Jejak Sejarah Dinasti Ponto-Pontoh

Jejak Sejarah Dinasti Ponto-Pontoh, Pilar Adat dan Peradaban di Sulawesi Utara

SULUT — Dinasti Ponto-Pontoh merupakan salah satu garis keturunan bangsawan yang memiliki jejak historis kuat dalam perkembangan adat, budaya, dan sistem pemerintahan tradisional di wilayah Bolaang Mongondow Utara.

Berasal dari kawasan Bolaangitang, dinasti ini memainkan peran penting sejak era kerajaan hingga masa kolonial di Sulawesi Utara.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa penggunaan nama “Ponto” pertama kali muncul melalui sosok Pangeran Bolaangitang, Class Ponto, yang tercatat dalam surat kepada penguasa VOC di Ternate pada tahun 1727.

Perkembangan selanjutnya ditandai dengan kepemimpinan Raja Bolaangitang, Salmon Muda Ponto juga dikenal sebagai Salomon Ponto dalam dokumen resmi yang secara tradisi dinobatkan sebagai raja pertama pada tahun 1793 dan kemudian diakui dalam administrasi kolonial Inggris sekitar tahun 1811.

Sejak masa tersebut, penggunaan marga Ponto-Pontoh menjadi identitas yang melekat pada para raja Bolaangitang hingga terbentuknya Kerajaan Kaidipang Besar pada tahun 1912, hasil penyatuan Kerajaan Bolaangitang dan Kaidipang. Dalam fase ini, Ram Suit Pontoh tercatat sebagai raja pertama sekaligus terakhir dari kerajaan gabungan tersebut.

Pengaruh Dinasti Ponto-Pontoh juga meluas ke wilayah kepulauan di Sulawesi Utara. Di Tahuna, tercatat Raja Soleman Ponto dan Christian Ponto; di Siau, tercatat Raja Nicholaas Ponto dan Jacob Ponto yang merupakan pangeran dari Kerajaan Bolaangitang yang diangkat menjadi raja; sementara di Manganitu, tercatat Lambert Ponto sebagai Presiden Pengganti Raja. Penyebutan nama-nama ini menegaskan luasnya peran dan pengaruh dinasti dalam sejarah pemerintahan tradisional di kawasan tersebut.

Hingga kini, garis keturunan tersebut tetap terhimpun dalam wadah Ikatan Keluarga Ponto-Pontoh (IKPP) yang anggotanya tersebar di berbagai penjuru Nusantara. Salah satu perwakilan generasi penerus, Iftiqar SA Ponto cicit dari Presiden Raja Bolaangitang Sinjo Ponto mengajak seluruh keluarga besar Ponto-Pontoh untuk terus berperan aktif dalam menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat serta kebudayaan, khususnya di Sulawesi Utara.

“Dinasti Ponto-Pontoh bukan sekadar garis keturunan, tetapi juga bagian penting dari identitas sejarah dan kebudayaan daerah yang harus dijaga bersama sebagai warisan untuk generasi mendatang,” ujarnya.(Red)

Halal Bihalal Keluarga Besar Ponto-Pontoh

Halal Bihalal Keluarga Besar Ponto-Pontoh: Mempererat Silaturahmi, Menjaga Warisan Leluhur Bolangitang‘ (Foto:istimewa/dok.google)

JABODETABEK — Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan pada momentum Idul Fitri 1447 H / 2026, keluarga besar Ponto-Pontoh yang berdomisili di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya kembali menggelar kegiatan Halal Bihalal sebagai bagian dari tradisi tahunan yang sarat nilai kekeluargaan dan pelestarian budaya.

Acara yang diselenggarakan di salah satu kediaman anggota keluarga Ponto-Pontoh ini berlangsung khidmat namun penuh keakraban, dihadiri oleh lintas generasi mulai dari para sesepuh, tokoh keluarga, hingga generasi muda dan anak-anak.

Keluarga besar Ponto-Pontoh dikenal sebagai bagian dari garis keturunan bangsawan yang memiliki akar sejarah kuat sebagai dinasti yang pernah berperan dalam struktur pemerintahan kerajaan di wilayah Bolangitang, Sulawesi Utara. Oleh karena itu, kegiatan Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting untuk merawat ingatan kolektif tentang sejarah, silsilah, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Selain tradisi saling bermaafan sebagai inti dari perayaan Idul Fitri, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi ringan namun bermakna terkait perkembangan keluarga, penguatan identitas kultural, hingga isu-isu aktual yang berkaitan dengan daerah asal, khususnya Bolangitang dan wilayah Bolaang Mongondow Utara secara umum.

Salah satu perwakilan generasi muda, Iftiqar SA Ponto, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar kegiatan silaturahmi ini tidak hanya berhenti sebagai tradisi seremonial, melainkan mampu menjadi ruang konsolidasi ide dan gagasan.

“Melalui momentum seperti ini, kami sebagai generasi muda berharap dapat terus menjaga hubungan kekeluargaan sekaligus berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah asal leluhur kami, khususnya Bolangitang dan Bolaang Mongondow Utara,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai budaya sekaligus menjawab tantangan zaman, sehingga identitas keluarga besar Ponto-Pontoh tetap relevan dan berdaya dalam konteks sosial yang lebih luas.

Kegiatan Halal Bihalal ini pun menjadi simbol kuat bahwa di tengah dinamika kehidupan modern, nilai-nilai kekeluargaan, adat, dan sejarah tetap menjadi fondasi penting dalam membangun kebersamaan dan arah masa depan.(Red)

Penuh Khidmat, Upacara Adat Dhudhus Keraton Parupuh Tandai..

