Relawan Prabowo Gibran Mendukung Sufmi Dasco

Pimpinan Relawan Prabowo Gibran Mendukung Sufmi Dasco tentang Perkokoh Persatuan Nasional

Foto: Istimewa

Jakarta – Ketua Umum Relawan ALL Cipayung Prabowo-Gibran David Pajung mengapresiasi dan mendukung pernyataan Wakil Ketua DPR RI Prof. Sufmi Dasco Ahmad untuk memperkokoh ‘Persatuan Nasional’. Menurut Aktivis 98 ini sekaligus untuk menopang pemerintahan Prabowo-Gibran menangani tantangan kekinian bangsa dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan ini sampaikan Sufmi Dasco Ahmad Prof. Sufmi Dasco Ahmad di Kampus Aula Barat ITB, Kamis (5/3/2026). Saat peluncuan buku karya Syahganda Nainggolan. Bertema Menggugat Republik dan Seminar Nasional bertajuk “Prabowonomics, Demokrasi dan Arah Republik ke Depan.”

“Pernyataan Don Dasco (red-Sufmi Dasco Ahmand) adalah manifestasi dari keberpihakan dan rasa nasionalisme dan kebangsaan. Dimana sebagai politisi berpengalaman dirinya melihat berbagai dinamika kebangsaan kita saat ini'” kata David Pajung kepada media, Sabtu (4/4/2026) di Jakarta.

Menurut David sapaan akrabnga’ fenomena saling maki dan menyudutkan melalui media sosial oleh para aktivis, maupun kelompok politik sangat tidak produktif. Apalagi di saat Pemwrintah sedang fokus bekerja mewujudkan cita-cita dan perjuangan kesejahteraan rakyat.

“Konsep dan rancangan Asta Cita Presiden Prabowo adalah jembatan utk mewujudkan Indonesia emas 2045. Desain ini harus ditopang secara kolektif oleh seluruh elemen negara dan elemen sosial kemasyarakatan tanpa terjebak dalam sekat perbedaan politik dan sosial,” tukas David.

Lannjutnya, Prof Dasco adalah Pimpinan DPR RI yang selama ini sangat proaktif dalam merespon setiap masukan dan aspirasi, yang berkembang dalam masyarakat. Salah satu tindakan fenomenal yang diurus Don Dasco, yaitu saat menetralisir dan menerima aspirasi mahasiswa dan para aktivis saat demonstrasi Agustus 2025.

Dimana gerakan ini mengancam harmoni sosial politik, yang saat itu  menimbulkan beberapa aksi anarkis.

“Jika Don Dasco sebagai pimpinan DPR RI tidak turun tangan dan segera merespon tuntutan demonstran saat itu. Maka kemungkinan kerusuhan lebih besar akan terjadi, tanpa tangan dingin-nya dalam memberi solusi efektif sebagai politisi yang tenang dan matang,” tandas David Pajung

Baginya, himbauan untuk memperkokoh Persatuan Nasional sangat relevan sebagai pesan moral dan kebangsaan dalam menapaki proses konflik global saat ini.

“Apa yang disampaikan Don Dasco harus dilihat dalam kapasitas beliau sebagai pimpinan DPR RI yang merupakan representasi suara rakyat. Dimana rakyat sudah gelisah dengan fenomena fragmentasi dan disharmoni yang terlihat nyata di media sosial,” tutup David yang juga alumnus Lemhannas RI ini. 

Pidato Ajakan Don Dasco

Ketika Dasco berdiri di podium di Kampus Aula Barat ITB, Kamis (5/3/2026)’ suasana ruangan mendadak hening.

Buku karya Syahganda Nainggolan baru saja diluncurkan Menggugat Republik dan Seminar Nasional bertajuk “Prabowonomics, Demokrasi dan Arah Republik ke Depan” hampir mencapai ujungnya. Namun justru di penghujung itulah nada diskusi menjadi paling tajam.

“Buku ini sangat kritis,” kata Dasco.

“Ia lahir dari kegelisahan mendasar: demokrasi bisa berjalan secara prosedural, tapi belum tentu manfaat pembangunan terdistribusi secara adil.”

Ia berhenti sejenak, lalu menatap hadirin. “Demokrasi juga meniscayakan keadilan terutama keadilan ekonomi. Tanpa itu, kohesi sosial kita bisa tergerus.”

Pidato itu segera berubah menjadi ajakan terbuka kepada masyarakat sipil. Dasco mengatakan banyak orang bertanya berapa lama Presiden Prabowo Subianto harus diberi waktu untuk menunaikan janji-janjinya. Namun menurutnya, pertanyaan yang lebih penting justru sebaliknya.

