanan mereka.

    Salah satu peserta mengaku bersyukur dapat mengikuti program mudik gratis ini. Selain menghemat biaya perjalanan, fasilitas yang diberikan dinilai nyaman dan aman, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak.

    BRI Branch Office Bekasi melalui program ini tidak hanya menyediakan transportasi, tetapi juga memastikan keamanan dan kenyamanan peserta selama perjalanan.

    Hal ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya nasabah. Program mudik gratis yang rutin digelar setiap tahun ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban masyarakat sekaligus mendukung kelancaran arus mudik nasional. (*)

    Sosok ini Dinilai Mampu Konsolidasikan KAI Riau Secara Solid

    Figur Berpengalaman, Irfan Ardiansyah Dinilai Mampu Konsolidasikan KAI Riau Secara Solid (Foto: Istimewa)

    PEKANBARU — Dukungan terhadap penunjukan Pelaksana Tugas (PLT) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Riau terus mengalir. Ketua DPC KAI Kota Pekanbaru, RMB Pasaribu, SH., MH., CPLA, secara tegas menyatakan bahwa keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menunjuk Dr. Irfan Ardiansyah, SH., MH., CPLA sebagai PLT merupakan langkah yang tepat dan strategis.

    RMB Pasaribu yang memimpin sekitar 450 anggota KAI di Kota Pekanbaru menilai, Irfan Ardiansyah memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk membawa organisasi ke arah yang lebih baik. Ia menegaskan bahwa latar belakang Irfan sebagai mantan Sekretaris DPD KAI Riau menjadi nilai tambah penting, karena dinilai telah memahami secara mendalam mekanisme administrasi dan tata kelola organisasi.

    “Beliau bukan sosok baru. Pengalaman sebagai mantan Sekretaris DPD tentu membuatnya sangat memahami dinamika organisasi. Ini menjadi modal besar untuk menjalankan roda kepemimpinan dengan efektif,” ujar RMB Pasaribu.

    Selain itu, Irfan Ardiansyah juga dikenal sebagai akademisi dan praktisi hukum yang telah lama berkecimpung di dunia advokat. Rekam jejaknya dalam menangani berbagai perkara, baik di tingkat nasional maupun internasional, dinilai menjadi bukti kapasitas profesional yang tidak diragukan.

    Menurut RMB Pasaribu, kombinasi antara pengalaman organisasi dan profesionalisme di bidang hukum menjadikan Irfan sosok yang tepat untuk mendorong kemajuan KAI di Provinsi Riau.

    “Kami optimistis, di bawah kepemimpinan beliau, KAI Riau akan semakin solid dan berkembang, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam penegakan hukum,” tambahnya.

    Lebih lanjut, ia berharap KAI Riau dapat menjadi barometer penegakan hukum di daerah. Dengan jumlah anggota yang telah mencapai lebih dari seribu advokat dan tersebar di seluruh kabupaten/kota, potensi besar tersebut diyakini mampu mendorong peningkatan kualitas layanan hukum kepada masyarakat.

    “Harapan kami, KAI Riau bisa menjadi garda terdepan dalam menegakkan hukum yang berkeadilan dan profesional. Dengan kekuatan anggota yang besar, ini bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan,” pungkasnya.

    Dukungan solid dari berbagai elemen internal KAI ini diharapkan menjadi energi positif bagi kepemimpinan Irfan Ardiansyah dalam membawa organisasi semakin maju dan berdaya saing, baik di tingkat regional maupun nasional. ujar RMB pasaribu.

    Laporan : Bar.S

    Bamus Betawi Gelar Santunan 500 Anak Yatim

    Istiqamah Berbagi Sejak 2008, Bamus Betawi Gelar Santunan 500 Anak Yatim di Bulan Ramadhan (foto:dok.google/Ist)

    JAKARTA — Semangat berbagi dan mempererat ukhuwah Islamiyah kembali diwujudkan melalui kegiatan tahunan “Ramadhan Penuh Cinta ke-15” yang diselenggarakan Dewan Adat Bamus Betawi bersama DPW Syarikat Islam DKI Jakarta, Rabu (18/3/2026), di Balai Budaya Condet, Jakarta Timur.

    Kegiatan yang telah berlangsung konsisten sejak tahun 2008 ini menghadirkan santunan bagi 500 anak yatim piatu, sekaligus menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan tokoh masyarakat, ulama, aktivis, hingga unsur pemerintahan. Acara dimulai pukul 16.00 WIB dengan rangkaian santunan, doa bersama untuk bangsa, dan ditutup dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kehangatan.

    Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Eki Pitung, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk istiqamah dalam menebar kebaikan di bulan suci Ramadhan.

    “Sejak 2008 kami berkomitmen untuk terus berbagi dengan anak-anak yatim. Tahun ini jumlahnya 500, menyesuaikan kondisi dan agenda kegiatan lainnya. Namun yang terpenting, semangat berbagi itu tidak pernah berkurang,” ujarnya.

    Ia menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar santunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat doa dan harapan bagi Jakarta dan Indonesia agar senantiasa dalam keadaan aman, damai, dan sejuk.

    “Alhamdulillah kita bisa berkumpul bersama anak-anak yatim. Kami ingin kegiatan ini juga menjadi doa bersama untuk keberkahan bangsa dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat,” tambahnya.