Penuh Khidmat, Upacara Adat Dhudhus Keraton Parupuh Tandai Tahapan Spiritual Menuju Penobatan Raja, (istimewa)

MADURA — Rangkaian kegiatan adat dan spiritual Keraton Parupuh Aryo Menak Senoyo Madura terus berlanjut dengan penuh kekhidmatan dan sarat makna. Setelah melalui tahapan sebelumnya, yakni Ritual Sakral Nyello’ Aing 7 Sumur Keraton yang dilanjutkan dengan Tadarus Al-Qur’an selama 40 malam, kini prosesi memasuki tahapan penting berikutnya, yaitu Upacara Adat Dhudhus sebagai ritual penyucian calon pemimpin adat.

Upacara Dhudhus merupakan prosesi sakral berupa siraman suci kepada calon Raja Keraton Parupuh. Prosesi ini menggunakan air dari tujuh sumur keraton yang dipadukan dengan satu sumber air dari Jolotundo, lereng Gunung Penanggungan, Mojokerto, serta bunga tujuh rupa dari tujuh taman. Ritual ini melambangkan penyucian lahir dan batin, mencakup dimensi spiritual yang dikenal sebagai penyempurnaan “Taretan Kaempa’ (Sedulur Papat)”, badan, sukma, nyawa, ilmu, hingga mencapai kesempurnaan melalui doa tauhid Lailahaillallah Muhammadur Rasulullah.

Calon raja dimandikan oleh tujuh kerabat laki-laki dan tujuh kerabat perempuan sebagai simbol keseimbangan dan kesempurnaan. Prosesi ini juga melambangkan kesiapan untuk menaiki “tujuh tangga kahiyangan jagat buana”, yang dimaknai sebagai tanggung jawab kepemimpinan dalam tujuh dimensi, yakni: pemimpin agama, masyarakat adat, keraton, keluarga, kerabat dan kesatria, makhluk hidup, serta santri dan kawula.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Pemangku Adat Yayasan Bujuk Gayam “Aryo Menak Senoyo”, yang telah berbadan hukum dengan Nomor AHU-0006644.AH.01.12 Tahun 2018, dan berpusat di Keraton Parupuh, Jamburingin, Desa Proppo, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura.

Dalam rangkaian yang sama, sejumlah ketua wilayah adat juga resmi dikukuhkan oleh para tokoh pemangku adat. Pengukuhan ini menjadi simbol penguatan struktur kelembagaan adat sekaligus legitimasi kepemimpinan berbasis kearifan lokal.

Acara tersebut turut dihadiri oleh unsur pemerintah dan aparat, antara lain Kapolsek Kecamatan Proppo, Danramil Kecamatan Proppo, Camat Proppo, Kepala Desa Proppo, serta para tokoh dan pimpinan adat wilayah setempat.

Tokoh adat penerus Keraton Parupuh, Kyai Raden Miftahussurur Fatah, S.E., menegaskan bahwa seluruh rangkaian ini merupakan satu kesatuan proses spiritual yang telah dirancang secara berkesinambungan.

“Setelah Ritual Sakral Nyello’ Aing 7 Sumur Keraton selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Tadarus Al-Qur’an selama 40 hari yang kemudian bersambung dengan tadarus di bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tadarus Al-Qur’anul Karim tersebut berlangsung sejak 20 Januari 2026 hingga 28 Februari 2026, dan dilanjutkan sepanjang bulan Ramadhan hingga mencapai puncaknya pada 28 Ramadhan melalui Khatmil Qur’an sehari penuh. Rangkaian spiritual ini kemudian ditutup dengan prosesi Dhudhus sebagai bentuk penyucian diri sebelum memasuki tahapan penobatan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari syiar serta penyambutan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman yang terintegrasi dalam tradisi adat.

Sebelumnya, komitmen atas rangkaian kegiatan ini telah disampaikan dalam Forum Komunikasi Majelis Adat Indonesia (MAI) pada 22 Januari 2026, yang dihadiri oleh para Raja, Sultan, Datuk, Ratu, serta tokoh adat dari berbagai wilayah Nusantara.

Selanjutnya, rangkaian Upacara Adat Song-Osong Keraton Parupuh Aryo Menak Senoyo Madura akan berlanjut pada agenda utama, yaitu:

  • Sidang Adat Badan Musyawarah Adat Keraton
  • Sidang Adat Majelis Adat Indonesia (MAI)
  • Ritual Sakral Penobatan Raja Keraton Parupuh Aryo Menak Senoyo Madura

Keseluruhan rangkaian ini menegaskan eksistensi Keraton Parupuh sebagai entitas adat yang menjaga harmoni antara warisan leluhur, nilai-nilai spiritual Islam, dan tatanan adat Nusantara.

Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi simbol kesinambungan budaya, spiritualitas, dan kepemimpinan adat yang bermartabat di tengah dinamika zaman.
“Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutup Kyai Raden Miftahussurur Fatah, S.E. (Red/MAI)

Bali Timbungan Royal Heritage: Kala Tradisi Bertemu Kecanggihan Fine Dining

Bali Timbungan Royal Heritage: Kala Tradisi Bertemu Kecanggihan Fine Dining

    Bali, 15 March 2026,

    Secret Garden Spring resmi memperkenalkan dirinya kepada publik melalui rangkaian Soft Opening pada 15 Maret 2026, menghadirkan sebuah destinasi gaya hidup baru di kawasan Sunset Road, Kuta – Bali. Dirancang sebagai Bali’s Next Lifestyle Hub, Secret Garden Spring memadukan pengalaman retail, wellness spa, dining, transit lounge, dan social space dalam satu kawasan yang menghadirkan cara baru menikmati waktu di Bali.