“Berapa lama waktu yang diperlukan agar masyarakat sipil bersatu, menguatkan persatuan nasional, agar Prabowo punya waktu menunaikan janji-janjinya?” kata dia.

Menurut Dasco, pemerintah saat ini juga menghadapi warisan persoalan struktural, termasuk izin pertambangan yang dinilai tidak memberi manfaat bagi negara.

“Kalau ada IUP tapi tak memberi keuntungan pada negara, pemerintah cabut,” katanya.

Pidato pamungkas itu menutup sebuah seminar yang sejak siang berlangsung panas, penuh interupsi gagasan, sekaligus emosional. (red)

Apresiasi dan Ucapan Terima Kasih Keluarga Besar Ponto atas Ziarah Menteri Kebudayaan RI

Apresiasi dan Ucapan Terima Kasih Keluarga Besar Ponto atas Ziarah Menteri Kebudayaan RI ke Makam Raja Jacub Ponto, (Foto: Istimewa)

Jakarta — YM. Iftiqar S.A. Ponto, mewakili keluarga besar Ponto-Pontoh, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada Fadli Zon atas kunjungan kerja sekaligus ziarah ke makam Raja Jacob Ponto di Desa Sangkanurip, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada 3 April 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Forum Komunikasi Majelis Adat Indonesia (MAI) yang dihadiri para Raja, Sultan, Datuk, serta tokoh pemangku adat dari seluruh Nusantara. Dalam keterangannya, YM. Iftiqar S.A. Ponto menilai kehadiran Menteri Kebudayaan merupakan bentuk nyata penghormatan negara terhadap sejarah perjuangan para raja dan tokoh adat di Indonesia.

Raja Jacob Ponto, yang merupakan putra Raja Bolangitang Daud Ponto dengan permaisuri Boki Nanggio, diangkat sebagai Raja Siau pada tahun 1851 oleh Komalang Bubato (Dewan Kerajaan Siau). Beliau dikenal sebagai sosok pejuang yang gigih melawan kolonialisme Hindia Belanda. Akibat perlawanannya, beliau diasingkan ke Cirebon pada tahun 1889 dan wafat pada tahun 1890 di wilayah Kuningan, Jawa Barat.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kebudayaan bersama rombongan melaksanakan doa bersama dan tabur bunga di makam Raja Jacub Ponto. Di sela kegiatan, beliau juga mengisahkan kembali perjuangan para tokoh bangsa yang diasingkan oleh pemerintah kolonial sebagai strategi untuk melemahkan perlawanan rakyat, seraya menegaskan pentingnya merawat ingatan kolektif bangsa.

YM. Iftiqar S.A. Ponto juga menyampaikan harapan agar makam Raja Jacub Ponto dapat menjadi titik temu dan pusat kegiatan kebudayaan yang menghubungkan tiga wilayah historis, yakni Bolangitang, Siau, dan Cirebon, sebagai simbol persatuan sejarah dan budaya Nusantara.

Ucapan terima kasih turut disampaikan oleh keluarga besar keturunan Raja Jacub Ponto, di antaranya Ibu Dorothy Ponto, Bapak Jacub Ponto di Jakarta, serta Komalang Bubato Datu (Majelis Adat Kerajaan Siau) Bapak Paulus Daud Ponto, yang masih merupakan keturunan langsung Raja Jacub Ponto.

“Ziarah ini bukan sekadar kunjungan, melainkan bentuk penghormatan negara terhadap jasa para leluhur dan pejuang bangsa. Kami berharap langkah ini menjadi awal penguatan kembali nilai-nilai sejarah, adat, dan jati diri bangsa,” ujar YM. Iftiqar S.A. Ponto, (3/04)

Rilis ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga adat dalam menjaga, merawat, serta menghidupkan kembali warisan sejarah perjuangan bangsa Indonesia. (Red)

CATAT!! Elly Yuniarti Serukan Hal Ini

Elly Yuniarti Serukan Konsolidasi Nasional Berbasis Adat dan Spiritualitas: “Bersatu atau Runtuh”

Jakarta — Di tengah dinamika dan tantangan kebangsaan yang semakin kompleks, seruan untuk kembali pada akar persatuan berbasis adat, budaya, dan nilai spiritual kembali mengemuka. Hal ini disampaikan oleh Yangmulia Dra. Elly Yuniarti, mantan Kasubdit Ketahanan Seni dan Budaya Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri.

