Halal Bihalal Keluarga Besar Ponto-Pontoh

Halal Bihalal Keluarga Besar Ponto-Pontoh: Mempererat Silaturahmi, Menjaga Warisan Leluhur Bolangitang‘ (Foto:istimewa/dok.google)

JABODETABEK — Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan pada momentum Idul Fitri 1447 H / 2026, keluarga besar Ponto-Pontoh yang berdomisili di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya kembali menggelar kegiatan Halal Bihalal sebagai bagian dari tradisi tahunan yang sarat nilai kekeluargaan dan pelestarian budaya.

Acara yang diselenggarakan di salah satu kediaman anggota keluarga Ponto-Pontoh ini berlangsung khidmat namun penuh keakraban, dihadiri oleh lintas generasi mulai dari para sesepuh, tokoh keluarga, hingga generasi muda dan anak-anak.

Keluarga besar Ponto-Pontoh dikenal sebagai bagian dari garis keturunan bangsawan yang memiliki akar sejarah kuat sebagai dinasti yang pernah berperan dalam struktur pemerintahan kerajaan di wilayah Bolangitang, Sulawesi Utara. Oleh karena itu, kegiatan Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting untuk merawat ingatan kolektif tentang sejarah, silsilah, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Selain tradisi saling bermaafan sebagai inti dari perayaan Idul Fitri, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi ringan namun bermakna terkait perkembangan keluarga, penguatan identitas kultural, hingga isu-isu aktual yang berkaitan dengan daerah asal, khususnya Bolangitang dan wilayah Bolaang Mongondow Utara secara umum.

Salah satu perwakilan generasi muda, Iftiqar SA Ponto, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar kegiatan silaturahmi ini tidak hanya berhenti sebagai tradisi seremonial, melainkan mampu menjadi ruang konsolidasi ide dan gagasan.

“Melalui momentum seperti ini, kami sebagai generasi muda berharap dapat terus menjaga hubungan kekeluargaan sekaligus berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah asal leluhur kami, khususnya Bolangitang dan Bolaang Mongondow Utara,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai budaya sekaligus menjawab tantangan zaman, sehingga identitas keluarga besar Ponto-Pontoh tetap relevan dan berdaya dalam konteks sosial yang lebih luas.

Kegiatan Halal Bihalal ini pun menjadi simbol kuat bahwa di tengah dinamika kehidupan modern, nilai-nilai kekeluargaan, adat, dan sejarah tetap menjadi fondasi penting dalam membangun kebersamaan dan arah masa depan.(Red)

Bamus Betawi Gelar Santunan 500 Anak Yatim

Istiqamah Berbagi Sejak 2008, Bamus Betawi Gelar Santunan 500 Anak Yatim di Bulan Ramadhan (foto:dok.google/Ist)

JAKARTA — Semangat berbagi dan mempererat ukhuwah Islamiyah kembali diwujudkan melalui kegiatan tahunan “Ramadhan Penuh Cinta ke-15” yang diselenggarakan Dewan Adat Bamus Betawi bersama DPW Syarikat Islam DKI Jakarta, Rabu (18/3/2026), di Balai Budaya Condet, Jakarta Timur.

Kegiatan yang telah berlangsung konsisten sejak tahun 2008 ini menghadirkan santunan bagi 500 anak yatim piatu, sekaligus menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan tokoh masyarakat, ulama, aktivis, hingga unsur pemerintahan. Acara dimulai pukul 16.00 WIB dengan rangkaian santunan, doa bersama untuk bangsa, dan ditutup dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kehangatan.

Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Eki Pitung, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk istiqamah dalam menebar kebaikan di bulan suci Ramadhan.

“Sejak 2008 kami berkomitmen untuk terus berbagi dengan anak-anak yatim. Tahun ini jumlahnya 500, menyesuaikan kondisi dan agenda kegiatan lainnya. Namun yang terpenting, semangat berbagi itu tidak pernah berkurang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar santunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat doa dan harapan bagi Jakarta dan Indonesia agar senantiasa dalam keadaan aman, damai, dan sejuk.