    Dikembangkan oleh Secret Garden Village Group (SGV), proyek ini merupakan bagian dari visi untuk
    menciptakan sebuah ruang yang tidak hanya menjadi tempat berkunjung, tetapi juga menghadirkan pengalaman, koneksi, serta aktivitas lifestyle bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang datang ke
    Bali.

    Berlokasi strategis di Sunset Road, Secret Garden Spring berada hanya beberapa menit dari berbagai
    destinasi utama Bali, termasuk Seminyak, Kuta Beach, dan Bandara Internasional Ngurah Rai. Posisi ini
    menjadikannya tempat yang ideal untuk bersantai, menikmati kuliner, atau merawat diri sebelum
    melanjutkan perjalanan.
    Melalui konsep Spring Transit Club, Secret Garden Spring juga menghadirkan pengalaman singgah
    yang lebih bermakna bagi para traveler yang memiliki waktu sebelum atau setelah penerbangan. Alih-alih menunggu di bandara, pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas lifestyle yang tersedia di kawasan ini.

    A Curated Lifestyle Destination
    Secret Garden Spring dirancang sebagai sebuah ekosistem lifestyle yang menggabungkan berbagai
    pengalaman dalam satu tempat. Kawasan ini menghadirkan berbagai fasilitas utama, termasuk Secret Garden retail experience, wellness spa, immersive dining, serta ruang sosial dan event space yang dapat menjadi titik pertemuan komunitas dan aktivitas kreatif.

    Dengan potensi pariwisata Bali yang terus berkembang, Secret Garden Spring menargetkan untuk
    menjadi salah satu destinasi lifestyle baru yang dapat menarik hingga 600.000 pengunjung setiap
    tahunnya, menjadikannya bagian dari ekosistem pariwisata dan kreativitas Bali yang dinamis.

    Secret Garden Experience Store – Experiential Beauty Space

    Sebagai bagian dari pengalaman retail di Secret Garden Spring, Secret Garden Experience Store
    menghadirkan berbagai koleksi body care, fragrance, dan home living dari Secret Garden.

    Konsep store ini dirancang sebagai experiential beauty space, di mana pengunjung dapat mengeksplorasi berbagai aroma, tekstur, dan produk yang terinspirasi dari keindahan alam serta bahan-bahan alami.

    Selama periode soft opening, para tamu juga dapat menikmati personalized perfume experience,
    sebuah aktivasi khusus yang memungkinkan pengunjung menciptakan aroma signature mereka sendiri sebagai bagian dari pengalaman di Secret Garden.

    Secret Garden Spa – House of Wellness

    Melengkapi pengalaman di Secret Garden Spring, Secret Garden Spa menghadirkan berbagai
    treatment yang dirancang untuk membantu tubuh kembali segar dan rileks.

    Salah satu treatment yang menjadi highlight adalah Jet Lag Recovery Treatment, sebuah perawatan
    yang dirancang khusus untuk membantu meredakan kelelahan setelah perjalanan udara,
    meningkatkan sirkulasi tubuh, serta memberikan sensasi relaksasi yang menyegarkan.

    Selain itu, Secret Garden Spa juga menghadirkan berbagai treatment signature seperti Royal Balinese
    Herbs Massage, pijatan tradisional Bali yang dipadukan dengan herbal compress untuk membantu
    meredakan ketegangan otot serta meningkatkan keseimbangan tubuh.

    Pengalaman wellness ini juga dilengkapi dengan layanan manicure, pedicure, dan gel nail treatment, memberikan pengalaman self-care yang lengkap bagi para tamu yang ingin tampil segar sebelum melanjutkan perjalanan atau menikmati waktu di Bali.

    Bali Timbungan – Royal Heritage Immersive Dining

    Bali Timbungan, yang sekarang bertranformasi menjadi Bali Timbungan Royal Heritage, resmi
    memperkenalkan konsep Royal Heritage Immersive Dining di Secret Garden Spring, sebuah terobosan yang menggabungkan kemewahan fine dining dengan kecanggihan teknologi visual masa depan.

    Bukan sekadar jamuan makan, Bali Timbungan menghadirkan evolusi dari warisan kuliner Bali melalui
    interaksi Video Mapping canggih. Teknologi ini mengubah ruang makan menjadi panggung narasi yang hidup, di mana gerakan tamu dan sajian hidangan memicu proyeksi visual interaktif yang menceritakan filosofi Basa Gede serta sejarah adiluhung Pulau Dewata.

    Transformasi ini membawa tradisi ke dimensi baru yang memukau. Di sini, tamu tidak hanya mencicipi
    rasa, tetapi “masuk” ke dalam cerita di balik setiap rempah melalui sinkronisasi cahaya, cerita dan rasa
    yang presisi. Setiap elemen visual dirancang untuk memperkaya pengalaman kuliner tamu,
    menciptakan dialog antara teknologi digital dan warisan budaya yang tak terlupakan.

    Highlight Pengalaman:

    Video 360°: Proyeksi visual dinamis mendukung cerita dan pengalaman kuliner dan interaksi tamu
    secara real-time di ruang makan.

    Modernisasi Megibung: Menghidupkan filosofi kebersamaan Bali dalam balutan seni digital kontemporer yang elegan.

