Shinera Entertaiment Sukses Gelar Drama Musikal SIRENA: Air Mata Lautan, Bukti Hiburan Menghibur, Mendidik dan Memberdayakan

Jakarta – Shinera Entertainment (Shine Era Entertainment) sukses menggelar pertunjukan drama musikal fantasi original Indonesia bertajuk “SIRENA: Air Mata dari Lautan” pada 9-10 Oktober 2026 di Balai Sarbini, Jakarta.

Pertunjukan yang memadukan musik, drama, koreografi, tata artistik, dan multimedia ini berhasil menghadirkan pengalaman teater berskala besar dengan target 4.400 penonton dalam 4 kali show selama dua hari.

Ide cerita dan naskah dari Kak Loly Imelda Hutapea sekaligus pencipta seluruh lagu musikal SIRENA, SIRENA bukan sekadar dongeng putri duyung, Di Sutradarai oleh Djalaeni Manock dan di dampingi oleh kak Loly Imelda Hutapea sendiri sebagai Supervisi Sutradara. Kisahnya berpusat pada Sirena, anak istimewa yang hidup di dua dunia, air dan darat, yang terdampar setelah badai perang laut menghancurkan kerajaan Atargatis. Sebuah narasi tentang cinta, keluarga, keberanian, dan penerimaan.

“Saya selalu ingin membuat karya yang mampu membuka ruang seluas-luasnya bagi imajinasi. Melalui SIRENA, kami ingin mengajak anak dan keluarga memasuki dunia yang ajaib, tetapi tetap membawa nilai yang sangat dekat dengan kehidupan,” ujar Kak Loly Imelda Hutapea pencetus ide sekaligus supervisi Sutradara, kepada media, Selasa, (13/10/2026) di Jakarta.

Sesuai visi perusahaan, Shinera menghadirkan hiburan berbasis edutainment. Seperti yang dikutip NYATA Media, SIRENA dirancang dengan sentuhan kearifan lokal Indonesia, seni urban, dan teknologi.

Lebih dari Komersial: Kolaborasi Inklusi yang Viral

Keunikan SIRENA yang menjadi sorotan media dan viral di Instagram adalah komitmen sosialnya. Shinera melibatkan komunitas penyandang disabilitas sebagai pemain musik.

Hal ini mendapat apresiasi langsung dari Istri Menteri Sosial RI, Fatma Saifullah Yusuf, yang hadir dalam konferensi pers: “Saya sangat bangga, sangat terharu ketika saya mendengar ada sekitar 7-10 anak disabilitas pemain musik.”

Penyelenggaraan ini juga berkolaborasi dengan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Pusat, Dewan Kesenian Jakarta, dan PT MRT Jakarta, serta mendapat dukungan dari Seruni Kabinet Merah Putih dan Kementerian Sosial untuk memfasilitasi anak-anak kurang mampu dan berprestasi untuk menonton.

Diperkuat oleh jajaran cast ternama seperti Rara Sudirman (Indonesian Idol), Widi Mulia sebagai Ratu Kaia, Agus Wisman sebagai Raja Athar, Teuku Zacky sebagai Prof. Dharma, serta puluhan talenta muda berbakat, SIRENA membuktikan bahwa industri musikal Indonesia mampu bersaing.

Tentang Shinera Entertainment: Production House & Event Organizer yang fokus pada penciptaan Intellectual Property (IP) hiburan yang bernilai cinta, budaya, empati, dan kepedulian sosial.

SHINERA ENTERTAINMENT – Beyond Entertainment, We Create Values.

Di tengah industri hiburan yang serba komersial, Shinera Entertainment hadir dengan pembeda. Kami bukan sekadar Production House dan Event Organizer. Kami adalah pencipta ruang imajinasi.

Dan itu kami buktikan lewat karya terbaru kami: Drama Musikal SIRENA: Air Mata dari Lautan.

SUKSES BESAR 9-10 OKTOBER 2026 DI BALAI SARBINI

Selama dua hari, 4 show, dengan target 4.400 penonton, Balai Sarbini kami sulap menjadi kerajaan bawah laut Atargatis yang magis. Ini bukan sekadar panggung, ini adalah pengalaman teater berskala besar yang memadukan musik, drama, koreografi, tata artistik, dan multimedia.

Liputan arus utama media memposisikan: SIRENA adalah drama musikal fantasi original Indonesia dengan sentuhan kearifan lokal.