“Alhamdulillah kita bisa berkumpul bersama anak-anak yatim. Kami ingin kegiatan ini juga menjadi doa bersama untuk keberkahan bangsa dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Eki juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta mendukung pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan keharmonisan sosial.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa Ramadhan merupakan bulan penuh keistimewaan yang memberikan peluang besar bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan.

“Ramadhan adalah bulan yang luar biasa. Dalam satu bulan ini, setiap amal kebaikan dilipatgandakan. Bahkan hal kecil memiliki nilai besar, terlebih ketika kita berbagi dan menyantuni anak-anak yatim,” tuturnya.

Ia juga mengakui bahwa dalam setiap kegiatan sosial, dinamika internal panitia merupakan hal yang wajar. Namun, kesamaan niat untuk membahagiakan anak-anak yatim menjadi perekat utama yang menjaga kekompakan.

“Perbedaan itu biasa dalam setiap kegiatan. Tapi karena tujuan kita sama, insyaallah semua bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Eki menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Ini adalah kerja bersama, bukan milik pribadi. Alhamdulillah sudah berjalan 15 tahun dan insyaallah akan terus kita lanjutkan,” pungkasnya.

Dengan semangat Ramadhan Penuh Cinta, kegiatan ini diharapkan terus menjadi inspirasi dalam menumbuhkan kepedulian sosial, mempererat solidaritas antarwarga, serta menghadirkan keberkahan bagi masyarakat luas. (Bar)

IMBI Sumbar Bagikan Takjil dan Santuni Anak Yatim

Komunitas Moge Berbagi : IMBI Sumbar Bagikan Takjil dan Santuni Anak Yatim

Padang, Sumatera Barat — Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Provinsi Sumatera Barat menggelar kegiatan sosial bertajuk Buka Puasa Bersama dan Charity Ramadan dengan membagikan takjil kepada para pengguna jalan serta memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu. Kegiatan yang penuh nuansa kepedulian ini berlangsung di kawasan Jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang, pada 14 Maret 2026.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kapolda Sumatera Barat, Gatot Tri Suryanta, yang memberikan dukungan terhadap kegiatan sosial yang digagas komunitas pecinta motor besar tersebut.

Dalam kegiatan itu, para anggota IMBI Sumbar turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada para pengendara yang melintas. Aksi sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa agar tetap dapat berbuka meskipun masih berada di perjalanan.

Selain berbagi takjil kepada pengguna jalan, IMBI Sumbar juga menggelar buka puasa bersama anak-anak yatim piatu, disertai pemberian santunan sebagai wujud solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama, khususnya di momentum bulan suci Ramadan.

Koordinator Wilayah Sumatera IMBI Pusat, Zulkarnain, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen IMBI untuk membangun citra positif komunitas motor besar di tengah masyarakat.

“Selama ini masih ada stigma di masyarakat yang memandang komunitas motor besar identik dengan perilaku ugal-ugalan di jalan raya atau berkendara secara sembrono. Melalui kegiatan sosial seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa pecinta motor besar juga dapat menjadi komunitas yang santun, tertib berlalu lintas, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IMBI Sumatera Barat, Faisal, menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat semangat kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian antar sesama, sekaligus mempererat hubungan antara komunitas otomotif dengan masyarakat luas.

Kehadiran Kapolda Sumatera Barat dalam kegiatan tersebut juga menjadi simbol dukungan terhadap aktivitas positif komunitas otomotif yang mengedepankan keselamatan berkendara, kedisiplinan berlalu lintas, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Indonesia (MAI), M. Rafik Datuk Rajo Kuaso, yang juga tergabung dalam IMBI, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosial tersebut. Pernyataan itu disampaikannya dalam Forum Komunikasi Majelis Adat Indonesia yang dihadiri para Raja, Sultan, Datuk, Ratu, serta tokoh adat dari berbagai wilayah Nusantara.