    Gastronomi Warisan: Menu bebek timbungan legendaris yang dipresentasikan dengan standar fine dining kelas dunia

    A Hub for Lifestyle, Community, and Experiences

    Lebih dari sekadar destinasi retail dan kuliner, Secret Garden Spring juga dirancang sebagai ruang yang
    hidup bagi berbagai aktivitas lifestyle dan komunitas.

    Dengan hadirnya transit lounge, wellness spa, F&B experiences, serta event spaces seperti function
    ballroom, kawasan ini membuka berbagai kemungkinan kolaborasi, mulai dari gathering komunitas,
    event kreatif, hingga berbagai pengalaman lifestyle yang mempertemukan masyarakat lokal dan wisatawan global.

    Soft Opening ini menjadi langkah awal perjalanan Secret Garden Spring dalam menghadirkan berbagai program, kolaborasi, dan event yang akan terus memperkaya lanskap lifestyle destination di Bali.

    Secret Garden Spring diharapkan dapat menjadi sebuah destinasi yang tidak hanya dikunjungi, tetapi
    juga dirasakan dan diingat oleh setiap orang yang datang.

    About Secret Garden Spring

    Secret Garden Spring adalah sebuah lifestyle destination yang memadukan beauty, wellness, dining, transit lounge, dan social experience dalam satu kawasan yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman gaya hidup yang inspiratif.

    Berlokasi di Sunset Road – Kuta, Bali, Secret Garden Spring hadir sebagai ruang yang menghubungkan
    budaya, kreativitas, dan lifestyle modern, menjadikannya salah satu destinasi baru yang menarik bagi
    masyarakat Bali maupun wisatawan internasional.

    Operational hour: 10.00 – 22.00 WITA.

    BRI Branch Office Bekasi Fasilitasi Ratusan Pemudik, Hadirkan Perjalanan Aman Jelang Lebaran

    BRI Branch Office Bekasi Fasilitasi Ratusan Pemudik, Hadirkan Perjalanan Aman Jelang Lebaran

    Bekasi, Poskotapetir.com

    Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terasa kental dalam kegiatan mudik gratis yang diselenggarakan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office Bekasi, Sabtu (16/3/2026) dengan tujuan Jakarta – Wonogiri.

    Diikuti sekitar 100 peserta yang didominasi keluarga berkumpul sejak sore hari di halaman parkir BRI Branch Office Bekasi, siap merayakan lebaran bersama di kampung halaman.

    Dengan tema “Mudik Nyaman Bersama”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BRI Branch Office Bekasi dalam mendukung mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya.

    Prosesi pelepasan dilakukan secara simbolis dengan pengibaran bendera oleh perwakilan BRI, menandai dimulainya perjalanan. Bus yang disiapkan untuk mengantarkan para pemudik, mengusung pesan kemudahan transaksi dan layanan digital melalui BRImo yang turut mendukung perjalanan mereka.

    Salah satu peserta mengaku bersyukur dapat mengikuti program mudik gratis ini. Selain menghemat biaya perjalanan, fasilitas yang diberikan dinilai nyaman dan aman, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak.

    BRI Branch Office Bekasi melalui program ini tidak hanya menyediakan transportasi, tetapi juga memastikan keamanan dan kenyamanan peserta selama perjalanan.

    Hal ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya nasabah. Program mudik gratis yang rutin digelar setiap tahun ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban masyarakat sekaligus mendukung kelancaran arus mudik nasional. (*)

    Sosok ini Dinilai Mampu Konsolidasikan KAI Riau Secara Solid

    Figur Berpengalaman, Irfan Ardiansyah Dinilai Mampu Konsolidasikan KAI Riau Secara Solid (Foto: Istimewa)

    PEKANBARU — Dukungan terhadap penunjukan Pelaksana Tugas (PLT) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Riau terus mengalir. Ketua DPC KAI Kota Pekanbaru, RMB Pasaribu, SH., MH., CPLA, secara tegas menyatakan bahwa keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menunjuk Dr. Irfan Ardiansyah, SH., MH., CPLA sebagai PLT merupakan langkah yang tepat dan strategis.

    RMB Pasaribu yang memimpin sekitar 450 anggota KAI di Kota Pekanbaru menilai, Irfan Ardiansyah memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk membawa organisasi ke arah yang lebih baik. Ia menegaskan bahwa latar belakang Irfan sebagai mantan Sekretaris DPD KAI Riau menjadi nilai tambah penting, karena dinilai telah memahami secara mendalam mekanisme administrasi dan tata kelola organisasi.

    “Beliau bukan sosok baru. Pengalaman sebagai mantan Sekretaris DPD tentu membuatnya sangat memahami dinamika organisasi. Ini menjadi modal besar untuk menjalankan roda kepemimpinan dengan efektif,” ujar RMB Pasaribu.

    Selain itu, Irfan Ardiansyah juga dikenal sebagai akademisi dan praktisi hukum yang telah lama berkecimpung di dunia advokat. Rekam jejaknya dalam menangani berbagai perkara, baik di tingkat nasional maupun internasional, dinilai menjadi bukti kapasitas profesional yang tidak diragukan.

    Menurut RMB Pasaribu, kombinasi antara pengalaman organisasi dan profesionalisme di bidang hukum menjadikan Irfan sosok yang tepat untuk mendorong kemajuan KAI di Provinsi Riau.

    “Kami optimistis, di bawah kepemimpinan beliau, KAI Riau akan semakin solid dan berkembang, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam penegakan hukum,” tambahnya.