Buktinya viral di medsos:
– Reel performance Rara Sudirman sebagai Sirena dewasa dengan gaun biru berkilau dan LED lautan yang disebut penonton “magical”
– Duet Widi Mulia & Agus Wisman sebagai Ratu Kaia & Raja Athar dengan visual ubur-ubur dan istana bawah laut.
– Momen-momen haru anak-anak “Teman Sirena” dengan sertifikat penghargaan di atas panggung

HIBURAN YANG MENDIDIK, BUKAN HANYA MENGHIBUR

Ini DNA Shinera. Seperti kata pencetus ide Kak Loly Imelda Hutapea yang dikutip media: “Melalui SIRENA, kami ingin mengajak anak dan keluarga memasuki dunia yang ajaib, tetapi tetap membawa nilai yang sangat dekat dengan kehidupan: tentang hubungan cinta dan keluarga, keberanian, penerimaan.”

Kami mengemas 4 pilar edutainment:

1. CINTA & KELUARGA: Kisah Sirena, anak istimewa yang bisa hidup di dua dunia yang terdampar dan dirawat pasangan suami istri dokter, adalah tentang cinta tanpa syarat.

2. BUDAYA: Kami berkolaborasi dengan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Pusat, Dewan Kesenian Jakarta, dan PT MRT Jakarta. Fantasi bawah laut dibalut seni urban dan kearifan lokal Indonesia.

3. EMPATI & KEPEDULIAN SOSIAL: Ini yang bikin SIRENA beda. Kami melibatkan komunitas penyandang disabilitas sebagai pemain musik. Diapresiasi langsung oleh Ibu pendamping Kementrian Sosial Republik Indonesia, Fatma Saifullah Yusuf: “Saya sangat bangga, sangat terharu ketika saya mendengar ada sekitar 7-10 anak disabilitas pemain musik”.

Ibu Pendamping Kementrian UMKM, Tina Maman Abdurrahman sangat ingin Indonesia terkenal dengan karya musikalnya dan mensupport Shinera yang berani memulai.

Bahkan, Seruni Kabinet Merah Putih, DWP Kementerian UMKM, dan BNI memfasilitasi anak-anak kurang mampu, disabilitas, dan Sahabat Pejuang Kanker untuk nonton bareng. Seperti pesan Direktur kami Mikalouda: “di dunia Sirena adalah saling back up apabila ada kekurangan satu sama lain”.

MENGAPA HARUS SHINERA?

Karena kami paham cara membuat event yang sold out secara tiket, tapi juga sold out secara hati.

– Production House: Dari ide orisinal Kak Loly Imelda Hutapea directing dari Djaelani Manock.

– Song writer : Loly Imelda Hutapea Dengan metodologi teater untuk anak, hingga casting bintang lintas generasi (Rara Sudirman, Fahad Haydra, Widi Mulia, Teuku Zacky, Yoan Cocohamida).

– Event Organizer: Kami mengubah venue non-teater seperti Balai Sarbini menjadi dunia fantasi lewat teknologi multimedia, dengan manajemen 28 kali latihan selama 3 bulan.

Shinera Entertainment tidak hanya menggelar acara. Kami membangun ekosistem. Seperti kata Widi Mulia: “Generasi muda perlu mendapatkan akses seluas-luasnya untuk belajar, bermimpi, dan mengembangkan imajinasi. Shinera Entertainment. We Don’t Just Entertain. We Educate, We Empower, We Embrace.” (red)

Editor: Syafrudin Budiman SIP (Wartawan Senior)

jasa aktuaria KKA Purwani Kencana
Memahami PSAK 219: Kewajiban Perusahaan atas Imbalan Kerja dan Peran Jasa Pendukungnya

Pergantian nomor standar akuntansi sering menimbulkan kesan bahwa isinya ikut berubah. Pada kasus PSAK 24 yang kini bernomor PSAK 219, kesan itu tidak sepenuhnya tepat. Yang berubah terutama penomoran, sedangkan rujukannya tetap IAS 19 tentang imbalan kerja. Meski begitu, banyak perusahaan masih menyebut standar lama dalam dokumen internal, dan sebagian belum memahami cakupan kewajiban yang melekat padanya.

Artikel ini merangkum isi pokok PSAK 219, jenis imbalan yang diaturnya, serta kapan perusahaan membutuhkan jasa PSAK 219 dari pihak yang kompeten. Jika anda membutuhkan jasa aktuaria kunjungi website www.KonsultanAktuaria.com

Dari PSAK 24 ke PSAK 219

Ikatan Akuntan Indonesia menata ulang penomoran standar akuntansi keuangan, dan nomor baru itu berlaku sejak 1 Januari 2024. PSAK 24 tentang imbalan kerja menjadi PSAK 219. Isi standar tetap mengikuti IAS 19 Employee Benefits, sehingga pengalaman perusahaan multinasional dengan standar internasional dapat dipakai sebagai pembanding.