Menurutnya, kegiatan berbagi yang dilakukan IMBI Sumatera Barat mencerminkan nilai-nilai luhur budaya Nusantara yang menjunjung tinggi semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan.

“Semangat berbagi kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan, merupakan cerminan nilai kemanusiaan dan kearifan adat yang telah lama hidup dalam budaya bangsa kita. Kegiatan seperti ini patut diapresiasi dan menjadi teladan bagi banyak pihak,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih serta harapan agar momentum Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dapat semakin memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.

“Semoga semangat kebersamaan, kepedulian, dan persaudaraan yang terbangun melalui kegiatan ini menjadi berkah bagi kita semua. Atas nama Majelis Adat Indonesia, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada IMBI Sumatera Barat serta seluruh pihak yang telah berkontribusi. Selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, semoga kita semua kembali kepada fitrah dengan hati yang bersih dan penuh kedamaian,” tuturnya.

Melalui kegiatan sosial tersebut, IMBI Sumatera Barat berharap dapat terus menumbuhkan citra komunitas motor besar yang tidak hanya memiliki hobi otomotif, tetapi juga aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, serta membangun semangat solidaritas di tengah masyarakat.
(Bar.S)

CAREGIVING PURITY SECRET GARDEN RESMI MELUNCURKAN CLEAN BEAUTY SERIES: Rangkaian Perawatan Vegan untuk Tubuh dan Rambut

CAREGIVING PURITY SECRET GARDEN RESMI MELUNCURKAN CLEAN BEAUTY SERIES: Rangkaian Perawatan Vegan untuk Tubuh dan Rambut

Jakarta, Poskotapetir.com

Secret Garden, brand wellness dan personal care asal Bali, resmi meluncurkan Secret Garden Clean Beauty Series, rangkaian perawatan tubuh dan rambut berbasis vegan dan plant-powered yang mengusung Caregiving Purity yaitu kemurnian yang merawat dengan lembut dan penuh kepedulian.

Peluncuran ini dirayakan melalui Secret Garden Clean Beauty Pop-Up Experience yang berlangsung pada 1-29 Maret 2026 di Atrium Lobby SCBD, Ashta District 8, Jakarta Selatan, menghadirkan ruang eksplorasi baru bagi pencinta beauty dan wellness untuk merasakan pengalaman clean beauty dari Secret Garden.

Clean Beauty Series lahir dari keyakinan bahwa perawatan sejati selalu dimulai dari kemurnian, bukan hanya dari apa yang terkandung di dalamnya, tetapi juga dari niat dan proses di balik setiap formulanya.

Mengusung filosofi clean beauty modern, rangkaian ini diformulasikan dengan bahan yang aman, lembut, dan dipilih dengan cermat, tanpa kandungan yang berpotensi merugikan atau mengganggu keseimbangan kulit dan rambut.

Filosofi ini mencerminkan cara merawat diri yang lebih sadar, memahami apa yang digunakan setiap hari, bagaimana produk dibuat, dan mengapa setiap bahan dipilih. Alih-alih mengikuti tren atau menggunakan formula yang berlebihan, clean beauty menekankan kesederhanaan, kemurnian dan tujuan dalam setiap perawatan.

Secret Garden Clean Beauty Series diformulasikan dengan prinsip Vegan & Non-Animal Tested, Paraben-Free, Mineral Oil-Free, No Harsh Surfactant, pH Balanced. Rangkaian ini menghadirkan kombinasi bahan botani pilihan yang dirancang untuk perawatan harian tubuh dan rambut, memberikan kelembapan yang intens, menutrusu, mengembalikan kelembutan alami kulit serta rambut.

Rangkaian ini mencakup:
Body Wash

Diperkaya dengan coconut-derived surfactant dan 11 plant-based extracts & oils, membantu membersihkan secara gentle tanpa menghilangkan kelembapan alami kulit.