Melalui pernyataan reflektifnya, Elly menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh elemen bangsa dalam menjaga harmoni antara hukum negara, nilai adat, serta kesadaran spiritual sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Mengawali pesannya dengan salam penuh makna, ia menyampaikan:
“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. YM sedulur terkasih sekandung Ibu Pertiwi di manapun berada, mari guyub bersatu teguh. Bercerai pasti runtuh. Kita bergotong royong, umpama jari dan bahu yang saling membahu. Kita berada dalam tingkat penyelesaian amanat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, untuk menghidupi kehidupan yang benar, tepat, dan pasti. Menuju kedamaian dunia abadi di abad ke-21, peradaban mulia budaya bangsa yang rahmatan lil ‘alamin.”

Seruan tersebut menegaskan kembali pentingnya semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa yang tidak boleh luntur. Elly mengibaratkan kebersamaan sebagai satu kesatuan yang saling menopang simbol sinergi kolektif dalam menjalankan amanat Ilahi demi terciptanya kehidupan yang adil dan berkeadaban.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya penguatan peran Mahkamah Keteraturan Bhineka Tunggal Ika (MKBTI) dan Mahkamah Keteraturan Adat Budaya Desa (MKABD) sebagai instrumen moral dan kultural dalam menata kembali kepemimpinan desa. Menurutnya, kehadiran pemimpin desa yang kompeten, amanah, dan berintegritas menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sosial di tingkat akar rumput.

Dalam konteks penegakan hukum, Elly menegaskan perlunya harmoni antara Dewan Konsultan dan Majelis Hakim Sukarela guna memperkuat perlindungan pemerintah terhadap keadilan substantif di Indonesia. Ia menekankan bahwa hukum positif tidak dapat berdiri sendiri tanpa ditopang oleh nilai-nilai adat dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.

Gagasan dan pesan strategis tersebut turut disampaikan dalam Forum Komunikasi Majelis Adat Indonesia (MAI) yang dihadiri para Raja, Sultan, Datuk, Ratu, serta tokoh pemangku adat dari seluruh Nusantara. Forum ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi nasional berbasis adat sebagai penyeimbang moral bangsa.

Elly bahkan menempatkan kondisi saat ini sebagai fase krusial menuju “Peradaban Dunia Abadi”, di mana Indonesia diharapkan mampu tampil sebagai pusat nilai rahmatan lil ‘alamin yang mengedepankan kedamaian, keadilan, serta kemuliaan budaya bangsa.

Dalam penutupnya, ia mengajak seluruh anak bangsa untuk tidak hanya bersatu secara lahiriah, tetapi juga menyatukan hati, niat, dan spiritualitas dalam bingkai Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Salam Merah Putih. Arrahman Arrahim. Wujudullah, Nurullah, Sifatullah, Sirrullah. Semoga segenap doa, kasih, dan sayang menjadi energi cinta abadi dalam naungan Ilahi Rabb,” pungkasnya.

Sumber: Media Center
Majelis Adat Indonesia// Bar.S

Sekolah Perikanan Dikalahkan Hotel Mewah?

Sekolah Perikanan Dikalahkan Hotel Mewah? Dugaan Perampasan Tanah Negara Mengguncang Labuan Bajo

Labuan Bajo – Polemik dugaan perampasan tanah negara kembali mencuat di kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo Manggarai Barat, NTT. Daerah yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat sebagai daerah pariwisata super premium.

Publik kini mempertanyakan sikap aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Dimana dinilai belum menunjukkan ketegasan, meski isu ini menyangkut kepentingan masa depan masyarakat luas.

“Tanah yang dipersoalkan disebut-sebut bukan sekadar lahan biasa. Di atasnya pernah dirancang pembangunan sekolah perikanan Manggarai,” kata salah satu nara sumber di Kerangan, Labuan Bajo, NTT saat dihubumgi, Kamis (2/4/2026).

Menurut sumber, program yang digagas pada masa kepemimpinan alm. Gasper P. Ehok (Mantan Bupati Manggarai), Labuhan Bajo akan dijadikan bagian dari investasi jangka panjang bagi generasi muda pesisir NTT.

“Namun rencana itu kini sirna. Alih-alih menjadi pusat pendidikan vokasi kelautan, lahan tersebut justru dikaitkan dengan proyek pembangunan hotel mewah St. Regis Labuan Bajo. Sebuah proyek prestisius yang disebut melibatkan pengusaha besar dan figur-figur berpengaruh,” ungkapnya.

Pertanyaan Publik: Siapa yang Diuntungkan?

Kecurigaan publik semakin menguat seiring munculnya dugaan adanya “pembiaran” dari sejumlah institusi, mulai dari pemerintah daerah hingga aparat penegak hukum. Pertanyaan mendasar pun muncul: apakah kepentingan investasi telah mengalahkan kepentingan rakyat?

Sejumlah sumber menyebut adanya pernyataan kontroversial dari seorang pengusaha bernama Erwin Santosa Kadiman yang diduga terlibat dalam proyek pembangunan hotel St. Regist Labuan Bajo tersebut.