Bagi pembaca laporan keuangan, perubahan nomor ini kecil dampaknya. Bagi perusahaan, implikasinya lebih praktis: dokumen kebijakan akuntansi, catatan atas laporan keuangan, dan surat penugasan kepada konsultan perlu merujuk ke nomor yang baru agar tidak menimbulkan pertanyaan dari auditor.

Empat Kelompok Imbalan dalam Standar

PSAK 219 membagi imbalan kerja menjadi empat kelompok. Imbalan kerja jangka pendek mencakup gaji, tunjangan, bonus yang jatuh tempo dalam dua belas bulan, dan cuti tahunan. Imbalan pascakerja mencakup pensiun dan manfaat lain yang dibayar setelah karyawan berhenti bekerja. Imbalan kerja jangka panjang lainnya mencakup cuti besar dan penghargaan masa kerja. Pesangon pemutusan hubungan kerja termasuk imbalan pemutusan kontrak kerja.

Perbedaan kelompok ini penting karena setiap kelompok punya perlakuan akuntansi sendiri. Imbalan jangka pendek cukup dicatat saat karyawan memberikan jasa. Imbalan pascakerja program iuran pasti hanya menimbulkan beban sebesar iuran yang dibayar. Program imbalan pasti, yaitu program yang menjanjikan manfaat dalam jumlah tertentu, memerlukan pengukuran aktuaria karena perusahaan menanggung risikonya.

Di Indonesia, ketentuan pesangon dan penghargaan masa kerja dalam peraturan ketenagakerjaan pada praktiknya diperlakukan sebagai program imbalan pasti untuk imbalan pascakerja. Itu sebabnya hampir setiap perusahaan dengan karyawan tetap berurusan dengan standar ini, walaupun tidak pernah mendirikan dana pensiun.

Cara Standar Mengukur Kewajiban

Untuk program imbalan pasti, PSAK 219 meminta perusahaan mengukur nilai kini kewajiban dengan metode Projected Unit Credit. Setiap tahun jasa dianggap menghasilkan satu unit tambahan hak atas manfaat, dan setiap unit diukur secara terpisah. Nilai kini seluruh unit itu menjadi kewajiban pada tanggal pelaporan.

Perusahaan kemudian membagi perubahan kewajiban ke dalam beberapa komponen. Biaya jasa kini dan biaya bunga neto masuk ke laba rugi. Pengukuran kembali, yang timbul karena selisih antara asumsi dan kenyataan atau karena perubahan asumsi, dicatat dalam penghasilan komprehensif lain dan tidak dapat dipindahkan kembali ke laba rugi. Sebaliknya, pengukuran kembali atas imbalan jangka panjang lainnya seperti cuti besar langsung masuk laba rugi.

Pembedaan ini sering luput dari perhatian bagian keuangan yang menyusun jurnal. Kesalahan klasifikasi antara laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tidak mengubah total kewajiban, tetapi mengubah laba yang dilaporkan, dan auditor biasanya memeriksanya dengan teliti.

Pengungkapan yang Diminta

PSAK 219 tidak berhenti pada angka di laporan posisi keuangan. Perusahaan juga harus mengungkapkan karakteristik program, risiko yang melekat padanya, rekonsiliasi saldo awal ke saldo akhir, asumsi aktuaria utama, serta analisis sensitivitas. Perusahaan juga perlu menyajikan informasi tentang durasi rata-rata tertimbang kewajiban, yang memberi gambaran kapan arus kas keluar kira-kira terjadi.

Analisis sensitivitas patut mendapat perhatian khusus. Tabel yang menunjukkan perubahan kewajiban bila tingkat diskonto bergeser satu poin persentase membantu pembaca memahami seberapa rapuh angka itu terhadap asumsi. Pada perusahaan dengan banyak karyawan muda, pergeseran tersebut dapat mengubah kewajiban hingga belasan persen.

Di Mana Aktuaris Dibutuhkan

Standar tidak menyebut kata “aktuaris” sebagai kewajiban hukum untuk setiap perusahaan, tetapi mensyaratkan pengukuran yang andal. Untuk program imbalan pasti dengan banyak peserta, pengukuran yang andal praktis tidak mungkin dicapai tanpa model aktuaria. Standar sendiri menganjurkan, walau tidak mewajibkan, keterlibatan aktuaris yang berkualifikasi.

Dalam praktik audit, kantor akuntan publik hampir selalu meminta laporan aktuaria independen sebagai bukti pendukung. Karena itu perusahaan menggunakan jasa PSAK 219 bukan hanya untuk menghitung, tetapi juga untuk memperoleh dokumen yang dapat diuji dan dipertahankan di depan auditor.

Peran Bagian Keuangan dan SDM

Keberhasilan valuasi tidak hanya ditentukan konsultan. Bagian SDM memegang data yang menjadi bahan baku, dan bagian keuangan memegang kebijakan akuntansi. Bila keduanya tidak berbicara, konsultan menerima data yang tidak sesuai dengan kebijakan yang dipakai di buku besar.