Body Lotion
Mengandung 8X Hyaluronic Acid Complex dan 13 plant-based extracts & oils yang memberikan hidrasi multi-layer hingga 24 jam, membantu menjaga elastisitas dan kelembutan kulit.

Body Scrub
Menggunakan Natural California Walnut Scrub, Rose Damascena Flower Water dan 9 plant-based extracts & oils untuk eksfoliasi lembut yang membantu menghaluskan tekstur kulit tanpa membuatnya terasa kering.

Sea Salt Scrub
Diperkaya dengan Dead Sea Salt, Vitamin E, dan 9 plant-based extracts & oils. Butiran halus micro-particle sea salt yang membantu mengeksfoliasi sel kulit mati secara lembut serta menghaluskan tekstur kulit yang kasar, membantu menjaga kelembapan sekaligus memperbaiki tampilan kulit kering dan tidak merata.

Shampoo
Diformulasikan dengan Pro-Vitamin B5 dan 6 plant-based extracts & oils membantu membersihkan kulit kepala secara lembut sekaligus menjaga keseimbangan alami rambut.

Conditioner
Diperkaya dengan Shea Butter, Hyaluronic Acid, serta 21 plant-based extracts & oils, membantu menutrisi dan melembapkan rambut sehingga terasa lebih halus, mudah diatur, dan tampak sehat alami.

Seluruh produk tersedia dalam aroma khas Secret Garden seperti Frangipani, Basil Eucalyptus, dan White Musk, yang menghadirkan pengalaman sensorik yang menyegarkan sekaligus menenangkan, menjadikan ritual mandi dan perawatan rambut sebagai momen relaksasi yang lebih bermakna.

Selama periode 1-29 Maret 2026, Clean Beauty Pop-up Experience menghadirkan berbagai aktivitas interaktif seperti:
Media & KOL Gathering pada Grand Launching, 3 March 2026
Terrarium Workshop, Live Drawing, Bloom Bar
Hand Spa & Massage Station with Clean Beauty Series
Daily Community & KOL Experience Day

Daily Photo Print by Instax
Social Media Competition dengan total hadiah Rp21.000.000
Free Takjil setiap 15.30 – 18.30 supported by Bali Timbungan
Sustainability Program: penukaran kemasan kosong body care dengan special gift Top Spender berkesempatan mendapatkan Logam Mulia senilai Rp. 10.000.000

Pengunjung juga dapat menikmati penawaran eksklusif seperti personalized bottle engraving, hingga kesempatan memperoleh Secret Garden Extrait de Parfum secara gratis setiap akhir pekan.
Pop-up ini terbuka untuk umum. Dapatkan penawaran eksklusif dan nikmati promo spesial sampai 29 Maret 2026.

Sudaryono Ajak Petani dan Pedagang Perkuat Solidaritas dan Lawan Fitnah

Jakarta – Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono, menggelar acara buka puasa bersama pengurus Tani Merdeka Indonesia, Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera), dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian RI, Senin, 9 Maret 2026, dan dihadiri sekitar 800 pengurus daerah dari ketiga organisasi yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia.

Acara yang menjadi momentum silaturahmi Ramadan ini berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar sebagai wadah mempererat hubungan antarorganisasi sekaligus memperkuat solidaritas di antara para pengurus.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, bersama sejumlah pengurus organisasi lainnya.

Selain agenda buka puasa bersama, panitia juga menggelar kegiatan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.

Dalam sambutannya, Sudaryono yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia, mengajak seluruh pengurus organisasi untuk berani menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.

Ia juga menyinggung berbagai isu yang beredar di ruang publik yang dinilai menyerang Presiden Prabowo Subianto.

“Pasukan Tani Merdeka Indonesia, Papera, dan APPSI harus berani menyampaikan kebenaran serta melawan berbagai isu fitnah yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui media apa pun. Program yang sedang dijalankan Presiden Prabowo sangat menyentuh rakyat, dan para petani sudah mulai merasakan manfaatnya,” ujar Sudaryono.