    Lebih lanjut, ia berharap KAI Riau dapat menjadi barometer penegakan hukum di daerah. Dengan jumlah anggota yang telah mencapai lebih dari seribu advokat dan tersebar di seluruh kabupaten/kota, potensi besar tersebut diyakini mampu mendorong peningkatan kualitas layanan hukum kepada masyarakat.

    “Harapan kami, KAI Riau bisa menjadi garda terdepan dalam menegakkan hukum yang berkeadilan dan profesional. Dengan kekuatan anggota yang besar, ini bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan,” pungkasnya.

    Dukungan solid dari berbagai elemen internal KAI ini diharapkan menjadi energi positif bagi kepemimpinan Irfan Ardiansyah dalam membawa organisasi semakin maju dan berdaya saing, baik di tingkat regional maupun nasional. ujar RMB pasaribu.

    Laporan : Bar.S

    Bamus Betawi Gelar Santunan 500 Anak Yatim

    Istiqamah Berbagi Sejak 2008, Bamus Betawi Gelar Santunan 500 Anak Yatim di Bulan Ramadhan (foto:dok.google/Ist)

    JAKARTA — Semangat berbagi dan mempererat ukhuwah Islamiyah kembali diwujudkan melalui kegiatan tahunan “Ramadhan Penuh Cinta ke-15” yang diselenggarakan Dewan Adat Bamus Betawi bersama DPW Syarikat Islam DKI Jakarta, Rabu (18/3/2026), di Balai Budaya Condet, Jakarta Timur.

    Kegiatan yang telah berlangsung konsisten sejak tahun 2008 ini menghadirkan santunan bagi 500 anak yatim piatu, sekaligus menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan tokoh masyarakat, ulama, aktivis, hingga unsur pemerintahan. Acara dimulai pukul 16.00 WIB dengan rangkaian santunan, doa bersama untuk bangsa, dan ditutup dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kehangatan.

    Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Eki Pitung, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk istiqamah dalam menebar kebaikan di bulan suci Ramadhan.

    “Sejak 2008 kami berkomitmen untuk terus berbagi dengan anak-anak yatim. Tahun ini jumlahnya 500, menyesuaikan kondisi dan agenda kegiatan lainnya. Namun yang terpenting, semangat berbagi itu tidak pernah berkurang,” ujarnya.

    Ia menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar santunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat doa dan harapan bagi Jakarta dan Indonesia agar senantiasa dalam keadaan aman, damai, dan sejuk.

    “Alhamdulillah kita bisa berkumpul bersama anak-anak yatim. Kami ingin kegiatan ini juga menjadi doa bersama untuk keberkahan bangsa dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat,” tambahnya.

    Eki juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta mendukung pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan keharmonisan sosial.

    Lebih jauh, ia menekankan bahwa Ramadhan merupakan bulan penuh keistimewaan yang memberikan peluang besar bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan.

    “Ramadhan adalah bulan yang luar biasa. Dalam satu bulan ini, setiap amal kebaikan dilipatgandakan. Bahkan hal kecil memiliki nilai besar, terlebih ketika kita berbagi dan menyantuni anak-anak yatim,” tuturnya.

    Ia juga mengakui bahwa dalam setiap kegiatan sosial, dinamika internal panitia merupakan hal yang wajar. Namun, kesamaan niat untuk membahagiakan anak-anak yatim menjadi perekat utama yang menjaga kekompakan.

    “Perbedaan itu biasa dalam setiap kegiatan. Tapi karena tujuan kita sama, insyaallah semua bisa berjalan dengan baik,” katanya.

    Di akhir pernyataannya, Eki menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Ini adalah kerja bersama, bukan milik pribadi. Alhamdulillah sudah berjalan 15 tahun dan insyaallah akan terus kita lanjutkan,” pungkasnya.

    Dengan semangat Ramadhan Penuh Cinta, kegiatan ini diharapkan terus menjadi inspirasi dalam menumbuhkan kepedulian sosial, mempererat solidaritas antarwarga, serta menghadirkan keberkahan bagi masyarakat luas. (Bar)

    GMPRI Dukung Proyek Strategis Jalan Bypass di NTB

    DPP GMPRI Nyatakan Dukungan Penuh Proyek Strategis Jalan Bypass Lembar–Kayangan di NTB, Dorong Transparansi dan Keadilan Sosial

    Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam melanjutkan pembangunan jalan cepat (bypass) Lembar–Kayangan, yang ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi pada tahun 2027.

    Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP GMPRI, Raja Agung Nusantara, yang menilai proyek ini sebagai langkah strategis, progresif, dan visioner dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur serta pemerataan pertumbuhan ekonomi di NTB, khususnya di Pulau Lombok.

    “Pembangunan jalan bypass Lembar–Kayangan merupakan wujud konkret komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, serta membuka simpul-simpul ekonomi baru. Ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat NTB,” tegas Raja Agung Nusantara.

    Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi NTB memastikan kelanjutan proyek ini pada tahun 2026 setelah sempat tertunda akibat kendala anggaran serta belum rampungnya proses tender Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pada tahun sebelumnya. Saat ini, tahapan pengkajian melalui feasibility study (FS) masih berlangsung, bersamaan dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED), penyelesaian Amdal, serta proses pembebasan lahan.

    Plt Kepala Dinas PUPR dan Perkim NTB, Budi Herman, menyampaikan bahwa tim teknis terus melakukan kajian komprehensif terhadap proyek yang diproyeksikan menelan anggaran hingga triliunan rupiah tersebut. Pemilihan jalur Sengkol–Pringgabaya pun disebut telah melalui pertimbangan matang, terutama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan mengurai kepadatan lalu lintas pada jalur utama Mataram–Lombok Timur.

    Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan optimisme bahwa proyek ini akan memasuki tahap konstruksi pada tahun 2027, dengan fokus tahun berjalan pada penyelesaian seluruh aspek teknis dan administratif.

    Menanggapi hal tersebut, DPP GMPRI menilai bahwa skema pembebasan lahan melalui pendekatan konsolidasi atau wakaf lahan merupakan terobosan inovatif yang patut diapresiasi, namun harus dikawal secara ketat agar tetap mengedepankan prinsip transparansi, keadilan, serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat terdampak.

    “Kami mendukung penuh kebijakan ini, namun menekankan pentingnya pelaksanaan yang akuntabel dan berkeadilan. Skema konsolidasi lahan harus benar-benar memberikan nilai tambah dan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan ketimpangan baru,” lanjut Raja Agung Nusantara.

    Dukungan terhadap proyek strategis ini juga diperkuat oleh salah satu Dewan Pembina DPP GMPRI, Iyuk Wahyudi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Forum CSR Indonesia. Ia menilai pembangunan bypass Lembar–Kayangan memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan iklim investasi dan keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

    “Proyek ini memiliki potensi besar dalam mendorong sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Kami melihat adanya peluang penguatan peran CSR dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di NTB, khususnya dalam aspek pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan terdampak,” ujar Iyuk Wahyudi.

    Lebih lanjut, DPP GMPRI menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis yang kritis sekaligus konstruktif dalam mengawal jalannya proyek ini, guna memastikan realisasi yang tepat waktu, tepat sasaran, serta berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.

    Jalan bypass Lembar–Kayangan dengan panjang kurang lebih 50 kilometer ini direncanakan melintasi jalur selatan Pulau Lombok, mencakup wilayah Gerung, Praya, Sengkol, Keruak, Labuhan Haji hingga Pringgabaya. Jalur ini dinilai lebih efisien secara logistik serta strategis dalam mendukung mobilitas kendaraan besar, sehingga mampu mengurangi beban lalu lintas pada jalur utama yang selama ini mengalami kepadatan.

    “Ini adalah momentum penting bagi NTB untuk melompat lebih maju. DPP GMPRI akan terus berdiri bersama rakyat dan pemerintah, memastikan pembangunan ini berjalan secara berintegritas, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama,” tutup Raja Agung Nusantara.

    Konflik, Energi, dan Kripto: Badai Global yang Menguji,

    Konflik, Energi, dan Kripto: Badai Global yang Menguji, Gotong Royong yang Menyelamatkan

    Jakarta — Dinamika geopolitik dunia, gejolak harga energi, hingga perkembangan pesat teknologi digital seperti kripto dan kecerdasan buatan (AI) tengah membentuk lanskap ekonomi global yang baru. Situasi tersebut dinilai bukan sekadar krisis, melainkan ujian besar bagi ketahanan ekonomi dunia sekaligus momentum bagi bangsa-bangsa untuk berinovasi dan memperkuat solidaritas.

    Pandangan tersebut disampaikan oleh David Darmawan, Direktur Utama PT Betawi Global Korporatindo, pendiri Socentix, mantan Direktur Utama PT Redland Asia Capital Tbk (IDX: PLAS), sekaligus Ketua Umum Ormas Betawi Bangkit.

    Dalam refleksi ekonominya yang juga dipublikasikan melalui platform Kompasiana, David menilai bahwa periode 4–11 Maret 2026 menjadi salah satu minggu paling menentukan dalam dinamika ekonomi global. Pada pekan tersebut, dunia menghadapi tekanan geopolitik yang meningkat, lonjakan harga energi, serta volatilitas pasar yang tajam.

    “Peristiwa ini menunjukkan bahwa kekuatan dunia tidak hanya ditentukan oleh uang dan kekuatan militer, tetapi juga oleh ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, serta solidaritas kemanusiaan,” ujar David.

    Menurutnya, konflik geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah sempat memicu kekhawatiran global setelah operasi militer yang dikenal sebagai Operation Epic Fury memicu eskalasi ketegangan di kawasan Teluk. Kondisi tersebut menimbulkan ancaman terhadap jalur strategis energi dunia di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur distribusi bagi hampir seperlima pasokan minyak global.

    Kekhawatiran pasar pun langsung tercermin pada lonjakan harga minyak mentah Brent yang sempat menembus USD 114 per barel, memicu kembali bayang-bayang krisis energi global.

    Teknologi Mengubah Logika Konflik

    Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, David juga menyoroti perkembangan teknologi pertahanan modern yang dinilai mampu mengubah logika konflik global.

    Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah sistem laser pertahanan HELIOS, yang mampu menghancurkan drone dengan biaya operasional yang sangat rendah dibandingkan sistem rudal konvensional.

    “Jika sebelumnya drone murah dapat memaksa lawan menggunakan rudal bernilai jutaan dolar, kini teknologi laser memungkinkan pertahanan dilakukan hanya dengan biaya sekitar 50 sen per tembakan. Ini adalah perubahan matematis yang sangat signifikan dalam strategi perang modern,” jelasnya.

    Menurut David, fenomena tersebut memberikan pelajaran penting bagi bangsa Indonesia bahwa inovasi teknologi mampu membalikkan keterbatasan sumber daya menjadi kekuatan strategis.