Contoh sederhana adalah definisi upah. Peraturan perusahaan mungkin menghitung pesangon dari upah pokok ditambah tunjangan tetap, sedangkan data yang diberikan kepada konsultan hanya memuat gaji pokok. Perbedaan itu menyebabkan kewajiban tercatat lebih kecil dari yang seharusnya, dan baru terungkap ketika auditor mencocokkan dokumen kebijakan dengan angka valuasi.

Perusahaan yang rutin menyelaraskan definisi upah, masa kerja, dan status karyawan antara SDM, keuangan, dan konsultan umumnya lebih sedikit mengalami revisi pada saat audit.

Kesalahan Umum dalam Penerapan

Kesalahan pertama adalah menganggap perusahaan kecil tidak terkena standar ini. Ukuran perusahaan tidak menentukan kewajiban pesangon, yang melekat pada hubungan kerja. Yang berbeda adalah standar akuntansi yang dipakai. Entitas yang memakai SAK Entitas Privat atau SAK EMKM memiliki ketentuan tersendiri, dan perusahaan sebaiknya memastikannya kepada auditor sebelum memutuskan.

Kesalahan kedua adalah memakai asumsi yang sama dari tahun ke tahun tanpa meninjaunya. Tingkat diskonto harus mencerminkan keadaan pada tanggal pelaporan, dan kenaikan gaji harus mengikuti kebijakan yang benar-benar berjalan. Kesalahan ketiga adalah mengabaikan karyawan yang telah keluar selama tahun berjalan. Data pengunduran diri justru bahan penting untuk menilai kecenderungan karyawan meninggalkan perusahaan.

Kesalahan keempat berkaitan dengan perubahan regulasi. Aturan ketenagakerjaan dapat berubah, dan perubahan itu dapat menjadi perubahan program yang memunculkan biaya jasa lalu. Aktuaris perlu mengetahuinya dan mencantumkan dasar hukum yang dipakai dalam laporan.

Perbedaan PSAK 219 dengan Standar untuk Dana Pensiun

Satu kekeliruan yang cukup sering muncul adalah mencampuradukkan PSAK 219 dengan standar yang mengatur dana pensiun. PSAK 219 melihat dari sisi pemberi kerja, yaitu perusahaan yang menjanjikan manfaat kepada karyawannya. Standar lain, PSAK 226 tentang program manfaat purnakarya, mengatur penyajian laporan keuangan program itu sendiri, yaitu dana pensiun sebagai entitas yang berdiri sendiri.

Perbedaan ini berarti perusahaan yang mendirikan dana pensiun menghadapi dua lapis pelaporan. Dana pensiun menyusun laporannya sendiri menurut standar program pensiun, sedangkan perusahaan sebagai pendiri tetap mengukur kewajiban dan aset programnya menurut PSAK 219. Konsultan yang menangani keduanya perlu memastikan angka di kedua laporan konsisten dan perbedaannya dapat dijelaskan.

Perusahaan yang hanya menjalankan program pesangon sesuai peraturan ketenagakerjaan, tanpa dana pensiun, tidak mengalami lapisan kedua ini. Karena kewajibannya tidak didanai, seluruh nilai kini kewajiban muncul sebagai liabilitas neto di laporan posisi keuangan.

Imbalan Pemutusan Kerja Berbeda dari Imbalan Pascakerja

Standar membedakan imbalan pascakerja dari imbalan pemutusan kerja. Imbalan pascakerja dibangun selama karyawan masih bekerja. Imbalan pemutusan kerja timbul karena keputusan perusahaan mengakhiri hubungan kerja, misalnya dalam program restrukturisasi, atau karena karyawan menerima tawaran pengunduran diri sukarela.

Saat pengakuannya juga berbeda. Imbalan pemutusan kerja diakui paling awal pada saat perusahaan tidak lagi dapat menarik tawaran atau pada saat perusahaan mengakui biaya restrukturisasi yang terkait. Sebelum titik itu, perusahaan tidak mencatat kewajiban, walaupun rencananya sudah dibahas di tingkat direksi.

Pembedaan ini menuntut komunikasi dalam organisasi. Bagian keuangan perlu tahu kapan manajemen mengambil keputusan yang mengikat. Tanpa informasi itu, perusahaan dapat terlambat mengakui kewajiban atau sebaliknya mengakuinya terlalu dini.

Frekuensi dan Ketepatan Waktu Valuasi

Valuasi dilakukan pada tanggal pelaporan atau pada tanggal yang dekat, lalu dibawa maju ke tanggal pelaporan bila perlu. Teknik pembawaan maju ini diterima sepanjang perubahan yang terjadi tidak material. Bila ada peristiwa besar di antara dua tanggal itu, aktuaris wajib mempertimbangkannya.