Pria yang akrab disapa Mas Dar itu menegaskan bahwa organisasi masyarakat memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada publik. Menurutnya, jaringan organisasi petani dan pedagang memiliki kekuatan untuk menjangkau masyarakat hingga ke tingkat daerah.

Suasana acara semakin semarak ketika para peserta menunjukkan semangat kebersamaan. Sorakan dukungan dari para pengurus membuat ruang auditorium terasa hidup sepanjang kegiatan berlangsung.

Menjelang penutupan acara, kegiatan diakhiri dengan pembacaan Selawat Badar. Sudaryono mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama berselawat.

Dengan penuh semangat, ia memimpin langsung lantunan selawat yang diikuti secara serempak oleh ratusan peserta yang hadir.

Suara selawat pun bergema memenuhi seluruh ruangan auditorium. Cahaya lampu dari telepon genggam para peserta turut menerangi ruangan, menciptakan suasana yang khidmat sekaligus penuh kebersamaan hingga acara berakhir.

Dilansir dari berbagai sumber media.

KPP Jakarta Siap Optimalkan Zakat dan Halal di 114 Pasar

Suhari/ Ari Monas Apresiasi Dukungan Kemenag DKI, KPP Jakarta Siap Optimalkan Zakat dan Halal di 114 Pasar

Silaturahmi Strategis Komite Pedagang Pasar (KPP) Jakarta dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta Perkuat Sinergi Zakat, Infak, Sedekah, dan Sertifikasi Halal di 114 Pasar

Jakarta — Komite Pedagang Pasar (KPP) Jakarta menggelar pertemuan silaturahmi strategis yang hangat bersama KH. Adib, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pedagang pasar dan pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta sosialisasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha pasar tradisional di 114 pasar di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Pertemuan yang berlangsung penuh semangat ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KPP Jakarta, Ari Monas, pengurus KPP tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC), serta sejumlah ketua organisasi kemasyarakatan, pimpinan yayasan, dan instansi terkait lainnya.

Kolaborasi Sinergis untuk Penguatan ZIS dan Literasi Halal

Dalam sambutannya, Bp. Suhari akrab dikenal Mbah Ari Monas memberikan apresiasi tinggi atas dukungan penuh Kementerian Agama melalui Kantor Wilayah DKI Jakarta dalam pelaksanaan sosialisasi dan pendampingan penyuluhan agama di setiap pasar. Dukungan ini termasuk pengutusan penyuluh agama untuk memberikan edukasi langsung kepada pedagang pasar dalam penguatan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah, serta pendampingan terkait proses sertifikasi halal.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kemenag DKI Jakarta, khususnya Bapak KH. Adib dan Bapak KH. Fikri, atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Penguatan melalui penyuluh agama di tiap pasar membuat kita semakin efektif dalam bergerak di lapangan,” ujar Ari Monas disambut tepuk tangan peserta. Pernyataan ini menjadi bukti kuat komitmen bersama antara komunitas pedagang dan pemerintah dalam mempercepat program-program pemberdayaan umat.(24/2).

Program ini sejalan dengan semangat literasi dan pemberdayaan ekonomi umat yang digalakkan di wilayah DKI Jakarta, termasuk optimalisasi ZISWAF (zakat, infak, sedekah, dan wakaf) yang selama ini menjadi fokus utama pemerintah dan lembaga pengelola zakat di daerah.

Peran Lembaga Pengelola Zakat: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS / BAZIS)

Sinergi ini juga terintegrasi dengan peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS/BAZIS) sebuah lembaga resmi yang diberi amanah mengelola zakat, infak, sedekah secara profesional, transparan, dan akuntabel. BAZNAS (yang di Jakarta sering disebut BAZIS) memiliki peran penting dalam menghimpun dan menyalurkan dana zakat untuk program pemberdayaan sosial, ekonomi, pendidikan, dan bantuan kemanusiaan di masyarakat.