    Sinyal Perlambatan Ekonomi Global

    Pada saat yang sama, Amerika Serikat sebagai mesin ekonomi terbesar dunia juga menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

    Data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan penurunan sekitar 92.000 lapangan kerja pada Februari, dengan tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,4 persen. Meski demikian, tekanan inflasi masih relatif terkendali pada kisaran 2,4 persen secara tahunan.

    Kondisi ini menciptakan tantangan baru bagi pembuat kebijakan global, di mana pertumbuhan ekonomi mulai melambat namun inflasi belum sepenuhnya hilang.

    “Situasi seperti ini menuntut kebijakan ekonomi yang sangat hati-hati karena dunia sedang berada dalam fase transisi ekonomi global,” kata David.

    Ketahanan Aset Digital

    Di tengah ketidakpastian tersebut, pasar aset digital justru menunjukkan fenomena yang menarik.

    Harga Bitcoin sempat menyentuh level USD 71.000 sebelum stabil di kisaran USD 70.059, menunjukkan daya tahan yang berbeda dibandingkan siklus sebelumnya.

    David menilai bahwa Bitcoin kini mulai menunjukkan karakter sebagai komoditas digital yang langka, dengan pasokan terbatas namun permintaan yang terus meningkat.

    “Semakin banyak institusi keuangan global mulai melihat Bitcoin sebagai alternatif penyimpan nilai. Ini menandakan bahwa ekosistem aset digital sedang memasuki fase kematangan,” ujarnya.

    Selain itu, ia juga menyoroti berkembangnya fenomena tokenisasi aset dunia nyata, di mana berbagai instrumen seperti saham, obligasi, hingga properti mulai dipindahkan ke dalam sistem blockchain.

    AI Menjadi Mesin Pertumbuhan Baru

    Selain kripto dan blockchain, perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi global.

    Lonjakan permintaan terhadap infrastruktur AI, termasuk pusat data, chip komputasi, dan server berperforma tinggi, bahkan dilaporkan meningkat hingga 243 persen dalam satu tahun oleh salah satu perusahaan teknologi global.

    “Dunia sedang memasuki era baru di mana kecerdasan buatan akan menjadi ‘listrik baru’ bagi ekonomi global,” kata David.

    Momentum Kebangkitan Indonesia

    Dalam perspektif nasional, David menilai bahwa perubahan besar dunia ini harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.

    Ia menekankan pentingnya lima langkah strategis bagi Indonesia;

    1. Melindungi daya beli masyarakat, khususnya saat terjadi lonjakan harga energi.
    2. Mengurangi ketergantungan energi impor melalui percepatan energi terbarukan dan inovasi energi domestik.
    3. Mendorong inovasi teknologi nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen teknologi.
    4. Mengembangkan ekosistem blockchain dan aset digital secara sehat dan terregulasi.
    5. Menghidupkan kembali semangat gotong royong ekonomi nasional.

    Menurutnya, kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi juga pada kekuatan sosial dan persatuan bangsa.

    “Dari Aceh hingga Papua, dari pesantren hingga kampus teknologi, semuanya adalah bagian dari keluarga besar Indonesia. Ketika dunia terpecah oleh konflik, Indonesia memiliki kekuatan langka yaitu persatuan dalam keberagaman,” ungkapnya.

    Optimisme Menghadapi Masa Depan

    David menegaskan bahwa badai global yang terjadi saat ini bukanlah akhir dari perjalanan ekonomi dunia, melainkan sebuah ujian yang justru dapat menjadi titik awal kebangkitan.

    “Bangsa yang besar bukan bangsa yang tidak pernah jatuh, tetapi bangsa yang selalu mampu bangkit lebih kuat setiap kali diuji,” ujarnya.

    Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghadapi perubahan dunia dengan keberanian, ilmu pengetahuan, inovasi, serta semangat persaudaraan.

    “Jika kita bersatu, berinovasi, dan menjaga nilai-nilai moral serta spiritual, Indonesia bukan hanya mampu bertahan di tengah badai global, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu kekuatan ekonomi besar dunia,” tutupnya.

    Penulis:
    David Darmawan
    Direktur Utama PT Betawi Global Korporatindo
    Pendiri Socentix
    Mantan Direktur Utama PT Redland Asia Capital Tbk (IDX: PLAS)
    Ketua Umum Ormas Betawi Bangkit

    Diduga Ada Permainan Kotor Majelis Hakim PN Labuan dan Tergugat Terbitkan Putusan Rampas Tanah Negara

    Labuan Bajo – Di Kerangan Labuan Bajo, rupanya sosok terduga mafia tanah Santosa Kadiman selaku tergugat, didewakan oleh oknum Majelis Hakim. Dimana penguasaan tanah negara dengan surat alas hak yang tidak jelas karena tanpa luas, malah dimuluskan Majelis Hakim dengan ketok palu “sah”.

    Para oknum Majelis Hakim ini tampak tunduk dan menuruti saja keinginan para terduga mafia perampas tanah tersebut. Yakni  melalui putusan perkara perdata no.32/Pdt.G/2025/PN Lbj dan 33/Pdt.G/2025/PN Lbj 10 Maret 2026. Adapun Majelis Hakim di perkara ini adalah : I Made Wirangga Kusuma, S.H., Kevien Dicky Aldison, S.H., Intan Hendrawati, S.H.

    “Majelis Hakim memutuskan sah penguasaan tanah oleh Santosa Kadiman berdasarkan surat alas hak 21 Oktober 1991 an.Beatrix Seran Nggebu yang terang-terangan di surat itu tidak ada m² luas tanahnya,” kata Jon Kadis, S.H., salah satu anggota Tim Kuasa Hukum Rudini dkk Penggugat kepada media, Selasa (17/3/2026) di Labuan Bajo.