    Eki juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta mendukung pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan keharmonisan sosial.

    Lebih jauh, ia menekankan bahwa Ramadhan merupakan bulan penuh keistimewaan yang memberikan peluang besar bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan.

    “Ramadhan adalah bulan yang luar biasa. Dalam satu bulan ini, setiap amal kebaikan dilipatgandakan. Bahkan hal kecil memiliki nilai besar, terlebih ketika kita berbagi dan menyantuni anak-anak yatim,” tuturnya.

    Ia juga mengakui bahwa dalam setiap kegiatan sosial, dinamika internal panitia merupakan hal yang wajar. Namun, kesamaan niat untuk membahagiakan anak-anak yatim menjadi perekat utama yang menjaga kekompakan.

    “Perbedaan itu biasa dalam setiap kegiatan. Tapi karena tujuan kita sama, insyaallah semua bisa berjalan dengan baik,” katanya.

    Di akhir pernyataannya, Eki menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Ini adalah kerja bersama, bukan milik pribadi. Alhamdulillah sudah berjalan 15 tahun dan insyaallah akan terus kita lanjutkan,” pungkasnya.

    Dengan semangat Ramadhan Penuh Cinta, kegiatan ini diharapkan terus menjadi inspirasi dalam menumbuhkan kepedulian sosial, mempererat solidaritas antarwarga, serta menghadirkan keberkahan bagi masyarakat luas. (Bar)

    GMPRI Dukung Proyek Strategis Jalan Bypass di NTB

    DPP GMPRI Nyatakan Dukungan Penuh Proyek Strategis Jalan Bypass Lembar–Kayangan di NTB, Dorong Transparansi dan Keadilan Sosial

    Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam melanjutkan pembangunan jalan cepat (bypass) Lembar–Kayangan, yang ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi pada tahun 2027.

    Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP GMPRI, Raja Agung Nusantara, yang menilai proyek ini sebagai langkah strategis, progresif, dan visioner dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur serta pemerataan pertumbuhan ekonomi di NTB, khususnya di Pulau Lombok.

    “Pembangunan jalan bypass Lembar–Kayangan merupakan wujud konkret komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, serta membuka simpul-simpul ekonomi baru. Ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat NTB,” tegas Raja Agung Nusantara.

    Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi NTB memastikan kelanjutan proyek ini pada tahun 2026 setelah sempat tertunda akibat kendala anggaran serta belum rampungnya proses tender Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pada tahun sebelumnya. Saat ini, tahapan pengkajian melalui feasibility study (FS) masih berlangsung, bersamaan dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED), penyelesaian Amdal, serta proses pembebasan lahan.

    Plt Kepala Dinas PUPR dan Perkim NTB, Budi Herman, menyampaikan bahwa tim teknis terus melakukan kajian komprehensif terhadap proyek yang diproyeksikan menelan anggaran hingga triliunan rupiah tersebut. Pemilihan jalur Sengkol–Pringgabaya pun disebut telah melalui pertimbangan matang, terutama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan mengurai kepadatan lalu lintas pada jalur utama Mataram–Lombok Timur.

    Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan optimisme bahwa proyek ini akan memasuki tahap konstruksi pada tahun 2027, dengan fokus tahun berjalan pada penyelesaian seluruh aspek teknis dan administratif.

    Menanggapi hal tersebut, DPP GMPRI menilai bahwa skema pembebasan lahan melalui pendekatan konsolidasi atau wakaf lahan merupakan terobosan inovatif yang patut diapresiasi, namun harus dikawal secara ketat agar tetap mengedepankan prinsip transparansi, keadilan, serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat terdampak.

    “Kami mendukung penuh kebijakan ini, namun menekankan pentingnya pelaksanaan yang akuntabel dan berkeadilan. Skema konsolidasi lahan harus benar-benar memberikan nilai tambah dan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan ketimpangan baru,” lanjut Raja Agung Nusantara.

    Dukungan terhadap proyek strategis ini juga diperkuat oleh salah satu Dewan Pembina DPP GMPRI, Iyuk Wahyudi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Forum CSR Indonesia. Ia menilai pembangunan bypass Lembar–Kayangan memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan iklim investasi dan keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

    “Proyek ini memiliki potensi besar dalam mendorong sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Kami melihat adanya peluang penguatan peran CSR dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di NTB, khususnya dalam aspek pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan terdampak,” ujar Iyuk Wahyudi.

    Lebih lanjut, DPP GMPRI menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis yang kritis sekaligus konstruktif dalam mengawal jalannya proyek ini, guna memastikan realisasi yang tepat waktu, tepat sasaran, serta berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.

    Jalan bypass Lembar–Kayangan dengan panjang kurang lebih 50 kilometer ini direncanakan melintasi jalur selatan Pulau Lombok, mencakup wilayah Gerung, Praya, Sengkol, Keruak, Labuhan Haji hingga Pringgabaya. Jalur ini dinilai lebih efisien secara logistik serta strategis dalam mendukung mobilitas kendaraan besar, sehingga mampu mengurangi beban lalu lintas pada jalur utama yang selama ini mengalami kepadatan.

    “Ini adalah momentum penting bagi NTB untuk melompat lebih maju. DPP GMPRI akan terus berdiri bersama rakyat dan pemerintah, memastikan pembangunan ini berjalan secara berintegritas, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama,” tutup Raja Agung Nusantara.