Perusahaan perlu menetapkan kalender tetap. Tanggal penutupan buku, tanggal penyerahan data, tanggal laporan awal, dan tanggal laporan final sebaiknya ditulis dan disetujui bersama konsultan di awal penugasan. Kalender ini mencegah kejutan dan memudahkan pengelolaan pekerjaan di bagian keuangan yang pada waktu bersamaan mengerjakan penutupan buku, pajak, dan audit.

Menyiapkan Diri Sebelum Penugasan

Perusahaan yang hendak menunjuk konsultan dapat mulai dengan mengumpulkan tiga jenis bahan: daftar karyawan lengkap beserta tanggal lahir, tanggal masuk, dan gaji; dokumen kebijakan manfaat seperti peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama; dan laporan aktuaria periode sebelumnya bila ada. Ketiganya memangkas waktu bolak-balik yang biasanya memakan sebagian besar durasi proyek.

Dengan bahan itu, konsultan dapat memberi gambaran awal mengenai lingkup pekerjaan, jadwal, dan biaya yang realistis. Perusahaan yang ingin mempelajari urutan persiapannya secara lebih rinci dapat membaca panduan pada halaman jasa aktuaria PSAK 219, yang membahas cara memilih konsultan dan menyiapkan data menjelang audit.

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA™ 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini

Dirancang untuk menghadirkan performa, imaging, dan pengalaman pintar dalam satu perangkat. POVA 8 Pro 5G didukung MediaTek Dimensity 7400 Ultimate 5G dan TECNO P1 Graphic Chip, 1.5K HyperLux AMOLED, dan baterai 6500mAh.

JAKARTA, 4 September 2026 — TECNO, merek teknologi inovatif berbasis AI, resmi meluncurkan TECNO POVA 8 Pro 5G di Indonesia, sekaligus memperkenalkan TECNO POVA 8 Pro 5G Tonino Lamborghini Limited Edition sebagai bagian dari kolaborasi multi-tahun bersama brand lifestyle ikonik asal Italia, Tonino Lamborghini.

Menggabungkan performa powerful, kemampuan imaging, AI praktis, serta desain distinctive, TECNO POVA 8 Pro 5G dirancang untuk pengguna yang menginginkan pengalaman smartphone yang tidak hanya powerful, tetapi juga merepresentasikan karakter dan personal expression.

Sementara itu, edisi khusus Tonino Lamborghini membawa signature Italian design language ke dalam pengalaman penggunaan POVA 8 Pro 5G, memadukan karakter bold dan energy khas Tonino Lamborghini dengan teknologi dan inovasi TECNO.

 

Kolaborasi TECNO x Tonino Lamborghini: Italian Design Bertemu Performa Kencang POVA

Kolaborasi yang telah diumumkan pada awal 2026 antara TECNO dan Tonino Lamborghini menghadirkan TECNO POVA 8 Pro 5G Tonino Lamborghini Limited Edition, yang memadukan inovasi teknologi TECNO dengan karakter desain khas Italia dari Tonino Lamborghini.

Kolaborasi ini menggabungkan technical mastery TECNO dengan warisan craftsmanship, engineering, dan lifestyle experience Tonino Lamborghini.

Edisi khusus ini mengadopsi signature design language Tonino Lamborghini melalui kombinasi warna hitam dan merah yang merepresentasikan karisma dan energi, serta pola hexagonal yang merefleksikan kekuatan dan ketahanan.

Elemen ikonik Pulse Line menjadi focal point pada bagian belakang perangkat, terinspirasi dari mechanical precision dan aliran kinetic energy. Dipadukan dengan Signature Shield hexagonal pattern, konstruksi dual-layer menciptakan efek reflektif sekaligus memberikan kedalaman visual pada panel belakang. Logo Tonino Lamborghini dengan finishing metallic premium melengkapi karakter desain edisi khusus ini.

Identitas kolaborasi juga hadir hingga ke pengalaman penggunaan. Bespoke interface theme menampilkan ikon bernuansa hitam-merah dengan efek glass-like, dilengkapi boot animation yang menampilkan Pulse Line dan crimson energy serta ringtone khusus. Signature “L”, yang merepresentasikan heritage Tonino Lamborghini, turut hadir melalui Alive Matrix Display.

Sementara itu, TECNO POVA 8 Pro 5G mempertahankan karakter desain futuristis khas lini POVA dengan inspirasi interstellar spaceship. Garis geometris yang tegas, signature trinity camera module, dan semi-transparent back membentuk tampilan yang modern dan berkarakter.