    Kata dia, putusan ini memantik reaksi kontra dari publik sebagaimana viral diberitakan banyak media. Padahal baik fungsionaris adat maupun anak fungsionaris adat, Hj Ramang Ishaka (red-tahun 2021) saat sebagai saksi kunci dibawah sumpah di perkara Tipikor 30 ha tanah, sudah jelas menyatakan tanah-tanah Beatrix Seran Nggebu di Kerangan dibatalkan pada tahun 1998.

    “Tanah Beatrix Seran Nggebu tanpa luasnya itu ternyata di tanah negara, ketika dilihat dari batas tanah surat alas hak tanah 10 Maret 1990. Dimana saat itu telah menghasilkan produk berupa SHM, antara lain atas nama Johanis Vans Naput di batas baratnya,” jelasnya.

    Jon Kadis juga menjelaskan, Tanah Beatrix Seran dan keluarganya (Niko Naput) di Kerangan, kalau dilihat fisiknya sekarang ini dipertanyakan. Pertanyaanya kata Jon Kadis, dimana mereka duduki, bangun pondok, gusur tanah, dll?.

    “Di tanah yang mereka duduki itu, di tanah batasan baratnya sudah ada produk BPN berupa Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Johanis Vans Naput. SHM di barat itu terbit berdasarkan surat tanah 10 Maret 1990 (red-alas hak tanah an. Nasar Bin Haji Supu, yang dibeli oleh Nikolaus Naput, suami Beatrix),” tandasnya. 

    Sanbil memperlihatkan fotocopy surat tersebut Jon Kadis mengatakan bisa kita perhatikan baik-baik Surat Tanah 10 Maret 1990 ini, batas timurnya adalah Tanah Negara. Tentunyalah batas timur tanah surat 10 Maret 1990 ini adalah Tanah Negara.

    “Surat Tanah 10 Maret 1990 itu digunakan para Tergugat Santosa Kadiman dan keluarga Naput di PPJBB 40 ha di Notaris Billy Ginta Januari 2014,” lanjut Jon Kadis.

    Menurutnya, perlu kita lihat secara lengkap batas-batas tanah 10 Maret 1990 ini : batas utara adalah Tanah Negara, batas TIMUR adalah Tanah, dan batas selatan adalah Tanah Negara, lalu batas baratnya Laut Flores.

    “Sekali lagi, di tanah obyek sengketa perkara Perdata no.32 dan 33/2025, didasarkan oleh Tergugat adalah dari surat tanah 21/10/1991 an. Beatrix Seran Nggebu, adalah Tanah Negara kan? Saya ulangi, Tanah Negara ini adalah tanah batas bagian timur dari tanah yang surat alas haknya 10 Maret 1990 ini ‘kan?,” ucap Jon Kadis.

    Tentu menjadi pertanyaan pertama, bagaimana mungkin Fungsionaris Adat Nggorang/Labuan Bajo menyerahkan ‘tanah negara’ (surat 21 Oktober 1991) kepada orang perorangan Beatrix Seran Nggebu?

    “Jika dilihat jarak waktunya, itu hanya beberapa bulan dari 10 Maret 1990, yang tadinya tanah negara, koq pada 21 Oktober 1991 tanah negara ini dikuasai perorangan?. Secara gamblang saja boleh dikatakan telah terjadi perampasan tanah negara oleh Beatrix Seran Nggebu di situ,” tegas Jon Kadis.

    Pertanyaan kedua adalah, apa alasan Majelis Hakim bahwa surat alas hak tanah 21 Oktober 1990 itu sah?

    “Jadi, bagi Majelis Hakim memutuskan bahwa menguasai tanah Negara itu sah? Perampasan tanah Negara disebut sah?”, tutup Jon dengan nada kesal.

    Tidak Lelah Mencari Keadilan

    Sementara itu Dr. (c) H. Indra Triantoro. S.H., .M.H., salah satu anggota Tim Kuasa Hukum Penggugat mengatakan, para pencari keadilan sangat berharap putusan yang adil dari Majelis Hakim sebagai wakil Tuhan untuk membawa pencerahan.

    “Majelis Hakim Perkara Perdata no. 32 dan 33/2025 tsb, apakah benar wakil Tuhan? Para Tergugat Santosa Kadiman dan Keluarga Naput terang benderang merampas Tanah Negara kok bisa disahkan oleh Majelis Hakim? Ini Majelis hakim sebagai Wakil Tuhan atau Wakilnya Para Tergugat?,” ucap Indra.

    Lakukan Banding dan Laporkan Majelis Hakim ke Bawas MA dan KY

    Putusan Majelis Hukum ini bertentangan dengan fakta sesungguhnya, karena itu kami tempuh banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Kupang dan berharap PT Kupang memerankan judex facti secara profesional.

    “Kami saat sudah melaporkan para  majelis hakim ini ke Bawas MA dan KY (Komisi Yudisial) 12/3/2026,” kata Ni Made Widiastanti, S.H., anggota Tim Hukum lainnya.

    “Di Manggarai Barat itu, masyarakat adatnya sangat kental dengan budaya leluhur, termasuk soal tanah warisan leluhur. Mereka buat ritual adat, “makan tanah leluhur” sebagai sumpah. Saya kawatir, siapapun yang merampas tanah bukan miliknya akan membawa karma buruk baginya,” kata Indah Wahyuni, S.H., anggota Tim Kuasa Hukum pengugat. (red)