Dalam percakapan yang terjadi di Ubud, Bali, beberapa waktu lalu bersama seorang pengacara dari korban perampasan tanah seluas 11 ha di Keranga, Labuan Bajo. Pengusaha Kadiman Santoso itu disebut meremehkan upaya pembelaan terhadap masyarakat kecil, bahkan diduga menawarkan ‘imbalan perkara’ kepada pihak tertentu.

“Santosa Kadiman alias Erwin Bebek menyatakan kepada salah satu pengacara saat di Bali “ngapain bela rakyat miskin? Lebih baik bela saya pengusaha hotel st. Regist labuan bajo dan nanti saya kasih kasus tanah tanah sengketa yang lain,” kata sumber tersebut yang namanya tidak mau disebutkan kepada media ini.

Pernyataan ini bukan sekadar persoalan etika, tetapi juga mengindikasikan adanya praktik yang patut diusut secara serius.

Groundbreaking di Tengah Sengketa

Kontroversi semakin dalam setelah kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek hotel dilakukan pada 21 April 2022. Padahal, menurut berbagai sumber, status lahan tersebut masih dalam sengketa di Pengadilan Negeri Labuan Bajo dan belum memiliki kelengkapan legalitas, termasuk sertifikat hak atas tanah.

Fakta ini bahkan disebut telah menjadi bagian dari temuan pemeriksaan oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Ironisnya, acara tahun 2022 tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting, termasuk Viktor Bungtilu Laiskodat mantan Gubernur NTT yang menjabat saat itu dan Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi. Kehadiran mereka justru menambah tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Dugaan Perluasan Konflik Tanah

Kasus ini tidak berdiri sendiri. Nama pengusaha yang sama juga (Erwin Santosa Kadiman) disebut dalam dugaan penguasaan lahan lain di Labuan Bajo, termasuk sebidang tanah seluas 3.500 meter persegi di sekitar Resto Taman Laut, Labuan Bajo..

Hal ini memperkuat dugaan adanya pola sistematis dalam penguasaan lahan strategis di wilayah yang kini menjadi magnet investasi nasional dan internasional.

Masa Depan yang Dipertaruhkan

Yang paling memprihatinkan, konflik ini bukan hanya soal hukum dan investasi. Ini adalah soal masa depan.

Sekolah perikanan yang direncanakan di atas lahan tersebut digadang-gadang menjadi pintu bagi generasi muda Manggarai Barat untuk mengakses pendidikan berbasis potensi lokal. Di wilayah kepulauan seperti NTT, pendidikan kelautan bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan.

Ketika proyek itu tergeser oleh kepentingan komersial, masyarakat merasa kehilangan lebih dari sekadar tanah—mereka kehilangan harapan.

Desakan Penegakan Hukum

Gelombang kritik pun menguat. Masyarakat yang tergabung dalam kelompok peduli tanah negara dan keadilan mendesak agar pemerintah daerah, Badan Pertanahan Nasional, dan aparat penegak hukum tidak lagi bersikap pasif.

Transparansi, penegakan hukum yang adil, serta keberpihakan pada kepentingan publik menjadi tuntutan utama. Jika tidak, kasus ini berpotensi menjadi preseden buruk bagi tata kelola tanah di kawasan pariwisata super premium seperti Labuan Bajo.

Di tengah ambisi menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi kelas dunia, satu pertanyaan mendasar tetap menggema:
apakah pembangunan akan tetap berpihak pada rakyat, atau justru menyingkirkan mereka? 

Sumber: investigasi media

Jejak Sejarah Dinasti Ponto-Pontoh

Jejak Sejarah Dinasti Ponto-Pontoh, Pilar Adat dan Peradaban di Sulawesi Utara

SULUT — Dinasti Ponto-Pontoh merupakan salah satu garis keturunan bangsawan yang memiliki jejak historis kuat dalam perkembangan adat, budaya, dan sistem pemerintahan tradisional di wilayah Bolaang Mongondow Utara.

Berasal dari kawasan Bolaangitang, dinasti ini memainkan peran penting sejak era kerajaan hingga masa kolonial di Sulawesi Utara.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa penggunaan nama “Ponto” pertama kali muncul melalui sosok Pangeran Bolaangitang, Class Ponto, yang tercatat dalam surat kepada penguasa VOC di Ternate pada tahun 1727.

Perkembangan selanjutnya ditandai dengan kepemimpinan Raja Bolaangitang, Salmon Muda Ponto juga dikenal sebagai Salomon Ponto dalam dokumen resmi yang secara tradisi dinobatkan sebagai raja pertama pada tahun 1793 dan kemudian diakui dalam administrasi kolonial Inggris sekitar tahun 1811.