Pada bagian belakang, Alive Matrix Display menghadirkan sistem pencahayaan dot-matrix dengan 177 LED beads yang dapat menjadi elemen interaktif sekaligus personalisasi.

Pengguna dapat memilih lebih dari 49 skenario pencahayaan untuk berbagai aktivitas, termasuk panggilan, notifikasi, musik, gaming, dan charging, serta membuat rangkaian pencahayaan sesuai preferensi mereka.

Melengkapi pengalaman tersebut, One-Tap Button pada sisi perangkat memberikan akses cepat ke aplikasi favorit, gaming actions yang dapat dikustomisasi, dan berbagai shortcut.

Dengan ketebalan hanya 7,39mm, TECNO POVA 8 Pro 5G tetap membawa baterai berkapasitas 6.500mAh, yang mampu mendukung hingga 27+ jam penggunaan TikTok atau 10+ jam Mobile Legends:

Bang Bang dalam sekali pengisian daya. Berdasarkan pengujian TECNO, baterai dapat beroperasi secara normal pada suhu -20°C hingga 60°C dan mempertahankan lebih dari 80% battery health setelah 2.000 siklus pengisian penuh, atau setara dengan masa penggunaan baterai hingga enam tahun.

TECNO POVA 8 Pro 5G tersedia dalam tiga pilihan warna: Arc White, Graphite Black, dan Tundra Green.

 

Dual Chipset: Performa Powerful, Tetap Dingin

TECNO POVA 8 Pro 5G menghadirkan Dual Chipset Gaming Performance yang menggabungkan platform 8-core MediaTek Dimensity 7400 Ultimate 5G dengan TECNO P1 Graphic Chip.

MediaTek Dimensity 7400 Ultimate 5G dilengkapi intelligent scheduling untuk mengoptimalkan pembagian tugas, mendukung gaming berat, multitasking, hingga konektivitas 5G berkecepatan tinggi dengan tetap menjaga efisiensi daya.

Sementara itu, P1 Graphic Chip mengambil alih sebagian proses GPU rendering untuk meningkatkan performa grafis, sehingga mampu menghadirkan hingga 144FPS pada sejumlah game mainstream yang didukung, termasuk Mobile Legends: Bang Bang, PUBG, Call of Duty, dan Honor of Kings. Untuk game berat seperti Genshin Impact, Honkai: Star Rail, dan Wuthering Waves, perangkat dapat mencapai hingga 90FPS, sementara resolusi 1.5K juga tersedia pada lebih dari 30 game yang didukung, termasuk dukungan kualitas HDR pada game tertentu.

Untuk menjaga performa tetap optimal, TECNO POVA 8 Pro 5G dibekali 5K IceShield VC Cooling System. Sistem ini terdiri dari vapor chamber seluas 5.000mm² dengan arsitektur termal 9 lapis dan kontak tembaga langsung ke CPU, menghasilkan total area pembuangan panas lebih dari 22.000mm².

Dengan sistem pendinginan tersebut, perangkat mampu menjaga pelepasan panas dan performanya secara efektif bahkan saat digunakan dalam kondisi intens.

 

Kamera Sony LYTIA™ 700C dilengkapi OIS: Flagship Imaging untuk Berbagai Kondisi

Kondisi Untuk kebutuhan fotografi, TECNO POVA 8 Pro 5G membawa kamera utama SONY LYTIA™ 700C OIS, menggunakan sensor berukuran 1/1.56 inci. Sensor ini dilengkapi teknologi 2×2 OCL (On-Chip Lens) yang membantu menghadirkan autofocus lebih cepat dan presisi, termasuk dalam kondisi pencahayaan yang menantang.

Sensor SONY LYTIA™ 700C juga menawarkan area penerimaan cahaya yang lebih besar untuk membantu menghasilkan foto yang lebih jelas, terutama pada kondisi malam dan low-light.

Dukungan OIS (Optical Image Stabilization) turut membantu mengurangi efek blur akibat tangan yang bergerak, sehingga hasil foto handheld menjadi lebih tajam dan video dapat direkam dengan lebih stabil.

Bagi pengguna yang menginginkan detail lebih dalam, TECNO POVA 8 Pro 5G mendukung 2x lossless zoom serta mode 50MP high-pixel. Smartphone ini juga dilengkapi kamera ultra-wide 8MP untuk menangkap lanskap dan foto grup dengan cakupan yang lebih luas, serta kamera depan 13MP untuk selfie dan video call.

Melalui fitur FlashSnap, TECNO POVA 8 Pro 5G mampu menangkap rangkaian frame dalam waktu singkat, yang kemudian diproses secara cerdas oleh AI untuk mengkurasi hasil foto paling optimal bagi pengguna. Mulai dari aksi dengan pergerakan cepat, foto bersama, hingga momen spontan yang tidak terduga, fitur ini memastikan setiap bidikan menghasilkan best shot yang presisi cukup dengan mengaktifkan FlashSnap tanpa menekan shutter.