Melalui pembentukan dan penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap pasar, diharapkan tata kelola zakat bisa semakin kuat, efektif, serta berdampak langsung terhadap kesejahteraan pedagang pasar dan masyarakat luas. Kolaborasi antara KPP, Kemenag, dan BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta juga membuka peluang lebih luas agar potensi zakat, infak, dan sedekah yang selama ini belum terstruktur dapat dikelola secara maksimal dan tepat sasaran.

Sementara mengenai Komitmen Bersama Mensejahterakan Umat, KH. Adib menegaskan bahwa langkah berkolaborasi ini bukan hanya semata rutinitas administratif, tetapi merupakan upaya strategis meningkatkan kesadaran pedagang pasar terhadap kewajiban dan peluang ibadah dalam bentuk zakat dan sedekah yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan sosial.

“Mari kita bergerak bersama memperkuat gerakan zakat, infak, sedekah di seluruh pasar Jakarta. Kolaborasi inilah yang akan membantu memperluas manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan,” ucap Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi DKI Jakarta.

Hasil yang Diharapkan, antara lain:

  • Dengan dukungan penuh dari Kemenag DKI Jakarta dan kolaborasi dengan BAZNAS (BAZIS), momentum silaturahmi ini diharapkan mampu menghasilkan:
    •Optimalisasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah melalui pendekatan yang terstruktur di pasar tradisional.
    •Peningkatan literasi dan pemahaman soal sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan UMKM di pasar.
    •Penguatan peran UPZ di tingkat pasar sebagai pusat pengelolaan dana sosial keagamaan yang profesional dan akuntabel.
    •Dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas, terutama dalam mendorong kesejahteraan umat di wilayah DKI Jakarta.

Silaturahmi ini menjadi contoh nyata sinergi antara sektor swasta (pedagang pasar), pemerintah, dan lembaga keagamaan serta kemanusiaan dalam upaya pemberdayaan rakyat. Melalui kebersamaan ini, semua pihak diharapkan dapat terus bergerak bersama menciptakan kesejahteraan yang inklusif, berkelanjutan, dan penuh keberkahan.(Red)

Wow !! Diduga Rumah Dinas Aspol Diperjual Belikan Dan Jaminkan Pinjaman Ke Warga Sipil

Jakarta – Asrama Polisi ( ASPOL ) di daerah Kemayoran Jalan Kran Raya Di Jadikan Jual Beli, Dan dan Disalah Gunakan Oleh Masyarakat Sipil.

Padahal Rumah Tersebut Di peruntukan Rumah Dinas Aspol Lantas, apa yang dimaksud rumah dinas, siapa saja yang memperolehnya, dan sampai kapan masa berlakunya?

Rumah dinas didirikan sebagai hak untuk para anggota kepolisian Republik Indonesia (Polri). Agar hak ini terdistribusikan dengan baik bagi setiap anggota, perlu adanya aturan hukum yang mengikat setiap anggota.

Akhirnya, peraturan tentang rumah dinas, asrama, atau mes polri Lantas, apa yang dimaksud rumah dinas, siapa saja yang memperolehnya, dan sampai kapan masa berlakunya?

Rumah dinas didirikan sebagai hak untuk para anggota kepolisian Republik Indonesia (Polri). Agar hak ini terdistribusikan dengan baik bagi setiap anggota, perlu adanya aturan hukum yang mengikat setiap anggota.

Akhirnya, peraturan tentang rumah dinas, asrama, atau mes polri disusun dan diresmikan dalam Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 13/2018.

Tentang Rumah Dinas Polri

Mengutip laman polri.go.id, perumahan dinas Polri didefinisikan sebagai rumah negara dengan bangunan yang dimiliki dan dikuasai oleh Polri.