Sejak masa tersebut, penggunaan marga Ponto-Pontoh menjadi identitas yang melekat pada para raja Bolaangitang hingga terbentuknya Kerajaan Kaidipang Besar pada tahun 1912, hasil penyatuan Kerajaan Bolaangitang dan Kaidipang. Dalam fase ini, Ram Suit Pontoh tercatat sebagai raja pertama sekaligus terakhir dari kerajaan gabungan tersebut.

Pengaruh Dinasti Ponto-Pontoh juga meluas ke wilayah kepulauan di Sulawesi Utara. Di Tahuna, tercatat Raja Soleman Ponto dan Christian Ponto; di Siau, tercatat Raja Nicholaas Ponto dan Jacob Ponto yang merupakan pangeran dari Kerajaan Bolaangitang yang diangkat menjadi raja; sementara di Manganitu, tercatat Lambert Ponto sebagai Presiden Pengganti Raja. Penyebutan nama-nama ini menegaskan luasnya peran dan pengaruh dinasti dalam sejarah pemerintahan tradisional di kawasan tersebut.

Hingga kini, garis keturunan tersebut tetap terhimpun dalam wadah Ikatan Keluarga Ponto-Pontoh (IKPP) yang anggotanya tersebar di berbagai penjuru Nusantara. Salah satu perwakilan generasi penerus, Iftiqar SA Ponto cicit dari Presiden Raja Bolaangitang Sinjo Ponto mengajak seluruh keluarga besar Ponto-Pontoh untuk terus berperan aktif dalam menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat serta kebudayaan, khususnya di Sulawesi Utara.

“Dinasti Ponto-Pontoh bukan sekadar garis keturunan, tetapi juga bagian penting dari identitas sejarah dan kebudayaan daerah yang harus dijaga bersama sebagai warisan untuk generasi mendatang,” ujarnya.(Red)

Halal Bihalal Keluarga Besar Ponto-Pontoh

Halal Bihalal Keluarga Besar Ponto-Pontoh: Mempererat Silaturahmi, Menjaga Warisan Leluhur Bolangitang‘ (Foto:istimewa/dok.google)

JABODETABEK — Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan pada momentum Idul Fitri 1447 H / 2026, keluarga besar Ponto-Pontoh yang berdomisili di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya kembali menggelar kegiatan Halal Bihalal sebagai bagian dari tradisi tahunan yang sarat nilai kekeluargaan dan pelestarian budaya.

Acara yang diselenggarakan di salah satu kediaman anggota keluarga Ponto-Pontoh ini berlangsung khidmat namun penuh keakraban, dihadiri oleh lintas generasi mulai dari para sesepuh, tokoh keluarga, hingga generasi muda dan anak-anak.

Keluarga besar Ponto-Pontoh dikenal sebagai bagian dari garis keturunan bangsawan yang memiliki akar sejarah kuat sebagai dinasti yang pernah berperan dalam struktur pemerintahan kerajaan di wilayah Bolangitang, Sulawesi Utara. Oleh karena itu, kegiatan Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting untuk merawat ingatan kolektif tentang sejarah, silsilah, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Selain tradisi saling bermaafan sebagai inti dari perayaan Idul Fitri, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi ringan namun bermakna terkait perkembangan keluarga, penguatan identitas kultural, hingga isu-isu aktual yang berkaitan dengan daerah asal, khususnya Bolangitang dan wilayah Bolaang Mongondow Utara secara umum.

Salah satu perwakilan generasi muda, Iftiqar SA Ponto, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar kegiatan silaturahmi ini tidak hanya berhenti sebagai tradisi seremonial, melainkan mampu menjadi ruang konsolidasi ide dan gagasan.

“Melalui momentum seperti ini, kami sebagai generasi muda berharap dapat terus menjaga hubungan kekeluargaan sekaligus berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah asal leluhur kami, khususnya Bolangitang dan Bolaang Mongondow Utara,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai budaya sekaligus menjawab tantangan zaman, sehingga identitas keluarga besar Ponto-Pontoh tetap relevan dan berdaya dalam konteks sosial yang lebih luas.

Kegiatan Halal Bihalal ini pun menjadi simbol kuat bahwa di tengah dinamika kehidupan modern, nilai-nilai kekeluargaan, adat, dan sejarah tetap menjadi fondasi penting dalam membangun kebersamaan dan arah masa depan.(Red)

Bamus Betawi Gelar Santunan 500 Anak Yatim

Istiqamah Berbagi Sejak 2008, Bamus Betawi Gelar Santunan 500 Anak Yatim di Bulan Ramadhan (foto:dok.google/Ist)

JAKARTA — Semangat berbagi dan mempererat ukhuwah Islamiyah kembali diwujudkan melalui kegiatan tahunan “Ramadhan Penuh Cinta ke-15” yang diselenggarakan Dewan Adat Bamus Betawi bersama DPW Syarikat Islam DKI Jakarta, Rabu (18/3/2026), di Balai Budaya Condet, Jakarta Timur.