 

144Hz HyperLux AMOLED: Visual Imersif dengan Responsivitas Tinggi

Pengalaman visual TECNO POVA 8 Pro 5G diperkuat oleh layar 6,78 inci 1.5K 144Hz HyperLux AMOLED dengan adaptive refresh rate yang secara dinamis menyeimbangkan performa dan konsumsi daya.

Layar ini mendukung standar wide color gamut DCI-P3, yang digunakan dalam produksi film Hollywood, untuk menghadirkan reproduksi warna yang lebih kaya dan akurat. Dengan tingkat kecerahan puncak hingga 4.500 nits, layar tetap memberikan visibilitas yang baik dalam berbagai kondisi.

Untuk pengalaman gaming dan penggunaan sehari-hari yang lebih responsif, layar dibekali 240Hz touch sampling rate dan 2.800Hz instantaneous touch sampling rate, memberikan respons sentuhan yang cepat dan presisi.

TECNO POVA 8 Pro 5G juga menghadirkan Wet & Oily Finger Touch Recognition 2.0, yang memungkinkan layar tetap responsif saat digunakan dalam kondisi hujan, ketika tangan berkeringat, atau ketika jari terkena minyak maupun cairan tertentu.

Pengguna bahkan tetap dapat mengoperasikan smartphone melalui waterproof pouch saat melakukan aktivitas air.

 

AI Praktis untuk Aktivitas Sehari-hari

TECNO POVA 8 Pro 5G membawa berbagai fitur AI yang dirancang bukan sekadar sebagai teknologi tambahan, tetapi untuk memberikan manfaat nyata dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari produktivitas hingga kebutuhan komunikasi dan personal wellness.

Melalui AI YouTube Summary, pengguna dapat menyalin link YouTube dan secara otomatis mengubah video berdurasi panjang menjadi catatan yang lebih ringkas, lengkap dengan timeline markers, poin-poin penting, dan rangkuman terstruktur.

Sementara itu, All-Scenario Noise Cancellation secara otomatis mengenali voiceprint dari pembicara yang dituju dan menyaring suara lain di sekitar, termasuk suara manusia di latar belakang.

Pengguna dapat memilih berbagai mode sesuai kebutuhan, mulai dari panggilan telepon, recording, hingga meeting, sehingga suara tetap terdengar lebih jelas di tengah perjalanan maupun lingkungan kerja yang ramai.

Untuk kebutuhan fotografi, AI LightMaster 2.0 membantu menyempurnakan foto dengan menghilangkan flare, pantulan, dan bayangan yang tidak diinginkan sehingga hasil foto lebih siap untuk dibagikan.

TECNO POVA 8 Pro 5G juga menghadirkan AI Health, yang memungkinkan pengguna mengukur sejumlah metrik kesehatan, termasuk tekanan darah, kadar oksigen dalam darah, detak jantung, dan laju pernapasan, melalui pemindaian wajah.

Berbagai smart tools lainnya turut melengkapi pengalaman AI pada TECNO POVA 8 Pro 5G, termasuk AI Writing untuk membantu menulis ulang, menyempurnakan, dan merangkum teks, serta AI Theme Generator yang memungkinkan pengguna menciptakan tema smartphone yang lebih personal.

Baca Juga: Agres Komputer Hadir di Harco Mangga Dua: Menjadi Solusi Teknologi Andal untuk Semua Kebutuhan Digital.

 

Durability Tinggi untuk Penggunaan Jangka Panjang

TECNO POVA 8 Pro 5G dirancang untuk menghadapi berbagai tantangan penggunaan sehari-hari.

Layarnya menggunakan Corning Gorilla Glass 7i yang telah melewati 10.000 pengujian steel wool scratch. Perangkat juga memiliki perlindungan terhadap debu dan air dengan rating IP69K/69/68/66, serta memperoleh SGS 5-Star Drop Resistance Certification untuk memberikan perlindungan terhadap risiko benturan dan terjatuh dalam penggunaan sehari-hari.

Untuk memastikan pengalaman penggunaan yang aman dan lancar dalam jangka panjang, TECNO POVA 8 Pro 5G menjalankan HiOS 16 dan akan mendapatkan dua pembaruan Android OS serta tiga tahun security patches.

Selain hardware dan software yang ditawarkan, TECNO juga menyediakan tiga tahun gratis cloud storage sebesar 256GB bagi pengguna TECNO POVA 8 Pro 5G untuk membantu menjaga foto dan file tetap aman serta mudah diakses.

