Booth Paspampres menampilkan koleksi seragam dan perlengkapan di TNI Fair 2026 di Monas
Warga Makin Membeludak di Malam Hari, Band TNI Ramaikan TNI Fair 2026 di Monas

Jakarta, 20 September 2026 — Suasana kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, semakin ramai pada Minggu malam (20/9/2026). Memasuki sekitar pukul 20.00 WIB, warga terlihat terus berdatangan dan memenuhi area TNI Fair 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.

Keramaian tidak hanya terlihat di area pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista). Menjelang malam, perhatian pengunjung juga tertuju pada panggung hiburan yang menghadirkan penampilan musik dari lingkungan TNI.

Alunan musik membuat suasana Monas terasa semakin hidup. Warga dari berbagai usia tampak menikmati pertunjukan sambil berkeliling melihat berbagai pameran yang tersedia di kawasan acara.

Pameran TNI Jadi Ruang Interaksi dengan Masyarakat

TNI Fair 2026 berlangsung selama 19–20 September 2026 di kawasan Monas dan terbuka untuk masyarakat. Berbagai kegiatan dihadirkan, mulai dari pameran alutsista, teknologi pertahanan, atraksi prajurit, hingga hiburan musik.

Salah satu daya tarik acara adalah kesempatan bagi masyarakat untuk melihat lebih dekat berbagai perlengkapan dan kegiatan yang biasanya tidak ditemui dalam keseharian.

Dari suasana di lokasi pada malam hari, kepadatan pengunjung terlihat semakin meningkat. Warga tidak hanya datang bersama teman, tetapi juga membawa keluarga untuk menikmati rangkaian kegiatan TNI Fair.

Dari Kostrad hingga Seragam Paspampres

Selain pertunjukan musik, pengunjung juga dapat menemukan berbagai stan yang menampilkan informasi mengenai satuan dan profesi di lingkungan TNI.

Salah satunya adalah area Kostrad yang tampil dengan desain gerbang bernuansa hijau dan menampilkan informasi mengenai kegiatan satuannya. Area tersebut menjadi salah satu titik yang menarik perhatian pengunjung untuk berfoto.

Di lokasi lainnya, terdapat pula pameran seragam Paspampres yang menampilkan beberapa model pakaian dinas dan perlengkapan. Kehadiran pameran seperti ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai atribut dan tradisi yang ada di lingkungan TNI.

Malam Penutup yang Dipenuhi Warga

Memasuki malam terakhir TNI Fair 2026, suasana di Monas semakin semarak. Warga memanfaatkan waktu hingga malam untuk menikmati hiburan sekaligus melihat berbagai pameran yang telah disiapkan.

TNI Fair 2026 sendiri menghadirkan pameran dari tiga matra TNI serta berbagai kegiatan pendukung, termasuk hiburan musik dan layanan untuk masyarakat.

Bagi pengunjung, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menikmati suasana Monas sekaligus mengenal lebih dekat kehidupan, perlengkapan, dan kegiatan prajurit TNI.

Malam di Monas pun ditutup dengan suasana yang meriah. Di tengah padatnya pengunjung dan suara musik yang mengiringi acara, TNI Fair 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang mempertemukan prajurit dengan masyarakat dalam suasana yang lebih terbuka dan santai.

Harapan warga tentu agar TNI terus hadir secara profesional, dekat dengan masyarakat, serta mampu memberikan manfaat melalui kegiatan-kegiatan yang terbuka dan edukatif.

Ditulis dan disunting oleh: Andre Ramdani Permana

Suara Global South dan Harapan Baru dari KTT BRICS 2026

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS yang berlangsung di New Delhi, India, menjadi salah satu momentum penting dalam pembahasan mengenai arah pembangunan dan kerja sama global. Pertemuan tersebut mempertemukan negara-negara anggota serta berbagai negara mitra BRICS di tengah tantangan dunia yang semakin kompleks.