Kegiatan yang telah berlangsung konsisten sejak tahun 2008 ini menghadirkan santunan bagi 500 anak yatim piatu, sekaligus menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan tokoh masyarakat, ulama, aktivis, hingga unsur pemerintahan. Acara dimulai pukul 16.00 WIB dengan rangkaian santunan, doa bersama untuk bangsa, dan ditutup dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kehangatan.

Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Eki Pitung, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk istiqamah dalam menebar kebaikan di bulan suci Ramadhan.

“Sejak 2008 kami berkomitmen untuk terus berbagi dengan anak-anak yatim. Tahun ini jumlahnya 500, menyesuaikan kondisi dan agenda kegiatan lainnya. Namun yang terpenting, semangat berbagi itu tidak pernah berkurang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar santunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat doa dan harapan bagi Jakarta dan Indonesia agar senantiasa dalam keadaan aman, damai, dan sejuk.

“Alhamdulillah kita bisa berkumpul bersama anak-anak yatim. Kami ingin kegiatan ini juga menjadi doa bersama untuk keberkahan bangsa dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Eki juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta mendukung pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan keharmonisan sosial.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa Ramadhan merupakan bulan penuh keistimewaan yang memberikan peluang besar bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan.

“Ramadhan adalah bulan yang luar biasa. Dalam satu bulan ini, setiap amal kebaikan dilipatgandakan. Bahkan hal kecil memiliki nilai besar, terlebih ketika kita berbagi dan menyantuni anak-anak yatim,” tuturnya.

Ia juga mengakui bahwa dalam setiap kegiatan sosial, dinamika internal panitia merupakan hal yang wajar. Namun, kesamaan niat untuk membahagiakan anak-anak yatim menjadi perekat utama yang menjaga kekompakan.

“Perbedaan itu biasa dalam setiap kegiatan. Tapi karena tujuan kita sama, insyaallah semua bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Eki menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Ini adalah kerja bersama, bukan milik pribadi. Alhamdulillah sudah berjalan 15 tahun dan insyaallah akan terus kita lanjutkan,” pungkasnya.

Dengan semangat Ramadhan Penuh Cinta, kegiatan ini diharapkan terus menjadi inspirasi dalam menumbuhkan kepedulian sosial, mempererat solidaritas antarwarga, serta menghadirkan keberkahan bagi masyarakat luas. (Bar)

IMBI Sumbar Bagikan Takjil dan Santuni Anak Yatim

Komunitas Moge Berbagi : IMBI Sumbar Bagikan Takjil dan Santuni Anak Yatim

Padang, Sumatera Barat — Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Provinsi Sumatera Barat menggelar kegiatan sosial bertajuk Buka Puasa Bersama dan Charity Ramadan dengan membagikan takjil kepada para pengguna jalan serta memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu. Kegiatan yang penuh nuansa kepedulian ini berlangsung di kawasan Jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang, pada 14 Maret 2026.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kapolda Sumatera Barat, Gatot Tri Suryanta, yang memberikan dukungan terhadap kegiatan sosial yang digagas komunitas pecinta motor besar tersebut.

Dalam kegiatan itu, para anggota IMBI Sumbar turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada para pengendara yang melintas. Aksi sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa agar tetap dapat berbuka meskipun masih berada di perjalanan.

Selain berbagi takjil kepada pengguna jalan, IMBI Sumbar juga menggelar buka puasa bersama anak-anak yatim piatu, disertai pemberian santunan sebagai wujud solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama, khususnya di momentum bulan suci Ramadan.

Koordinator Wilayah Sumatera IMBI Pusat, Zulkarnain, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen IMBI untuk membangun citra positif komunitas motor besar di tengah masyarakat.

“Selama ini masih ada stigma di masyarakat yang memandang komunitas motor besar identik dengan perilaku ugal-ugalan di jalan raya atau berkendara secara sembrono. Melalui kegiatan sosial seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa pecinta motor besar juga dapat menjadi komunitas yang santun, tertib berlalu lintas, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IMBI Sumatera Barat, Faisal, menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat semangat kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian antar sesama, sekaligus mempererat hubungan antara komunitas otomotif dengan masyarakat luas.

