Lebih dari sepuluh tahun mengabdi di Kepolisian Republik Indonesia, Kompol Rezeki Revi Respati, S.H., S.I.K., M.Si., telah melewati berbagai penugasan yang membentuknya menjadi perwira dengan kompetensi lintas bidang. Perwira asal Aceh ini menutup satu babak penting dalam kariernya dengan menuntaskan Pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-66 Tahun Anggaran 2026.
2010: Awal Pengabdian di Akademi Kepolisian
Perjalanan Kompol Respati sebagai anggota Polri dimulai pada tahun 2010, saat ia dinyatakan lulus dari Akademi Kepolisian sebagai bagian dari angkatan Dharma Ksatria. Dari titik inilah, satu demi satu penugasan dan jenjang pendidikan lanjutan mulai ia lalui.
2017: Terjun ke Dunia Penyidikan Bareskrim
Memasuki tahun 2017, Rezeki Revi Respati mulai bertugas sebagai Penyidik Subdirektorat 5 Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, sekaligus tergabung dalam Satuan Tugas Anti Illegal Mining yang berfokus menangani kejahatan pertambangan tanpa izin. Fase ini menjadi titik awal pengalamannya menangani kasus-kasus dengan tingkat kompleksitas tinggi.
2020: Meraih Gelar Magister dengan Predikat Cumlaude
Di tengah kesibukan tugas sebagai penyidik, Kompol Respati tetap menyisihkan waktu untuk menuntaskan pendidikan pascasarjananya. Pada tahun 2020, ia berhasil menyelesaikan program magister Ilmu Kepolisian di Universitas Indonesia dengan predikat cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulatif 3,9, mengangkat tesis mengenai relasi atasan-bawahan sebagai faktor pembentuk komitmen organisasi di lingkungan Bareskrim Polri.
2021–2022: Memimpin Unit Harta Benda dan Memberantas Mafia Tanah
Kariernya berlanjut ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya, di mana ia menjabat Kepala Unit Harta Benda sekaligus tergabung dalam Satuan Tugas Anti Mafia Tanah Polri yang berhasil mengungkap sejumlah kasus mafia tanah di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Fase ini menunjukkan kemampuannya menangani kejahatan yang melibatkan aspek hukum properti dan pertanahan yang kerap rumit.
Mengawal Jakarta Pusat sebagai Wakasat Reskrim dan Kapolsek Gambir
Selanjutnya, Kompol Respati dipercaya menjabat Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, memimpin penanganan berbagai kasus kejahatan di wilayah tersebut. Ia kemudian menjabat sebagai Kapolsek Metro Gambir, kawasan pusat pemerintahan nasional, dan turut mengamankan agenda-agenda strategis seperti Pemilihan Presiden 2024 serta pengamanan tamu VVIP dan tamu negara di kawasan Ring I Jakarta.
2026: Menuntaskan Sespimmen Dikreg 66
Babak terbaru dalam kariernya ditandai dengan kelulusan dari Pendidikan Sespimmen Dikreg ke-66 Tahun Anggaran 2026, jenjang pendidikan yang mempersiapkan perwira menengah Polri untuk tanggung jawab kepemimpinan yang lebih besar. Saat dinyatakan lulus seleksi dan terpilih mengikuti pendidikan tersebut, Kompol Respati menyampaikan rasa syukurnya atas proses seleksi yang berlangsung ketat dan kompetitif.
Ia mengungkapkan bahwa keteladanan Nabi Muhammad SAW menjadi inspirasi utamanya dalam bertugas, terutama dalam menjaga integritas, keberanian, dan konsistensi menegakkan kebenaran serta keadilan. Ia juga menekankan pentingnya transformasi Polri menuju institusi yang modern, profesional, dan humanis, melalui penerapan sistem meritokrasi yang objektif.
Jejak di Panggung Kenegaraan
Di sela berbagai penugasan tersebut, Kompol Respati juga pernah dipercaya menjadi Komandan Upacara pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Jakarta Pusat. Upacara ini tercatat istimewa karena menjadi pelaksanaan pertama dalam 58 tahun terakhir di museum yang didedikasikan untuk mengenang Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani.
Penutup
Melihat rangkaian perjalanan dari tahun ke tahun, mulai dari Akademi Kepolisian pada 2010, gelar cumlaude di Universitas Indonesia pada 2020, berbagai penugasan strategis di bidang reserse dan pengamanan, hingga kelulusan dari Sespimmen Dikreg ke-66 pada 2026, terlihat jelas bahwa karier Kompol Rezeki Revi Respati dibangun secara bertahap dan konsisten. Satu dekade lebih pengabdiannya menjadi bukti nyata bahwa proses panjang dan kerja keras yang berkelanjutan mampu mengantarkan seorang perwira menuju jenjang kepemimpinan yang lebih tinggi di tubuh Polri.