Di pasar tertentu, pengguna yang memenuhi syarat juga dapat memperoleh extended trial Google AI Plus selama tiga bulan dengan kapasitas 2TB tanpa biaya tambahan.*

aktuaria
Perusahaan Anda Masih Pakai PSAK 24? Sekarang Namanya PSAK 219

Kalau tim keuangan Anda masih menyebut standar imbalan kerja sebagai “PSAK 24”, saatnya update istilah itu. Sejak 1 Januari 2025, DSAK IAI resmi mengganti nomenklaturnya jadi PSAK 219, mengikuti IFRS 19 yang berlaku secara internasional.

Ada beberapa hal yang ikut berubah di cara Anda menghitung dan melaporkan kewajiban imbalan kerja karyawan, bukan cuma nomornya.

Kenapa DSAK IAI Mengganti Nomenklaturnya?

PSAK 24 sudah bertahun-tahun jadi acuan pengakuan dan pengukuran imbalan kerja di Indonesia. Standar akuntansi global terus berkembang, dan IFRS 19 membawa pendekatan yang lebih relevan dengan kondisi bisnis sekarang. PSAK 219 menutup beberapa celah yang ada di PSAK 24, terutama soal cara menyesuaikan asumsi aktuaria dan mengukur kewajiban.

Perusahaan punya waktu sampai tanggal efektif untuk menyesuaikan sistem pelaporan dengan panduan baru ini. Kalau tim Anda belum yakin dari mana harus mulai, menggandeng konsultan PSAK 24 bisa membantu memetakan dampaknya lebih awal.

Standar Lain yang Ikut Terpengaruh

PSAK 219 tidak berdiri sendiri di laporan keuangan Anda. Beberapa PSAK lain saling terkait:

  • PSAK 1. Kewajiban imbalan kerja Anda masuk sebagai liabilitas dan harus tampil jelas di laporan posisi keuangan.
  • PSAK 2. Pembayaran imbalan kerja tercatat sebagai arus kas keluar, dan Anda perlu mengklasifikasikannya sesuai ketentuan yang berlaku.
  • PSAK 5. Kalau perusahaan Anda punya beberapa segmen operasi, angka imbalan kerja mungkin perlu dipecah per segmen supaya pemangku kepentingan bisa menilai dampaknya lebih akurat.
  • PSAK 53. Standar ini mengatur imbalan dalam bentuk saham atau opsi saham karyawan, terpisah dari PSAK 219 tapi tetap masuk total kewajiban imbalan kerja di laporan keuangan Anda.

Apa yang Sebenarnya Berubah dari IFRS 19?

Asumsi Aktuaria Harus Lebih Realistis

PSAK 24 memungkinkan asumsi yang cenderung statis, sesuatu yang kadang tidak mencerminkan kondisi pasar terkini. Dengan PSAK 219, Anda wajib memakai asumsi yang lebih dinamis. Tingkat diskonto, misalnya, sekarang harus mengikuti kondisi pasar aktual dan profil risiko perusahaan Anda.

Efeknya langsung terasa di neraca. Kalau perusahaan Anda punya program manfaat karyawan yang besar, angka liabilitas Anda akan berubah nyata.

Anda Harus Mengungkapkan Lebih Banyak Detail

Cakupan pengungkapan PSAK 219 lebih luas dari sebelumnya: rincian program manfaat karyawan, asumsi yang dipakai, sampai risiko yang menyertainya. Laporan keuangan Anda jadi lebih tebal, dan investor maupun auditor mendapat gambaran yang lebih utuh soal kewajiban perusahaan.

Manajemen Risiko Bukan Lagi Opsional

Fluktuasi pasar dan risiko kredit bisa langsung memengaruhi kemampuan perusahaan Anda memenuhi kewajiban imbalan kerja. PSAK 219 mendorong Anda mengidentifikasi risiko-risiko ini lebih awal, lewat cadangan yang lebih besar atau penyesuaian strategi investasi, supaya laporan laba rugi dan arus kas tetap stabil.

Siapa yang Mengecek Kepatuhan Anda?

OJK dan Bapepam-LK mengawasi bagaimana perusahaan menerapkan PSAK 219, memastikan laporan keuangan Anda mencerminkan kondisi sebenarnya. Untuk perhitungan dan pengungkapan yang lebih rumit, banyak perusahaan melibatkan konsultan PSAK 219 supaya semuanya sesuai ketentuan terbaru.

Simpan semua dokumentasi pendukung: asumsi aktuaria yang dipakai, metode perhitungan, dan data karyawan. Auditor akan memeriksa semuanya, jadi susun juga laporan pengungkapan yang lengkap, mencakup rincian kewajiban, metode, dan asumsi utama. Dokumentasi yang rapi menunjukkan perusahaan Anda serius menjalankan standar akuntansi yang transparan.