Kehadiran Kapolda Sumatera Barat dalam kegiatan tersebut juga menjadi simbol dukungan terhadap aktivitas positif komunitas otomotif yang mengedepankan keselamatan berkendara, kedisiplinan berlalu lintas, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Indonesia (MAI), M. Rafik Datuk Rajo Kuaso, yang juga tergabung dalam IMBI, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosial tersebut. Pernyataan itu disampaikannya dalam Forum Komunikasi Majelis Adat Indonesia yang dihadiri para Raja, Sultan, Datuk, Ratu, serta tokoh adat dari berbagai wilayah Nusantara.

Menurutnya, kegiatan berbagi yang dilakukan IMBI Sumatera Barat mencerminkan nilai-nilai luhur budaya Nusantara yang menjunjung tinggi semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan.

“Semangat berbagi kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan, merupakan cerminan nilai kemanusiaan dan kearifan adat yang telah lama hidup dalam budaya bangsa kita. Kegiatan seperti ini patut diapresiasi dan menjadi teladan bagi banyak pihak,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih serta harapan agar momentum Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dapat semakin memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.

“Semoga semangat kebersamaan, kepedulian, dan persaudaraan yang terbangun melalui kegiatan ini menjadi berkah bagi kita semua. Atas nama Majelis Adat Indonesia, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada IMBI Sumatera Barat serta seluruh pihak yang telah berkontribusi. Selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, semoga kita semua kembali kepada fitrah dengan hati yang bersih dan penuh kedamaian,” tuturnya.

Melalui kegiatan sosial tersebut, IMBI Sumatera Barat berharap dapat terus menumbuhkan citra komunitas motor besar yang tidak hanya memiliki hobi otomotif, tetapi juga aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, serta membangun semangat solidaritas di tengah masyarakat.
(Bar.S)

CAREGIVING PURITY SECRET GARDEN RESMI MELUNCURKAN CLEAN BEAUTY SERIES: Rangkaian Perawatan Vegan untuk Tubuh dan Rambut

CAREGIVING PURITY SECRET GARDEN RESMI MELUNCURKAN CLEAN BEAUTY SERIES: Rangkaian Perawatan Vegan untuk Tubuh dan Rambut

Jakarta, Poskotapetir.com

Secret Garden, brand wellness dan personal care asal Bali, resmi meluncurkan Secret Garden Clean Beauty Series, rangkaian perawatan tubuh dan rambut berbasis vegan dan plant-powered yang mengusung Caregiving Purity yaitu kemurnian yang merawat dengan lembut dan penuh kepedulian.

Peluncuran ini dirayakan melalui Secret Garden Clean Beauty Pop-Up Experience yang berlangsung pada 1-29 Maret 2026 di Atrium Lobby SCBD, Ashta District 8, Jakarta Selatan, menghadirkan ruang eksplorasi baru bagi pencinta beauty dan wellness untuk merasakan pengalaman clean beauty dari Secret Garden.

Clean Beauty Series lahir dari keyakinan bahwa perawatan sejati selalu dimulai dari kemurnian, bukan hanya dari apa yang terkandung di dalamnya, tetapi juga dari niat dan proses di balik setiap formulanya.

Mengusung filosofi clean beauty modern, rangkaian ini diformulasikan dengan bahan yang aman, lembut, dan dipilih dengan cermat, tanpa kandungan yang berpotensi merugikan atau mengganggu keseimbangan kulit dan rambut.

Filosofi ini mencerminkan cara merawat diri yang lebih sadar, memahami apa yang digunakan setiap hari, bagaimana produk dibuat, dan mengapa setiap bahan dipilih. Alih-alih mengikuti tren atau menggunakan formula yang berlebihan, clean beauty menekankan kesederhanaan, kemurnian dan tujuan dalam setiap perawatan.

Secret Garden Clean Beauty Series diformulasikan dengan prinsip Vegan & Non-Animal Tested, Paraben-Free, Mineral Oil-Free, No Harsh Surfactant, pH Balanced. Rangkaian ini menghadirkan kombinasi bahan botani pilihan yang dirancang untuk perawatan harian tubuh dan rambut, memberikan kelembapan yang intens, menutrusu, mengembalikan kelembutan alami kulit serta rambut.

Rangkaian ini mencakup:
Body Wash

Diperkaya dengan coconut-derived surfactant dan 11 plant-based extracts & oils, membantu membersihkan secara gentle tanpa menghilangkan kelembapan alami kulit.

Body Lotion
Mengandung 8X Hyaluronic Acid Complex dan 13 plant-based extracts & oils yang memberikan hidrasi multi-layer hingga 24 jam, membantu menjaga elastisitas dan kelembutan kulit.