Presiden Prabowo Subianto turut menghadiri sesi terbuka KTT BRICS pada 13 September 2026. Dalam pidatonya, Presiden menyoroti pentingnya persatuan suara negara-negara Global South dalam menentukan arah pembangunan dunia.

Pesan tersebut menjadi relevan ketika berbagai negara berkembang masih menghadapi persoalan kemiskinan, ketimpangan ekonomi, perubahan iklim, hingga akses terhadap pembangunan yang berkelanjutan.

Memperkuat Suara Negara Berkembang

Global South memiliki posisi yang semakin penting dalam percaturan dunia. Negara-negara berkembang tidak hanya memiliki jumlah penduduk yang besar, tetapi juga memiliki sumber daya alam, potensi ekonomi, serta peran strategis dalam berbagai sektor global.

Melalui BRICS, negara-negara tersebut memiliki ruang untuk memperkuat kerja sama dan menyampaikan kepentingan bersama dalam berbagai persoalan internasional.

Kehadiran Indonesia di dalam BRICS juga membuka peluang untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi, perdagangan, investasi, teknologi, energi, pangan, dan pembangunan berkelanjutan.

Namun, penguatan posisi negara berkembang tidak hanya membutuhkan suara yang lebih kuat dalam forum internasional. Kerja sama tersebut juga perlu menghasilkan kebijakan dan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Mengingat Target Pembangunan 2030

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa masyarakat internasional sedang menuju tahun 2030 yang menjadi batas waktu pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

SDGs mencakup berbagai tujuan pembangunan, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, perlindungan lingkungan, hingga pembangunan institusi yang lebih kuat.

Waktu yang semakin dekat dengan target 2030 membuat komitmen negara-negara terhadap pembangunan berkelanjutan menjadi semakin penting. Pembangunan tidak hanya dituntut menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan pemerataan dan keberlanjutan.

Pengentasan kemiskinan, perlindungan bumi, serta penguatan institusi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari upaya menciptakan masa depan yang lebih tangguh.

Indonesia dan Peran di BRICS

Sebagai bagian dari BRICS, Indonesia memiliki kesempatan untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara berkembang maupun negara-negara dengan kekuatan ekonomi besar.

Posisi Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan perekonomian yang terus berkembang dapat menjadi modal dalam mendorong agenda yang berkaitan dengan kepentingan negara-negara Global South.

Kerja sama tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi pembangunan nasional. Hubungan ekonomi dan diplomasi yang semakin kuat dapat dimanfaatkan untuk mendorong investasi, perdagangan, transfer teknologi, serta kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Pada saat yang sama, kepentingan masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam setiap kerja sama internasional. Keberhasilan suatu forum internasional pada akhirnya tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya pertemuan atau kesepakatan, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Dari Komitmen Menuju Aksi

KTT BRICS ke-18 di New Delhi memperlihatkan bahwa isu pembangunan global semakin membutuhkan kerja sama antarnegara. Persatuan negara-negara Global South menjadi salah satu bagian penting dalam membangun tatanan dunia yang lebih inklusif.

Target SDGs 2030 juga menjadi pengingat bahwa masih terdapat banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Kemiskinan, ketimpangan, perubahan iklim, dan berbagai persoalan pembangunan membutuhkan komitmen yang konsisten dan kerja sama jangka panjang.

Pesan yang disampaikan dalam KTT BRICS tersebut pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan kepentingan antarnegara, tetapi juga menyangkut masa depan masyarakat dunia.

Memasuki periode menuju 2030, kerja sama negara-negara BRICS dan Global South akan semakin penting untuk memastikan pembangunan berjalan secara berkelanjutan, melindungi lingkungan, mengurangi kemiskinan, serta menciptakan perdamaian dan kesejahteraan bagi masyarakat luas.

New Delhi, India, 13 September 2026.

Ditulis dan disunting oleh: Andre Ramdani Permana

Andre Ramdani Permana Avatar