Rumah ini berfungsi untuk tempat tinggal, sarana pembinaan keluarga, dan menunjang pelaksanaan tugas Pegawai Negeri dan Polri.

Sementara itu, asrama Polri adalah bangun tempat tinggal untuk Pegawai Negeri pada Polri sedangkan mes adalah hanya berupa tempat tinggal sementara untuk Polri. Berbeda dengan asrama dan mes, rumah dinas Polri terdiri dari dua golongan, yaitu golongan I dan golongan sbb:

Sementara itu, rumah dinas Polri golongan II adalah perumahan yang dihuni dengan hubungan yang tidak dapat dipisahkan dari dinas Polri. Rumah ini hanya diperuntukkan bagi pegawa negeri kepada Polri.

Jika, Masa Jabatan Sudah Berakhir Dan Sudah Pensiun Maka Rumah Dinas Tersebut Seharus dikembalikan Ke Negara Dan KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA Tujuan dibangunnya rumah dinas, asrama, atau mes adalah untuk mendukung pelaksanaan, kelancaran tugas, dan kesejahteraan Polri.

Rumah dinas ini dibangun juga harus menerapkan prinsip yang meliputi beberapa aspek dan legalitas Rumah dinas Polri golongan I berada di dalam kesatrian atau di luar kesatriaan.

Mengutip laman kemhan.go.id, kesatrian adalah tempat huni Polri yang pengaturannya ditetapkan oleh Kepala Kesatrian.

Rumah dinas golongan I hanya boleh diperuntukkan oleh pejabat Polri sesuai ketetapan keputusan kapolri. Setelah, pejabat Polri yang bersangkutan resmi menduduki jabatan, barulah mereka menghuni rumah dinas golongan I.

Rumah dinas Polri golongan II terdiri dari asrama dan mes. Pejabat Polri yang sudah menempatkan rumah dinas golongan I tidak boleh menghuni rumah dinas ini. Rumah dinasi ini dibangun secara bertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran Polri.

Rumah dinas golongan II dihuni setelah pegawai negeri pada Polri mempunyai surat izin penempatan (SIP) atas nama yang bersangkutan menghuni rumah ini.

Masa hunian berlakunya rumah dinas Polri diatur dalam Pasal 10 pada Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 13/2018. Pasal tersebut menyebutkan bahwa rumah dinas Polri diatur sesuai surat izin penempatan (SIP) yang berlaku selama satu tahun dan dapat diperpanjang.

Namun SIP dapat berakhir, jika seorang pejabat mengalami beberapa hal berikut, yakni tidak memiliki jabatan yang diperuntukkan untuk menghuni rumah dinas masa berlaku hunian rumah sudah habis dan tidak dapat diperpanjang, melakukan perpindahan wilayah hukum Polda yang berbeda, diberhentikan secara hormat atau tidak hormat, pensiun dan meninggal dunia.

Pertanyaan Awak Media Mengapa Salah Satu Pemegang PBB,PM1 Bernama MOH IBRAHIM Pekerjaan SECURITY ( Warga Sipil ) Namun Bisa Menempati Rumah Aspol Yang Notabenenya diperuntukkan Anggota Polri Aktif,

Padahal Sama Sekali Dalam Keluarga Ini Tidak Ada Berlatar belakang Anggota Polri Yang Aktif ????? Parahnya Lagi PBB RUMAH DARI ASPOL Ini Di Jaminkan Sebagai Jaminan Dengan Sejumlah Uang Untuk Kepentingan Pribadi.

Yang Notabenenya Warga Sipil Dalam Peraturan Rumah Dinas atau Asrama Yang Berstatus Milik Negara Dan tidak bisa asal Di Jaminkan dan Di Perjual Belikan Kami Dari Redaksi Meminta Ini Menjadi Perhatian Khusus Bidpropam Polri Dan Kapolri Segera Menata Ulang Dan Memberantas Aksi Jual Beli dan Kepemilikan Rumah Dinas Dan segera ditindak tegas. ( Tim )