Body Scrub
Menggunakan Natural California Walnut Scrub, Rose Damascena Flower Water dan 9 plant-based extracts & oils untuk eksfoliasi lembut yang membantu menghaluskan tekstur kulit tanpa membuatnya terasa kering.

Sea Salt Scrub
Diperkaya dengan Dead Sea Salt, Vitamin E, dan 9 plant-based extracts & oils. Butiran halus micro-particle sea salt yang membantu mengeksfoliasi sel kulit mati secara lembut serta menghaluskan tekstur kulit yang kasar, membantu menjaga kelembapan sekaligus memperbaiki tampilan kulit kering dan tidak merata.

Shampoo
Diformulasikan dengan Pro-Vitamin B5 dan 6 plant-based extracts & oils membantu membersihkan kulit kepala secara lembut sekaligus menjaga keseimbangan alami rambut.

Conditioner
Diperkaya dengan Shea Butter, Hyaluronic Acid, serta 21 plant-based extracts & oils, membantu menutrisi dan melembapkan rambut sehingga terasa lebih halus, mudah diatur, dan tampak sehat alami.

Seluruh produk tersedia dalam aroma khas Secret Garden seperti Frangipani, Basil Eucalyptus, dan White Musk, yang menghadirkan pengalaman sensorik yang menyegarkan sekaligus menenangkan, menjadikan ritual mandi dan perawatan rambut sebagai momen relaksasi yang lebih bermakna.

Selama periode 1-29 Maret 2026, Clean Beauty Pop-up Experience menghadirkan berbagai aktivitas interaktif seperti:
Media & KOL Gathering pada Grand Launching, 3 March 2026
Terrarium Workshop, Live Drawing, Bloom Bar
Hand Spa & Massage Station with Clean Beauty Series
Daily Community & KOL Experience Day

Daily Photo Print by Instax
Social Media Competition dengan total hadiah Rp21.000.000
Free Takjil setiap 15.30 – 18.30 supported by Bali Timbungan
Sustainability Program: penukaran kemasan kosong body care dengan special gift Top Spender berkesempatan mendapatkan Logam Mulia senilai Rp. 10.000.000

Pengunjung juga dapat menikmati penawaran eksklusif seperti personalized bottle engraving, hingga kesempatan memperoleh Secret Garden Extrait de Parfum secara gratis setiap akhir pekan.
Pop-up ini terbuka untuk umum. Dapatkan penawaran eksklusif dan nikmati promo spesial sampai 29 Maret 2026.

Sudaryono Ajak Petani dan Pedagang Perkuat Solidaritas dan Lawan Fitnah

Jakarta – Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono, menggelar acara buka puasa bersama pengurus Tani Merdeka Indonesia, Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera), dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian RI, Senin, 9 Maret 2026, dan dihadiri sekitar 800 pengurus daerah dari ketiga organisasi yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia.

Acara yang menjadi momentum silaturahmi Ramadan ini berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar sebagai wadah mempererat hubungan antarorganisasi sekaligus memperkuat solidaritas di antara para pengurus.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, bersama sejumlah pengurus organisasi lainnya.

Selain agenda buka puasa bersama, panitia juga menggelar kegiatan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.

Dalam sambutannya, Sudaryono yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia, mengajak seluruh pengurus organisasi untuk berani menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.

Ia juga menyinggung berbagai isu yang beredar di ruang publik yang dinilai menyerang Presiden Prabowo Subianto.

“Pasukan Tani Merdeka Indonesia, Papera, dan APPSI harus berani menyampaikan kebenaran serta melawan berbagai isu fitnah yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui media apa pun. Program yang sedang dijalankan Presiden Prabowo sangat menyentuh rakyat, dan para petani sudah mulai merasakan manfaatnya,” ujar Sudaryono.

Pria yang akrab disapa Mas Dar itu menegaskan bahwa organisasi masyarakat memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada publik. Menurutnya, jaringan organisasi petani dan pedagang memiliki kekuatan untuk menjangkau masyarakat hingga ke tingkat daerah.

Suasana acara semakin semarak ketika para peserta menunjukkan semangat kebersamaan. Sorakan dukungan dari para pengurus membuat ruang auditorium terasa hidup sepanjang kegiatan berlangsung.

Menjelang penutupan acara, kegiatan diakhiri dengan pembacaan Selawat Badar. Sudaryono mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama berselawat.

Dengan penuh semangat, ia memimpin langsung lantunan selawat yang diikuti secara serempak oleh ratusan peserta yang hadir.

Suara selawat pun bergema memenuhi seluruh ruangan auditorium. Cahaya lampu dari telepon genggam para peserta turut menerangi ruangan, menciptakan suasana yang khidmat sekaligus penuh kebersamaan hingga acara berakhir.

Dilansir dari berbagai sumber media.